Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 137


__ADS_3

Sebulan berlalu, luka operasi Freya sudah sembuh dengan baik. Perkembangan Azwa baik, Freya juga sudah bisa menyusui putrynya itu. Freya yang sempat sedih karena tidak memiliki rahim kini dia sudah bisa menerimanya dan menikmati hari-harinya dengan mengamati perkembangan ke lima anaknya yang ternyata memiliki sifat yang berbeda.


“Bunda!!” panggil Anind.


“Iya ada apa sayang?” tanya Freya.


“Anind jika nanti sekolah dasar tidak mau sekolah dengan kakak.” Ujarnya.


“Kenapa sayang?” tanya Freya lembut.


“Anind gak mau jadi perantara pengagum kakak.” Balas Anind.


Freya pun seketika tersenyum, “Emang kakak punya pengagum yaa?” tanya Freya.


“Iya bun sangat banyak. Mereka sangat menggilai kakak. Coba bunda lihat surat dan hadiah mereka.” Ucap Anind yang membawa beberapa surat.


Freya pun mengambilnya dan membacanya lalu tertawa, “Bunda jangan tertawa anak cantikmu ini menderita.” Ucap Anind.


“Hahah, baiklah. Lalu kenapa tidak menyampaikannya kepada kakakmu?” tanya Freya.


“Yah, karena Anind tidak merestui mereka. Pokoknya jika nanti ada yang menyukai kakak maka harus melewati Anind dulu. Mereka itu hanya menyukai kakak karena kakak tampan bun. Mereka itu munafik, Anind gak menyukai mereka.” Jelas Anind panjang lebar.

__ADS_1


“Kenapa kau tahu mereka tidak baik?” tanya Freya.


“Yah karena mereka itu,, pokoknya Anind gak menyukai mereka.” Ucap Anind.


Freya pun tersenyum, “Anind gak boleh begitu sayang, Anind gak boleh menilai seseorang karena mereka terlihat tidak baik karena kita tidak tau masalah apa yang mereka alami. Anind boleh melindungi kakak tapi tidak boleh menilai orang seperti itu.” Ucap Freya lembut.


“Hmm,, baik bunda.” Jawab Anind.


Tiba-tiba, “Bunda!” panggil Azlan dengan cerianya lalu segera masuk di ikuti oleh kedua putra dinginnya.


“Azlan jangan teriak, adik Azwa sedang tidur.” Ucap Anind.


Azlan pun hanya cengesan mendengar ucapan kakak perempuannya itu, “Apa ini?” tanya Anand melihat ada namanya yang tertulis di beberapa kertas di ranjang bundanya.


Anand pun membacanya satu persatu lalu tertawa, “Hahahh,, mereka sangat lucu.” Ucap Anand.


“Lucu? Mereka itu menyebalkan kak.” Ucap Anind kesal.


“Sudah jangan bertengkar.” Ucap Freya.


“Bunda!” panggil Azlen.

__ADS_1


“Iya sayang.” jawab Freya menatap putranya yang sangat irit bicara itu bahkan lebih irit dari Anand.


“Boleh gak Azlen punya komputer?” pintanya


Freya pun terkejut mendengarnya pasalnya putranya itu belum umur tiga tahun dan kini meminta komputer padanya. Freya bukan tidak tahu bahwa putra kembarnya itu tertarik dengan komputer hanya saja mereka masih kecil, “Buat apa sayang?” tanya Freya lembut.


Azlen hanya diam, “Hmm,, bagaimana jika nanti Azlen sudah umur seperti kak Anand nanti bunda belikan tapi sekarang belum boleh sayang. Kamu masih kecil, bunda tidak ingin mata kalian cepat rusak.” Ucap Freya memberi pengertian.


“Hmm,, dek benar itu yang bunda katakan.” Ucap Anand tapi Azlen hanya dia saja.


“Begini saja deh, Azlen dan Azlan jika ingin main komputer pinjam punya ayah atau bunda aja. Bagaimana?” tawar Freya karena tidak ingin putranya itu sedih.


Seketika senyum muncul di wajahnya, “Terima kasih bunda.” Ucap Azlen.


“Sama-sama sayang.” balas Freya.


Malamnya, “Hubby!” panggil Freya.


“Ada apa sayang?” tanya Alvino yang sedang bermain dengan putri kecilnya.


“Apa aku salah makan saat mengidam Azlan dan Azlen?” tanya Freya menatap suaminya.

__ADS_1


“Ada apa dengan mereka?” tanya Alvino.


“Tadi Azlen meminta di belikan komputer. Aku bukan tidak senang akan pengetahuan anak-anak kita hanya saja mereka masih kecil.” Ucap Freya.


__ADS_2