Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 122


__ADS_3

Malam harinya saat Alvino dan Freya tinggal berdua di kamarnya, “Hubby!” panggil Freya.


“Ada apa?” tanya Alvino mendekati sang istri di ranjang lalu ikut berbaring di samping Freya.


Freya tidak menjawab tapi mengambil tangan suaminya lalu dia letakkan di atas perutnya berharap sang suami mengerti apa maksunya, “Ada apa? Apa perutmu sakit?” tanya Alvino khawatir.


Freya menggeleng lalu menjadikan lengan suaminya sebagai bantal, “Hubby, aku ingin mengatakan sesuatu tapi aku mohon jangan marah.” Ucap Freya karena dia tidak bisa menyembunyikannya dari sang suami.


“Ada apa? Kenapa kau ragu?” tanya Alvino lembut.


“Aku taku hubby marah dan tidak menerimanya nanti.” Jawab Freya.


“Emang ada apa? Ayo katakan. Aku pasti akan menerimanya.” Ucap Alvino.


“Hmm,, aku hamil.” Ucap Freya.


“Hamil?” tanya Alvino kaget langsung bangun.

__ADS_1


Freya pun mengangguk, “Aku gak tahu aku hamil By. Tadi aku pucat jadi pergi ke rumah sakit untuk periksa dan ternyata aku hamil 10 minggu.” Jelas Freya mengambil hasil USG nya.


Alvino yang melihat hasil USG itu masih tidak percaya, “Maaf aku tidak bisa menepati janji yang ku buat untukmu by.” Ucap Freya memeluk lengan sang suami.


Alvino masih diam saja karena dia tidak bisa menyalahkan apa yang terjadi karena itu adalah anugerah dari sang pencipta. Selain itu juga dia turut andil dalam hal itu karena jika tidak bagaimana istrinya bisa hamil serta juga mereka memang tidak menggunakan kb karena sudah menjadi keputusan bersama. Mereka hanya menggunakan kb kalender karena Alvino tahu efek samping kb untuk sang istri. Hanya saja di sisi lain dia juga tidak bisa juga melihat sang istri kesakitan, dia masih trauma.


“By!!” panggil Freya.


Alvino pun sadar, “Sudahlah lebih baik sekarang kita tidur gak baik untuk kesehatan.” Ucap Alvino lalu membantu sang istri tidur. Freya pun hanya bisa menurutinya, dia pun tidur dengan memeluk lengan sang suami.


Keesokkan paginya saat sarapan, “Bi Wati tolong hari ini belikan susu hamil untuk nyonya.” Ucap Alvino.


Para asisten rumah tangga bersama Wina yang mendengar hal itu kaget, “Apa nyonya hamil tuan?” tanya bi Wati memberanikan diri.


Alvino pun mengangguk, “Nanti bibi beli susu yang selalu dia minum, coklat yaa bi. Kandungannya baru 10 minggu. Aku titip dia pada kalian, aku tidak ingin dia kelelahan.” Ucap Alvino.


“Baik tuan.” Jawab para asisten rumah tangga bersamaan.

__ADS_1


Anand yang baru turun untuk sarapan mendengar ucapan ayahnya itu lalu segera mendekat, “Ayah, apa aku akan memiliki adik lagi?” tanya Anand menatap sang ayah.


Alvino pun menunduk lalu membawa sang putra ke meja makan, “Iya bunda saat ini sedang hamil. Kamu adalah putra sulung ayah, jadi bisakah membantu ayah menjaga bunda?” tanya Alvino menatap putra sulungnya itu.


“Tentu ayah, aku pasti akan menjaga bunda dengan baik.” jawab Anand tegas.


“Itu baru putra ayah.” Ucap Alvino sambil mengusap kepala putra sulungnya itu yang sudah bersikap dewasa padahal baru berumur 4 tahun.


Tidak lama Freya turun bersama dengan si kembar dan princessnya, “Ayah!” panggil Anind berlari mendekati ayah dan kakaknya itu.


“Apa yang kalian bicarakan? Kenapa tidak mengajak Anind juga?” tanya Anind.


“I-itu urusan laki-laki kamu gak boleh tahu.” Jawab Anand.


“Ah kakak gak asik.” Jawab Anind cemberut.


Alvino pun hanya tertawa melihat tingkat putri kecilnya itu lalu dia berdiri membantu Freya untuk duduk. Alvino sudah memikirkan sepanjang malam dia harus menerima kehamilan istrinya ini karena itu adalah kepercayaan untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2