Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 129


__ADS_3

Alvino pun segera masuk melihat istrinya yang tengah berbaring di ranjang pasien dengan beberapa alat di tubuhnya.


Alvino mendekat lalu tiba-tiba air matanya menetes, “Sayang, ini aku! Hiks,, hikss, maaf sayang aku sudah berusaha menahannya tapi tetap tidak bisa.” Ucap Alvino sambil menghapus air matanya.


“Sayang, kau sangat cantik! Aku merindukanmu.” Ucap Alvino menggenggam tangan Freya.


“Sayang, apa kau mendengarku? Aku merindukanmu. Ayo sadarlah putri kita sudah lahir. Dia sangat cantik Anind juga sudah melihatnya. Dia sangat antusias menyambut adiknya itu. Apa kau tidak ingin melihat mereka?” ucap Alvino.


“Inilah yang aku takutkan sayang kamu seperti ini. Aku tidak suka kamu tidak menjawabku seperti ini. Ayo sayang jawab aku.” Ucap Alvino.


Sekitar setengah jam Alvino bicara kepada Freya tapi Freya tetap saja masih damai dengan tidurnya. Dia terlihat sangat cantik bahkan alat-alat yang terpasang dalam tubuhnya itu tidak menghalangi aura kecantikannya.

__ADS_1


Setelah Alvino keluar, dia langsung memeluk Papa Khabir yang ada di depan ICU bersama Mama Najwa. Mama Najwa segera masuk bergantian dengan Alvino, “Pah, dia,,” ucap Alvino.


“Sabar nak. Papa yakin dia pasti akan segera sadar. Kamu harus kuat, jangan sedih karena bukan hanya Reya yang butuh dirimu tapi juga anak-anak kalian apalagi putri kecilmu itu. Kau bahkan belum memandangnya dengan jelas, kau terlalu mengabaikan putrimu itu. Ingat bersedih boleh tapi jangan berlarut-larut kasihan putrimu. Ayo sana kau jenguklah putrimu.” Ucap Papa Khabir bijak.


“Maaf pah, a-aku takut jika dia,,”


“Sst, stt,, jangan berandai-andai. Kita harus kuat menghadapi ini.” ucap Papa Khabir.


“Hanna!” ucap Alvino.


“Tuan, anda pasti ingin melihat putri anda kan? Kalau begitu lihatlah dia saya pergi dulu.” Ucap Hanna.

__ADS_1


Alvino pun mengangguk lalu segera mendekati box bayi yang di mana di sana putri kecilnya sedang tidur. Alvino pun menatap putri kecilnya itu, “Sayang, maafin ayah yang melupakanmu. Maaf!!” ucap Alvino mengecup kening putri kecilnya itu.


“Kita harus kuat yaa sayang, kita harus menghadapi ini. Kau tahu kau itu paling di nantikan oleh kakak-kakakmu apalagi kakakmu Anind. Dia paling menantikanmu sayang. Ayah sama bunda juga menantikanmu hanya saja sekarang bunda belum menemuimu karena bunda masih sakit. Jangan benci bunda yaa sayang.” ucap Alvino kepada bayi kecil itu.


Lama Alvino bicara pada putri kecilnya itu. Bahkan sampai Mami Sinta dan Papi William serta keluarga lain datang melihat Freya dan putri kecil mereka Alvino masih menjaga putri kecilnya itu.


“Kak, kau harus kuat. Aku yakin kakak ipar pasti bisa melewati semua ini.” Ucap Salwa menepuk bahu Alvino.


Alvino pun mengangguk.


Satu minggu berlalu, Freya tetap masih koma hanya saja kini dia sudah tidak di ICU karena kondisinya sudah stabil tapi dia masih tetap setia menutup matanya. Freya sudah di pindahkan ke ruang perawatan, Alvino menyediakan fasilitas lengkap untuk perawatan istrinya itu.

__ADS_1


Putri kecilnya juga sudah di bawa pulang 4 hari yang lalu dan di rawat oleh Mami Sinta dan Mama Najwa di rumah. Sedangkan Alvino menginap di rumah sakit menjaga Freya bahkan pekerjaannya di antar oleh Fazar ke rumah sakit begitu juga makanan dan pakaiannya.


__ADS_2