Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 33


__ADS_3

Kembali lagi ke kediaman orang tua Alvino.


“Pih! Papi!” panggil Mami Sinta.


“Ada sih sampai teriak-teriak?” Tanya Papi William keluar dari ruang kerjanya setelah mendengar istrinya memanggil.


“Itu pih, nama calon menantu kita itu Freya. Dia mahasiswa profesi ners.” Ucap Mami Sinta sambil menarik suaminya duduk di sofa.


“Apa mami mengetahuinya dari Salwa?” Tanya Papi William.


“Tentu saja! Menurut Salwa dia gadis yang baik juga mengerti bisnis tapi yang penting dia yang bisa mengubah anak kita lebih religious. Mami akan menemuinya dia praktik di rumah sakit F.” ucap Mami Sinta.


“Papi yakin Salwa sudah mengingatkan hal ini karena Vino pasti punya alasan sampai kenapa dia belum mengatakan kepada kita. Selain itu juga kita tidak bisa menemui mahasiswa profesi ners dengan mudah karena mereka di rumah sakit itu sedang belajar bagaimana menangani pasien dan bisa jadi juga mereka tidak ada di rumah sakit karena mereka adalah seorang mahasiswa. Jadi tugas mereka bukan hanya tentang praktik di rumah sakit saja.” Jelas Papi William.


“Kenapa Mami gak berpikir sampai sana yaa. Yaa.. sudah jika begitu sekarang Papi hubungi pengurus rumah sakit untuk menanyakan apa mahasiwa profesi sedang ada di rumah sakit atau tidak!” pinta Mami Sinta.


“Apa gak bisa Mami tunda dulu rasa ingin tahu Mami. Percaya pada putra kita, dia pasti akan memberitahu hal ini jika sudah waktunya!” ucap Papi William.


“Mami gak bisa menunggu lagi, Pih! Mami ingin segera mengetahui calon menantu Mami! Ayo Pih telepon atau Mami saja yang telepon?” ucap Mami Sinta.


Akhirnya Papi William pun segera menelpon pihak rumah sakit F.


“Mami dengar sendiri kan? Mereka saat ini sedang turun lapangan!” ucap Papi William setelah dia selesai menelpon.


“Iya dengar Pih! Mami kan hanya tidak bisa menahan rasa ingin tahu Mami.” Ucap Mami Sinta.


“Sudahlah, kita tunggu saja Vino mengatakannya. Percaya padanya, Mih! Dia tidak mungkin tidak memberitahu kita.” Ucap Papi William.


“Baiklah” ucap Mami Sinta pasrah, walau dalam hatinya tetap masih ingin tahu seperti apa itu sosok Freya.


#####


Singkat cerita, kini pernikahan Hanna tingal seminggu lagi, sehingga dia segera mengajukan cuti menikah tapi tetap saja masih memasukkan laporan-laporan karena dia ingin lulus bersama Freya. Persiapan pernikahannya pun sudah mencapai 85% tinggal hari H-nya saja yang menentukan dan tentu saja Freya selalu terlibat.


“Nak, hati-hati dijalan!” ucap Mama Najwa saat Freya berpamitan dan dibalas Freya dengan anggukan. Dia pun segera melajukan sepeda motornya.


Sementara di sisi lain.

__ADS_1


“Bi, tolong jaga rumah yaa! Saya ingin mengunjungi butik!” pamit Mami Sinta.


Mami Sinta pun segera melajukan mebilnya. Tapi saat tiba dijalan raya setelah sekitar 20 menit berkendara, tiba-tiba ada mobil yang berlawanan arah melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak mobil yang dikendarai Mami Sinta.


Bruk


Akhirnya memancing warga untuk segera berkumpul dan membantu korban.


Di saat yang bersamaan Freya juga sampai di tempat kejadian dan dia melihat kerumunan orang-orang. Dan entah mengapa nurani Freya mengatakan bahwa ada yang butuh pertolongan maka dia pun segera menghampiri kerumunan.


“Ada apa bu?” Tanya Freya pada salah satu warga.


“Ada kecelakaan Nak!” ucap ibu itu.


“Kecelakaan? Lalu bagaimana korbannya? Apa sudah ada yang menelpon ambulans?” Tanya Freya beruntun.


“Korbannya yang satu meninggal yang menabrak sedangkan yang ditabrak sepertinya sedang gawat dan belum ada yang menelpon ambulans hanya polisi yang sudah ditelepon.” Jawab ibu itu.


Freya yang mendengar itu pun segera menerobos kerumunan. Dia pun segera mendekati korban yang masih gawat yaitu Mami Sinta yang masih dalam mobil.


“Tapi nak. Ini kasus kecelakaan harus di selidiki polisi dulu.” Jawab salah satu warga.


“Sampai ibu ini meninggal dulu! Bagaimana jika polisi lama datang. Ini telepon saya segera hubungi rumah sakit F didalam kontak itu dan segera perintahkan ambulans datang kesini dan ini juga kartu identitas saya. Saya mahasiswa profesi!” jelas Freya sambil menyerahkan ponselnya dan Id cardnya kepada salah satu warga,


“Bisa ambilkan tas saya yang ada di sepeda motor saya?” pinta Freya


Freya pun segera melakukan pertolongan pertama kepada Mami Sinta dan syukurlah Mami Sinta hanya mengelami luka-luka yang tidak serius karena Mami Sinta sempat menghindar begitu pun dengan mobil yang menabrak Mami Sinta menghindar tapi justru jatuh ke saluran air yang mengakibatkan nyawanya meninggal. Yang membuat Mami Sinta pingsan karena kaget. Tidak lama Mami Sinta segera sadar dari pingsannya.


“Alhamdulillah ibu sudah sadar? Apa bisa melihat saya dengan jelas?” Tanya Freya. Sedangkan Mami Sinta hanya tersenyum karena seperti seolah-olah bermimpi melihat calon menantunya.


Freya pun segera berdiri untuk memastikan keadaan korban yang menabrak Mami Sinta, tapi ditahan oleh Mami Sinta.


“Sebentar yaa Bu! Saya hanya ingin memastikan keadaan korban yang menabrak ibu, nanti saya kembali lagi.” Ucap Freya lembut, hingga akhirnya Mami Sinta melepaskan genggaman tangannya.


Freya pun segera memeriksa korban dan setelah dipastikan meninggal, Freya segera kembali menemani Mami Sinta. Bersamaan dengan itu, akhirnya ambulans dan juga polisi datang.


Mami Sinta pun segera dipindahkan ke mobil ambulans tapi walau Mami Sinta menutup matanya tapi tetap menggenggam erat tangan Freya seperti enggan dilepaskan.

__ADS_1


“Nak, kau harus ikut kami! Karena kau yang menyelamatkan korban. Kami membutuhkan bantuanmu!” ucap seorang polisi.


“Saya pasti akan bersaksi untuk ini tapi saya harus mengantar ibu ini dulu ke rumah sakit karena lukanya ada yang mebutuhkan pengobatan intensif.” Ucap Freya.


“Baiklah jika begitu! Kami ingin identitasmu!” ucap polisi itu.


“Ini Id card saya. Saya praktik di rumah sakit F. bapak bisa hubungi saya kapan saja. Dan saya mohon bantuannya untuk korban yang menabrak ibu ini agar segera di jemput oleh keluarganya.” Pinta Freya.


“Tentu saja kami akan mengurus hal itu.” Jawab polisi.


Freya pun hanya mengangguk dan ingin melepaskan tangannya dari genggaman Mami Sinta tapi saying genggamannya sangat erat.


“Nak, lebih baik kau ikut saja mobil ambulans biar sepeda motormu nanti anggota kami yang akan mengantarnya dari belakang.” Ucap polisi.


“Baik terimah kasih pak!” jawab Freya.


Dia pun segera masuk ke mobil ambulans tapi sebelum itu mengambil barang-barangnya terlebih dahulu dan juga barang-barang Mami Sinta.


Kurang lebih 15 menit mobil ambulans sudah tiba di rumah sakit F dan Mami Sinta segera dimasukkan ke UGD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Freya tidak ikut masuk ke dalam, dia pun segera menelpon keluarganya Mami Sinta menggunakan ponsel mami Sinta. Untungnya ponsel Mami Sinta tidak menggunakan password.


Freya pun segera melakukan panggilan kepada orang terakhir yang ada diriwayat panggilan Mami Sinta dengan nama Kesayanganku❤ dan ternyata itu adalah nomornya Alvino.


Tuut tuut tuut


“Hallo, Assalamu’alaikum. Selamat pagi pak! Ini kami dari pihak rumah sakit F ingin memberitahukan bahwa pemilik ponsel ini sedang ada dirumah sakit F karena mengalami kecelakaan.” Ucap Freya to the point setelah tersambung.


Happy reading guys😊


Jangan lupa,


Like👍


Koment💬


Vote✌


Favorit🧡

__ADS_1


__ADS_2