
“Halo, Assalamu’alaikum Pak!” salam Freya setelah teleponnya terhubung.
“Wa’alaikumsalam Nona. Apa ada masalah?” Tanya kepala redaksi.
“Maaf pak telah mengganggu waktu bapak. Saya mohon bantuan bapak, jika bisa nanti sebentar saat seminar, apa bisa saya yang akan memberikan materi terlebih dahulu karena saya harus segera datang ke kampus pukul 11.00 untuk melakukan pendaftaran ujian proposal saya, pak.” Ucap Freya menjelaskan panjang lebar.
“Oh,, seperti itu yaa.. nona. Kalau begitu kami konfirmasi dulu dengan pembicara pertama apakah dia bersedia untuk memberikan materinya nanti setelah nona.” Ucap kepala redaksi.
“Baik, pak. Saya akan menunggu keputusannya” Ucap Freya.
“Kalau seperti itu, saya tutup dulu teleponnya nona. Nanti akan saya telepon kembali nona setelah kami konfirmasi” Jawab kepala redaksi.
Kepala redaksi pun segera menutup teleponnya dan segera menghubungi asisten tuan muda mereka. Tak berapa lama telepon segera di terima.
“Halo, Selamat pagi pak,”Sapa kepala redaksi.
“Selamat pagi, apa ada masalah?” Tanya Adelio yang saat itu sedang berada dalam ruangan Alvino untuk persiapan seminarnya.
“Begini pak, nona Freya..” Ucap kepala redaksi. Alvino yang penasaran akan alasan kenapa kepala redaksi menelpon pun segera menyuruh Adelio untuk me-loudspeaker telepon asistennya itu.
“Ah, iya pak. Kenapa dengan nona Freya?” Ucap Adelio setelah dia me-loudspeaker telponnya.
“Itu nona Freya meminta untuk memberikan materi seminarnya pertama kali karena dia harus segera ke kampusnya untuk melakukan pendaftaran untuk ujian proposalnya pada pukul 11.00, pak.” Ucap kepala redaksi. Alvino pun segera mengambil telepon dari asitennya itu.
“Segera setujui” ucap Alvino setelah mendengar penjelasan kepala redaksi.
“Baik, pak” Ucap kepala redaksi gugup karena berbicara langsung dengan tuan mudanya yang terkenal dingin itu walau hanya melalui telepon.
Alvino pun segera memutuskan telepon dan mengembalikannya kepada asistennya.
“Sepertinya waktu tidak mendukungmu bos” Ucap Adelio.
“Sudahlah, mungkin memang belum waktunya.” Ucap Alvino menghela nafas.
Setelah telepon diputuskan kepala redaksi segera menelpon Freya. Dalam satu deringan langsung dijawab oleh Freya.
“Halo, Assalamu’alaikum Pak.” Salam Freya.
“Wa’alaikum salam nona. Anda bisa menyampaikan materi pertama” Ucap kepala redaksi.
“Sungguh?” Tanya Freya tidak percaya karena ternyata masih ada orang baik yang punya tingkat pengertian tinggi.
“Iya, tentu saja, nona.” Jawab kepala redaksi.
“Syukurlah jika seperti itu pak. Mohon sampaikan terimah kasih saya kepada pembicara utama. Terimah kasih juga untuk bantuan bapak. Dan saya juga memohon jika saya gak bisa menghadiri seminar kali ini sampai selesai.” Ucap Freya.
__ADS_1
“Gak apa-apa nona, kami mengerti dan nanti akan saya sampaikan kepada tuan muda.” Jawab kepala redaksi.
“Sekali lagi terimah kasih atas pengertiannya” Ucap Freya.
Setelah itu Freya pun segera menutup teleponnya karena berhubung waktu jam sudah menunjukan pukul 08.58.
Freya pun segera memulai seminar itu dan menjadi pemberi materi lebih dahulu setelah mendapat arahan dari moderator. Kurang lebih 30 menit Freya memberikan meterinya dan melakukan sesi tanya jawab. Dan setelah Freya selesai, dia pun segera keluar dari room dan bersiap-siap ke kampus. Setelah Freya keluar dari room, seminar pun dilanjutkan oleh Alvino.
#####
Singkat cerita kini Freya dan Hanna sedang menuju kantin setelah mereka selesai melakukan pendaftaran untuk ujian proposal mereka.
“Syukur yaa Re pendaftarannya cepat” Ucap Hanna setelah mereka sampai di kantin.
“Iya, Han.” Jawab Freya.
Hanna pun segera memesankan makanan untuk mengganjal perut mereka karena berhubung juga sudah waktunya makan siang. Sambil menunggu pesanan mereka datang, Hanna menanyakan seminar Freya karena dia tidak sempat bergabung.
“Re, bagaimana seminarmu? Maaf yaa aku gak sempat ikut!”Ucap Hanna
“Gak apa-apa Han. Dan untuk seminarnya berjaln lancar.”Ucap Freya.
“Ohiya, Re. Apa kamu gak tahu siapa pembicara utama untuk seminarmu tadi? Apa kamu belum pernah ketemu dengannya?” Tanya Hanna penasaran.
“Belum Han, aku gak tahu bahkan namanya saja aku gak tahu.” Jawab Freya cuek.
“Aku hanya diberitahu bahwa aka nada pembicara lain selain aku, untuk identitasnya aku gak tahu bahkan di poster pun gak ada identitasnnya” Jawab Freya.
“Sepertinya dia orang penting deh, makanya identitasnya dirahasiakan” Ucap Hanna.
“Mungkin”balas Freya.
“Kebiasaan deh responmu hanya seperti itu. Emang kamu gak tertarik pengen tahu gitu?”Tanya Hanna.
“Kamu kan tahu aku seperti apa”Jawab Freya
“Iya, iya. Aku tahu kau itu gak suka mengurusi hidup orang lain yang gak berhubungan denganmu”Ucap Hanna.
“Nah, itu tahu. Masih aja nanya. Lagian juga jika gak diberitahu itu berarti pasti punya alasan yang besar dibaliknya”Ucap Freya.
“Siapa tahu aja Re, kau udah berubah gitu”Jawab Hanna sambil minum karena pesanan mereka telah tiba.
“Berubah jadi power rangers maksudmu?”Ucap Freya tertawa.
“Gak gitu juga kali Re. Pemikiranmu yang harus diubah deh. Jika kau selalu begini kau gak akan dapat suami impianmu itu.”Ucap Hanna.
__ADS_1
“Sudahlah Han, lebih baik kita makan daripada bahas hal yang gak penting. Dan untuk calon suami untukku, aku yakin dia pasti akan datang suatu saat nanti”Ucap Freya sambil memulai makan tapi sebelumnya dia telah berdoa terlebih dahulu.
“Baiklah, terserah kau. Semoga saja kau bisa memperoleh semua yang kau inginkan”Ucap Hanna sambil memulai acara makannya.
“Doa yang sama juga untukmu”Jawab Freya
Mereka pun mengakhiri obrolan mereka dan fokus makan karena mereka juga harus melaksanakan sholat.
######
Kita tinggalkan acara makan kedua teman rasa sahabat itu atau biasa dibilang mereka sepaket.
“Bagaimana Bos?”Tanya Adelio saat sudah selesai seminar.
“Apanya yang bagaimna?”Tanya Alvino balik.
“Itu soal nona muda? Apakah kau kecewa karena semua rencanamu berantakan?”Tanya Adelio.
“Mana mungkin aku kecewa dan rencanaku gak berantakan setidaknya dengan aku melakukan itu pasti akan membekas diingatannya bahwa aku orang yang pengertian”Ucap Alvino.
“Kau terlalu percaya diri tuan muda!”Ucap Adelio.
“Maksudmu?”Tanya Alvino.
“Dia bukan seperti gadis-gadis lain yang mudah baper. Dia berbeda, mungkin benar dia terpesona oleh pengertianmu tapi itu hanya untuk sesaat karena prinsipnya dia gak mau mengurusi urusan orang lain ditambah lagi kau merahasiakan identitasmu jadi itu gak berarti apa-apa buatnya”Ucap Adelio.
“Kamu tahu darimana bahwa dia seperti itu? Kok aku gak tahu?”Tanya Alvino.
“Itu juga baru ku ketahui akhir-akhir ini. Selain itu juga dia adalah gadis yang taat akan agama, dia selalu menjaga dirinya dari hal-hal yang buruk dan dia juga selalu melakukan puasa senin kamis serta puasa sunah lainnya,” Ucap Adelio.
“Kenapa kau tahu banyak tentangnya?”Tanya Alvino tajam.
“Tenang bos, aku gak mungkin menyukai nona muda. Aku bukan teman makan teman”Ucap Adelio yang tahu bahwa bosnya itu dalam mode cemburu.
“Syukurlah jika kau sadar. Tapi kenapa kau tahu itu semua sedangkan yang kau berikan padaku gak ada yang seperti itu.”Ucap Alvino.
“Aku juga baru mengetahuinya” Jawab Adelio.
“Baiklah jika seperti itu kau kuperintahkan untuk menyelidikinya lebih dalam jangan sampai ada informasi lagi yang kau lewati. Jika perlu kau menyamar jadi mahasiswa disana dan berteman dengan mereka”Ucap Alvino serius
“Apa kau gila bos?” Tanya Adelio
“Aku gak gila tapi aku hanya ingin mengetahui semua yang dia lakukan dan itu satu-satunya cara yang bisa di lakukan”Ucap Alvino.
Happy Reading readers😊
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏
Maaf jika banyak typo guys😉😊