
“Ini..” ucap Freya sambil melihat undangan di tangannya.
“Iya..” potong Adnan.
“Dia berharap kau datang!”sambung Adnan.
“Baiklah, aku pasti datang. Sampaikan padanya aku turut bahagia untuk pernikahannya, semoga dilancarkan sampai hari H.” ucap Freya setelah membaca undangan tersebut.
“Akan aku sampaikan. Semoga kau juga bahagia. Aku pamit!” ucap Adnan.
“Hati-hati dijalan.” Ucap Freya.
“Nona Hanna, saya pergi dulu!” pamit Adnan kepada Hanna.
“Eehh,, iya. Hati-hati dijalan!” ucap Hanna sambil memandang wajah Freya intens.
Adnan pun segera pergi.
“Hey, kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang salah?” tanya Freya merasa aneh karena ditatap oleh Hanna.
“Itu siapa?” tanya Hanna balik.
“Bukankah tadi sudah ku kenalkan, namanya Adnan.” Ucap Freya.
“Aku tidak menanyakan namanya, tapi apa maksud semua ini?” tanya Hanna sambil mengambil undangan dari tangan Freya.
“Faisal & Ninda” sambung Hanna membaca nama yang ada di undangan.
“Re, apa maksud semua ini? Siapa itu Faisal? Lalu kenapa Adnan memberikan ini padamu?” tanya Hanna kembali karena tidak mendapat jawaban dari Freya.
“Itu.. Adnan sepupu Faisal.” Ucap Freya.
“Lalu?”tanya Hanna yang sudah bisa menebak apa yang terjadi tapi tetap masih bertanya pada Freya.
“Iya, Faisal itu temanku dan dia akan menikah! Makanya Adnan memberikan undangan ini karena dia sepupunya dan juga kuliah disini.” Ucap Freya.
“Jangan katakan bahwa Faisal itu adalah pria yang membuat komitmen denganmu?” ucap Hanna.
“Iya, sudahlah jangan bahas dia. Lebih baik kita pulang, hujan juga sudah reda. Ayo!” ucap Freya sambil menghabiskan sisa minumannya.
“Kau gak sakit hati kan Re? Ditinggal nikah olehnya?” Tanya Hanna.
“Sakit hati? Gak kok. aku justru bahagia, akhirnya dia akan menikah. Aku pikir dia akan menikah nanti setelah dia naik pangkat ternyata hanya setelah dia selesai pendidikan.” Ucap Freya.
“Perkataanmu ini seperti mengenang masa lalu?” ucap Hanna.
“Gak kok, aku hanya gak menyangka saja. Seperti itulah jodoh gak kita tahu kapan datangnya dan bersama siapa.” Ucap Freya.
“Re, kau beneran gak sakit hati kan?” tanya Hanna khawatir.
“Hahahahh,, beneran Han, aku gak sakit hati. Lagian juga jika dia memang bukan jodohku aku bisa apa? Aku gak bisa memaksakan kehendak Han. Biarkan dia bahagia dengan calon istrinya.” Ucap Freya.
__ADS_1
“Aku harap itu benar?” ucap Hanna sambil mengamati mata Freya.
“Kenapa memandangku seperti itu? Apa kamu pikir aku berbohong? Aku gak bohong Han! Aku sudah lama melupakan semuanya, mana mungkin aku masih menyimpan rasa padanya. Aku hanya kaget saja dia sudah menikah.” Ucap Freya sambil tersenyum.
“Ayo kita pulang! Kalau gak, nanti hujan akan datang lagi. Aku sih gak apa jika kehujanan tapi kau gak suka hujan kan. Ayo pulang!” ucap Freya.
“Baiklah, ayo!” ucap Hanna.
Mereka pun segera membayar pesanan mereka.
“Kamu beneran gak apa-apa kan Re?” tanya Hanna masih saja khawatir terhadap sahabatnya itu.
“Kenapa? Apa kau khawatir bahwa aku akan melakukan hal yang berbahaya hanya karena undangan itu? Aku bukan perempuan bodoh Han, melakukan hal itu hanya untuk seorang pria. Kau tidak perlu khawatir undangan itu gak berarti apa-apa untukku. Okay?” ucap Freya.
“Baiklah. Kau hati-hati dijalan. Kalau hujan berteduh. Aku tahu kau suka hujan tapi tetap saja kau harus berteduh.” Ucap Hanna.
“Apa kau lupa aku selalu bawa jas hujan Han.” Ucap Freya.
“Baiklah-baiklah aku mengaku kalah. Kau itu memang miss perfect, selalu sedia payung sebelum hujan.” Ucap Hanna.
“Hahahahh,, ayo kita pulang!” ucap Freya.
Mereka pun segera berlalu pergi.
“Re, aku harap semua yang kau katakan itu benar!” batin Hanna melihat Freya yang melaju didepannya.
“Han, aku tahu kau khawatir padaku. Tapi sungguh itu gak berpengaruh apapun untukku, hanya saja aku gak tahu bagaimana aku harus menjelaskannya padamu. Aku harap kau percaya pada perkataanku karena memang aku sudah lama melupakannya.” Batin Freya sambil melihat Hanna di spion sepeda motornya.
#####
“Masuk!” Ucap Alvino.
“Selamat sore, tuan muda!” ucap Adelio setelah berada di ruangan bosnya itu.
“Ada apa?” tanya Alvino.
“Saya kesini ingin memberikan berkas ini untuk tuan tanda tangani!” ucap Adelio sambil meletakkan berkas pada meja kerja Alvino.
“Nanti akan aku periksa!” Ucap Alvino.
“Apa masih ada lagi yang ingin kau sampaikan?” tanya Alvino karena melihat asistennya itu masih berdiri dihadapannya.
“Eehh.. itu tuan muda, saya kesini ingin menyampaikan juga..” ucap Adelio.
“Apa? Katakan saja!” potong Alvino.
“Itu,, tuan. Tadi Hanna mengatakan kepada saya bahwa nona Freya memiliki waktu sabtu ini, dia juga sudah berjanji kepada Hanna akan menemaninya.” Ucap Adelio.
“Sungguh? Sabtu ini?” tanya Alvino.
“Iya, tuan” ucap Adelio.
__ADS_1
“Ohiya, tadi ujian sidangnya kan?” tanya Alvino.
“Iya tuan. Mereka sudah ujian sidang. Bukankah tadi juga tuan sudah mengawasi nona lewat CCTV?” ucap Adelio.
“Iya, aku memang mengawasinya tapi tadi terpotong dengan telepon dari tuan B dari perusahaan Z.” ucap Alvino.
“Maaf tuan, saya melupakannya bahwa tadi anda melakukan rapat dengan tuan B. Lalu bagaimana tuan apa tuan B menyetujui proposal dari kita?” tanya Adelio.
“Iya, dia menelpon itu untuk memberitahukan bahwa dia sangat menyukai proposal kita dan juga penandatanganan kontrak kerja sama.” Ucap Alvino.
“Syukurlah jika seperti itu.” Ucap Adelio.
“Ohiya, sabtu ini kosongkan jadwalku. Aku gak ingin pertemuanku di ganggu oleh pekerjaan. Jika perlu aku akan lembur malam ini dan juga besok agar sabtu aku bisa libur.” Ucap Alvino.
Padahal walaupun dia tidak lembur sekalipun dia pasti bisa libur tapi karena dia seorang pekerja keras maka dia gak ingin waktunya terbuang sia-sia.
“Baik, saya akan mengatur jadwal tuan!” ucap Adelio.
“Kalau begitu, saya pergi ke ruangan saya.” Sambung Adelio berlalu pergi.
“Ohiya, Lio. Pesankan saya setelan jas dari butik langganan kita!” ucap Alvino sebelumAdelio keluar.
“Baik Tuan.” Ucap Adelio.
Adelio pun segera pergi dan berpikir segitu cintanya tuan mudanya itu sampai harus memesan pakaian baru hanya untuk menemui calon nona mudanya itu padahal yang Adelio tahu pakaian Alvino itu banyak bahkan banyak yang masih belum dipakai.
#####
Keesokan harinya.
“Mah, Reya pamit yaa!” ucap Freya meminta izin kepada mamanya.
“Apa memang harus hari ini berkasnya dilengkapi, gak bisa hari lain?” tanya mama Freya mengkhawatirkan anaknya itu karena entah kenapa perasaannya gak enak.
“Mah, kan Reya sudah menjelaskannya tadi. Harus segera diurus. Mama jangan khawatir, Reya akan baik-baik saja. Doakan Reya” ucap Freya sambil memeluk mamanya itu.
“Mama gak entah kenapa perasaan mamah gak enak!” ucap mama Freya sambil mengusap kepala putry sulungnya yang tertutupi hijabnya.
“Reya, janji akan segera pulang jika berkasnya sudah selesai.” Ucap Freya melepas pelukannya.
“Baiklah, hati-hati dijalan.” Ucap mamah Freya.
“Tentu saja. Ya sudah Reya, pamit! Assalamu’alaikum!” ucap Freya sambil mencium telapak tangan mamahnya.
“Wa’alaikumsalam” ucap mamah Freya.
Freya pun segera melajukan sepeda motornya dan berlalu pergi.
Happy Reading readers😊
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏
__ADS_1
Maaf jika banyak typo guys😉😊