Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 53


__ADS_3

Sesampainya di rumah sudah waktunya sholat isya, dia pun segera mandi dan melaksanakan sholat. Setelah itu dia menuju meja makan untuk makan malam beserta keluarganya.


“Nak, bagaimana kalian sudah mendaftarkan pernikahan kalian kan?” tanya Mami Sinta begitu melihat anaknya duduk.


“Iya, Alhamdulillah Mih. Itu sudah selesai.” Ucap Alvino sambil mengambil makanannya sendiri.


“Syukurlah jika seperti itu.” Ucap Papi William.


Mereka pun kembali makan dalam diam. Setelah selesai makan malam mereka bercerita sedikit mengenai persiapan pernikahan Alvino yang akan dilakukan 9 hari lagi. Setelah itu Alvino pamit segera ke kamarnya untuk istirahat begitu pun dengan kedua orang tuanya segera menuju ke kamar mereka.


Saat sampai di kamar dia melihat kotak hadiah yang tadi di berikan Freya di ranjangnya yang belum sempat dia buka. Alvino pun segera mengambilnya dan membukanya yang ternyata isinya adalah sebuah das yang Freya beli waktu pergi bersama Hanna.


“Seleranya bagus juga. Aku menyukainya.” Ucap Alvino tersenyum karena selera Freya sama dengannya.


“Tapi aku akan memakai ini dengan pakaian yang mana ya.” Alvino berbicara pada dirinya sendiri sambil melihat-lihat jasnya yang ada di lemarinya.


“Sepertinya hampir semua jasku cocok dengan das ini. Apa dia sering memperhatikan penampilanku sehingga dia memilih warna yang natural jadi cocok dengan jas-jas yang ku punya.” Pikir Alvino kegirangan.


Dia pun segera mengirim pesan kepada Freya untuk berterimah kasih atas hadiahnya.


“Terimah kasih dek, hadiahnya sangat bagus. Kakak menyukainya.”


“Alhamdulillah jika kakak menyukainya. Maaf yaa hadiah gak mahal.”


“Kakak gak melihat dari mahalnya barang yang kamu beli. Kakak sangat menyukainya karena ketulusanmu saat membelikannya. Kakak sekarang jadi merasa di atas awan karena kau ternyata mengingat kakak saat pergi dengan Hanna dan satu hal yang membuat kakak lebih senang karena warnanya das yang kau beli cocok dengan semua jas kakak. Itu membuktikan bahwa kau memperhatikan kakak selama ini.”


“Ah kakak terlalu percaya diri. Aku membelikannya karena saat itu Hanna juga membeli barang untuk kak Lio. Aku tidak sengaja melihatnya makanya aku membelinya.”


“Yakin cuma karena hal itu? Kok kakak sekarang jadi ngerasa bahwa kamu sudah mulai menyukai kakak ya.”


“Tau ah malas ngomong sama kakak. Sudah deh Reya mau tidur. Bye. Assalamu’alaikum”


Alvino tertawa membaca pesan itu karena dia yakin saat ini Freya sedang malu.


####

__ADS_1


Lima hari berlalu dengan cepat tidak terasa 4 hari lagi pernikahan Freya dan Alvino akan segera dilaksanakan. Kedua keluarga sangat sibuk dengan persiapan pernikahan begitupun dengan keluarga sudah mulai berdatangan ke rumah kedua keluarga itu.


Sementara Freya dan Alvino mereka selama lima hari terakhir ini sering menghabiskan waktu bersama di kantor Alvino. Malam ini mereka berjanji untuk bertemu dan tempatnya itu di restoran Freya. Ini akan jadi pertemuan terakhir mereka karena meraka akan dilarang untuk saling bertemu sampai hari pernikahan.


Freya sudah bersiap-siap saat setelah magrib, mereka berjanji bertemu nanti setelah isya selesai.


“Ah kakak sangat cantik.”puji Friska.


“Tumben muji kakak pasti ada maunya nih.” Ucap Freya sambil memperbaiki pakaiannya.


“Gak ada kok kak, kakak memang cantik.” Ucap Friska.


“Sudah jangan banyak basa basi, katakan ada apa?” tanya Freya yang sudah hafal tingkah adik pertamanya itu.


“Hahahh, kakak tau aja.” Ucap Friska cengesan.


“Hey para kakakku ini ngapain kok reunion pada gak ngajak aku.”ucap Frisya tiba-tiba muncul.


“Hey apa kau pikir ini pasar teriak sembarangan, bikin kaget deh.” Ucap Friska sambil menjitak kepala adik bungsunya itu.


“Wih, kakak sangat cantik. Cie,, cie,, mau ketemu pujaan hati.” Ucap Frisya menggoda kakak sulungnya itu tanpa mempedulikan jitakkan Friska di kepalanya.


“Emang kak Ris mau pinjam apa?” tanya Friska kepada kakak keduanya itu.


“Jangan sok tau deh.” Ucap Friska.


“Kakak!” adu Frisya kepada Freya.


Freya yang melihat pertengkaran kedua adiknya itu hanya tersenyum karena dia pasti akan merindukan kedua adik nakalnya itu nanti. Kedua adiknya itu sangat bertolak belakaang satu sama lain dan pasti selalu ada aja yang mereka debatkan mungkin karena umur mereka yang hanya terpaut dua tahun. Friska itu lebih mirip Freya yang dimana ingin selalu perfect tapi sayang dia sangat lamban, maksudnya apapun yang dia kerjakan pasti harus bagus tapi membutuhkan waktu lama. Sementara Frisya adalah kebalikan dari Freya dan juga Friska karena dia sosok yang ceria dan yang paling membedakan adalah dia sangat ceroboh, pekerjaannya memang cepat selesai tapi hasilnya mengecewakan. Dari mereka bertiga juga Frisya yang banyak memiliki teman karena dia sosok yang ceria.


#####


Kini Freya dan Alvino sudah tiba di restoran Freya.


“Kok gelap?” tanya Freya

__ADS_1


“Lebih baik kita masuk dan cari tahu kenapa gelap.” Ajak Alvino.


Mereka pun segera masuk dan tiba-tiba lampu menyala dan di sana ada banyak karyawan Freya yang memberinya kejutan baik karyawannya yang bekerja di restoran dan fotocopy ada.


“Kalian ada di sini?” tanya Freya.


“Iya tentu saja kami disini bu bos. Kami ingin memberikan kejutan kepada bu bos sebelum nanti bu bos menikah.” Ucap salah satu karyawan Freya.


“Terimah kasih atas semuanya saya sangat menyukainya.” Ucap Freya tersenyum kepada semua karyawannya yang kini mengelilinginya dan Alvino.


“Ohiya, lalu bagaimana dengan tempat Fotokopy? Apa tutup?” tanya Freya.


“Itu,, jangan marah pada kami ya bu bos, ini semua rencana pak bos. Dia meminta kami memberikan kejutan ini untuk bu bos.” Ucap salah karyawan lagi.


Freya pun langsung menatap Alvino yang hanya tersenyum.


“Iya, aku meminta mereka untuk memberikanmu kejutan. Gak apa-apa kan?” tanya Alvino.


“Gak apa-apa kok, aku justru senang kakak melakukan itu. Ohiya kalau begitu silahkan kalian makan apapun, malam ini saya gratiskan.” Ucap Freya sambil memandang seluruh karyawannya.


Mereka pun berteriak kegirangan dan segera mengantar Freya dan Alvino ke ruangan khusus yang memang disiapkan untuk tamu yang ingin privasinya tertutup. Ruangan itu sudah di dekor oleh Alvino dengan begitu indahnya dan di sana tertulis I Love Freya. Ada lilin-lilin yang mengelilingi ruangan itu untuk menambah kesan romantis.


“Ini kakak yang hias?” tanya Freya.


“Iya. Apa kamu suka?” tanya Alvino.


“Suka. Sangat menyukainya. Makasih kak!” ucap Freya.


Alvino segera menyuruh Freya duduk lalu alvino juga duduk dihadapan Freya. Tiba-tiba beberapa pelayan mengantarkan pesanan Alvino. Semuanya makanan kesukaan Freya yah karena memang rsetoran Freya hanya menjual menu kesukaan Freya semua.


Mereka pun menikmati makan malam mereka dengan perasaan yang bahagia. Setelah selesai makanan utama maka dihidangkan makanan penutup. Freya pun menikmati pudding yang berisi coklat tersebut dan juga minuman oreo chocholate. Sebagai pecinta coklat sudah pasti restoran itu menjual hal-hal yang berhubungan dengan coklat. Saat Freya mau makan pudding tersebut sendoknya tidak bisa memotongnya. Freya pun mulai curiga sementara Alvino hanya tersenyum.


“Ini,,” tanya Freya setelah menemukan sebuah kotak di dalam pudingnya.


Alvino pun segera mengeluarkan kotak itu dari pudding Freya dan mengeluarkan apa isi kota itu yang ternyata adalah sebuah kalung berlian dengan liontin huruf A dan F.

__ADS_1


“Freya Nur Nabila Abraham, sekali lagi aku ingin memintamu menjadi pendampingku. Will you marry me?” tanya Alvino.


Happy reading, jangan lupa like, vote dan gift agar author lebih semangat lagi 😊


__ADS_2