Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 28


__ADS_3

Singkat cerita, kini Freya dan Hanna telah selesai wisuda.


“Re, Selamat untuk wisuda S1-mu.” Ucap Hanna setelah mereka nongkrong dikantin setelah selesai acara wisudanya.


Keluarga mereka sudah lebih dulu kembali.


“Iya, selamat untukmu juga Han.” Ucap Freya.


“Ohiya, Kak Lio kok gak datang Han? Hah, gak jadi deh kak Lio kenalan dengan calon mertua.” Sambung Freya.


“Kak Lio akan segera sampai kok, katanya masih dijalan.” Ucap Hanna.


“Mungkin Kak Lio masih punya pekerjaan. Tapi kan jadi gagal Kak Lio ketemu dengan calon mertua.” Ucap Freya.


“Gak gagal kok. Keluargaku sudah tahu kok. ” ucap Hanna.


“Hah? Emang sudah ketemu?” tanya Freya.


“Sudah kok, Kak Lio memang the best.” Ucap Freya.


“Terimah kasih atas pujiannya Nona. Assalamu’alaikum!” ucap Adelio tiba-tiba datang.


“Wa’alaikumsalam!” ucap Freya dan Hanna bersamaan.


“Maaf yaa Han, aku terlambat.” Ucap Adelio sambil menatap Hanna.


“Hah, gak apa-apa kok Kak, Hanna ngerti!” ucap Hanna.


“Ohiya, ini hadiah dari kakak untukmu. Selamat untuk kelulusanmu!” ucap Adelio sambil menyerahkan buket bunga kepada Hanna.


“Ini juga untuk Nona. Selamat untuk kelulusan Nona!” sambung Adelio menyerahkan buket bunga tulip kepada Freya.


“Ini...” ucap Freya sambil memandang Hanna.


“Terimalah!” potong Hanna karena dia tahu bunga itu pasti dari Alvino.


“Ah, baiklah terimah kasih kak. Ini sangat cantik!” ucap Freya berbinar memandang bunga tulip itu, karena dia sangat menyukai bunga tulip apalagi warna bunga tulip itu adalah warna kesukaannya pink.


“Apa nona sangat menyukai bunga tulip?” Tanya Adelio setelah dia duduk.


“Iya kak. Aku sangat menyukainya. Terimah kasih yaa kak sudah memberikan bunga ini untukku, aku akan merawatnya walaupun aku tahu dia akan layu tapi setidaknya aku akan menghambat proses layunya. Kamu gak kebaratan kan, Han?” ucap Freya sambil fokus mencium aroma bunga tulip.


“Ah, mana mungkin aku keberatan Re, kamu bisa merawatnya sesukamu.” Ucap Hanna tersenyum.


“Terimah kasih Han.” Ucap Freya.


“Ohiya, Kak Lio pasti akan mengajak Hanna untuk jalan-jalan. Jadi Reya akan segera pulang. Tapi sebelum itu kakak harus menemani kami makan dulu. Gak apa-apa dong kakak dan Hanna makannya dua kali.” Ucap Freya meletakkan buket bunganya dengan hati-hati.


“Tentu saja,Re-Nona” ucap Adelio dan Hanna bersamaan.


“Hahahh,, kalian memang berjodoh. Okay ayo kita pesan makanan.” Ucap Freya.


Beberapa menit berlalu dan akhirnya mereka telah selesai makan.


Tiba-tiba telepon Freya bordering.


Drt drt drt

__ADS_1


“Siapa?” tanya Hanna.


“Ns. N.” Ucap Freya.


“Halo, Assalamu’alaikum, selamat siang ners!” ucap Freya sopan.


“Wa’alaikumsalam Freya. Bisa ke ruangan bapak sekarang!” ucap Ners N.


“Baik ners! Saya akan kesana. Tapi ada apa bapak memanggil saya?” tanya Freya.


“Ada yang ingin saya sampaikan.” Ucap Ners N.


“Baik ners. Saya akan segera ke ruangan ners.” Ucap Freya.


Telepon pun segera berakhir.


“Ada apa?” tanya Hanna.


“Gak tahu. Yaa.. udah aku pergi dulu ya. Kak Lio titip Hanna.” Ucap Freya sambil berdiri dan membawa buket bunga tulipnya.


“Assalamu’alaikum!” pamit Freya.


“Wa’alaikumsalam.” Jawab Hanna dan Adelio bersamaan.


“Hati-hati, Re.” teriak Hanna karena Freya sudah di pintu keluar.


Freya pun hanya membalasnya dengan anggukan.


“Ada apa yaa kak? Kok Reya dipanggil ketua jurusan profesi?” tanya Hanna.


“Sepertinya mengenai beasiswa deh! Karena Reya mengajukan beasiswa.” tebak Hanna.


“Lalu kamu gak mengajukan beasiswa? Kamu gak iri jika nona Freya mendapatkan beasiswa.” tanya Adelio.


“Yah,, gak lah kak. Aku gak sepintar Reya yang bisa dengan mudah memperoleh beasiswa tapi aku bersyukur bisa menjadi sahabatnya karena dia tidak pernah memandang rendah aku walaupun aku gak sepintar dia. Dia selalu saja membantuku, bisa dikatakan bahwa aku memperoleh gelar cumlaude juga karena dia. Dia yang selalu menyemangatiku. Aku bahagia jika dia bahagia.” Ucap Hanna.


“Baiklah sudah lupakan itu, walau kau gak sepintar nona Freya tapi kakak menyayangimu. Ayo kita pergi!” ucap Adelio.


“Ayo!” ucap Hanna.


Mereka pun segera pergi.


Sementara Freya segera bertemu dengan ketua jurusan profesi. Seperti dugaan Hanna, yah benar Freya mendapatkan beasiswa profesi. Walaupun Freya agak kurang percaya dia mendapat beasiswa tapi dia juga bersyukur walau itu terasa aneh karena selama ini bahwa untuk studi profesi tidak ada beasiswa sedangkan dia mendapatkan full beasiswa selama setahun studi profesinya.


Kalian gak usah heran bagaimana Alvino bisa dengan mudah melakukan itu karena perusahaan Alvino merupaka donator terbesar untuk kampus Freya.


####


Kita tinggalkan kebahagiaan Freya yang lulus dengan nilai cumlaude dan mendapatkan beasiswa, kita beralih kepada Alvino.


Drt drt drt


“Halo, Assalamu’alaikum! Kenapa menelponku?” tanya Alvino.


“Ah, kakak bisa gak sih lembut sedikit dengan adikmu ini? Adikmu ini merindukanmu!” ucap seorang gadis dari seberang.


“Hey, kau itu beragama apa? Kenapa gak menjawab salamku?” tanya Alvino.

__ADS_1


“Ah, maaf. Wa’alaikumsalam. Ah, kakak jangan marah-marah dong, kakak seperti gadis PMS saja.” Ucap Salwa. Yah,, dia adalah Salwa Jessika Putry Stevano adik sepupunya Alvino sekaligus pewaris tunggal dari “STEVANO CORP”.


“Sudah, ada kau menelponku?” tanya Alvino.


“Salwa rindu kakak! Kakak jahat kenapa gak menghubungi Salwa? Apa kakak sudah melupakan Salwa?” ucap Salwa pura-pura menangis.


“Ah, sudahlah. Kamu gak usah pura-pura deh. Kamu kan tahu kakak lagi berusaha mengembangkan perusahan dan membuat nama kakak di akui.” Ucap Alvino lembut.


“Ya aku tahu itu tapi kan setidaknya kakak itu tetap menghubungiku. Apa mungkin kakak sudah memiliki kekasih sehingga melupakan aku!” ucap Salwa.


“Sudah. Jika gak ada yang ingin kau bicarakan kakak matikan.” Ucap Alvino.


“Ih,, kakak gak asik. Gak bisa apa basa basi sedikit. Baiklah aku akan segera pulang setengah tahun lagi aku akan menyelesaikan studi S2-ku.” Ucap Salwa.


“Syukur deh jika begitu, setidaknya kau sudah bisa mengambil alih perusahaan nanti.” Ucap Alvino.


“Ih, justru karena itu adikmu yang imut ini menelponmu kak. Aku belum ingin mengambil alih perusahaan.” Ucap Salwa.


“Lalu kapan kau bisa? Kau harus memikirkan paman dan bibi, mereka ingin kau segera mewarisinya.” Ucap Alvino.


“Makanya dari itu kak kau harus membantuku untuk mambujuk Mami dan Papi. Aku masih ingin mencari pengalaman bekerja di perusahaan lain sebelum mengambil alih perusahaan Papi.” Ucap Salwa.


“Baiklah, nanti akan aku bicarakan dengan paman dan bibi. Tapi kau akan bekerja dimana?” tanya Alvino.


“Tentu saja di perusahaan kakak, karena aku mendapatkan misi dari Aunty untuk mencarikan kakak jodoh.” Ucap Salwa tertawa.


“Hah, kamu gak usah sibuk-sibuk mencarikan kakak jodoh. Lebih baik kau mencari jodoh untuk dirimu sendiri karena kakak sudah punya calon.” Ucap Alvino tersenyum sambil membayangkan Freya.


“Hah? Sungguhan kakak sudah punya calon? Kok aunty gak bilang?” ucap Salwa.


“Karena kakak belum memberitahu Mami.” Ucap Alvino.


“Hah, tapi kak kata aunty calon kakak harus mendapatkan restu dariku dulu.” Ucap Salwa.


“Tentu saja! Kakak yakin kau akan merestuinya. Jadi lebih baik kau pikirkan calonmu sendiri.” Ucap Alvino.


“Ah, Salwa akan menikah nanti jika sudah ketemu dengan yang cocok.” Ucap Salwa.


“Baiklah, terserah kau. Tapi ingat umurmu sudah 26.” Ucap Alvino.


“Tentu saja! Salwa akan menikah nanti setelah kakak menikah. Tapi ngomong-ngomong calon kakak itu bekerja apa?” tanya Salwa.


“Dia masih kuliah, baru saja wisuda S1, masih akan menempuh studi profesinya.” Ucap Alvino.


“Tapi apa dia sudah tahu? Jangan katakan kakak mencintainya diam-diam.” Ucap Salwa.


“Kamu benar. Dia belum tahu. Tapi akan kakak pastikan dia jadi jodoh kakak.” Ucap Alvino.


“Baiklah terserah kakak. Aku akan menanti bertemu dengan calon kakak iparku itu.” Ucap Salwa.


Telepon mereka pun segera berakhir setelah mereka membahas masalah perusahaan masing-masing karena walaupun Salwa masih kuliah dia tetap melihat perkembangan perusahaan Papinya.


Happy Reading readers😊


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏


Maaf jika banyak typo guys😉😊

__ADS_1


__ADS_2