Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 128


__ADS_3

“Koma?”


“Iya operasi yang kami lakukan berhasil menghentikan perdarahannya tapi dia tetap harus di ICU dulu dan untuk kesadarannya saat ini dia mengalami koma karena dia hampir kehilangan semua darahnya.” Jelas dokter.


“Berapa lama kemungkinan dia akan mengalami koma?” tanya Papi William karena putranya hanya bisa diam.


“Maaf tuan kami belum bisa memprediksikan sampai kapan dia akan mengalami koma. Itu tergantung keinginannya yang ingin segera sadar. Kalian bisa mencoba mengajaknya bicara untuk menstimulus agar dia cepat sadar.” Jawab dokter.


“Baiklah kami mengerti dokter. Terima kasih!” jawab Papi William.


“Ayah!” panggil Anand memeluk Alvino yang hanya duduk diam memandang lantai.


Alvino pun memandang putranya itu, “Ayah, bunda pasti akan baik-baik aja.” Ucap Anand.


Alvino pun memeluk putranya itu, “Kenapa kau begitu dewasa menghadapi ini nak?” ucap Alvino.


“Karena bunda pasti tidak ingin melihat kita bersedih apalagi ayah. Bunda sangat menyayangi ayah, jadi jangan sedih ayah.” Ucap Anand dewasa.


Alvino pun seketika merasa tertampar dengan ucapan putranya itu, “Kau benar nak. Lebih baik kita segera melihat bunda.” Ucap Alvino segera berdiri lalu menggandeng putranya itu menuju ICU.

__ADS_1


Papi William yang melihat itu hanya bisa menghela nafas lega, “Untung saja ada kau nak untuk menguatkan ayahmu.” Gumam Papi William menuju ruangan di mana cucu barunya ada.


Setibanya di sana Mami Sinta segera mendekati suaminya itu, “Bagaimana? Apa operasinya sudah selesai?” tanya Mami Sinta.


Papi William pun mengangguk, “Operasinya berjalan lancar hanya saja dia saat ini koma.” Jelas Papi William.


“Apa? Koma?” Tanya Mama Najwa langsung lemas hampir saja dia jatuh jika tidak ada Papa Khabir yang menahannya.


“Kamu gak salah bicara kan Pih?” tanya Mami Sinta.


Papi William menggeleng, “Jika kau tidak percaya pergilah lihat. Saat ini dia ada di ICU.”


Papi William pun segera menggendong cucu perempuannya itu, “Kakek tahu cucu kakek ini sangat pintar, jadi kamu doakan saja bunda lebih baik kita pulang dulu, bagaimana?” ucap Papi William.


Anind menggeleng, “Anind gak mau pulang kakek sebelum melihat bunda.” Jawab Anind.


“Gak boleh gitu sayang, kita harus pulang. Bukankah kita harus menyiapkan hadiah untuk adik cantikmu ini?” ucap Papi William.


“Ohiya, kakek siapa nama adikku ini?” tanya Anind lalu turun menatap bayi kecil yang tertidur di box bayi.

__ADS_1


“I-itu nanti kita akan tahu nanti setelah dia pulang ke rumah jadi Anind harus pulang untuk menyambutnya. Kita pulang dulu yaa.” Bujuk Papi William.


“Hmm,, baiklah aku akan pulang.” Ucap Anind akhirnya menyetujui.


Anind bicara dengan adik kecil yang tertidur itu, “Adik kecil nanti kita ketemu di rumah yaa, cepat besar agar kita bisa main boneka bersama. Kakak punya banyak boneka nanti kakak akan memberikannya padamu.” Ucap Anind.


Para tetua pun hanya bisa tersenyum miris mendengarnya.


***


Sementara di sisi lain, “Suster, apa aku bisa melihatnya?” tanya Alvino.


“Bisa tuan tapi anda harus mengganti pakaian dulu dan hanya satu-satu orang.” Balas suster itu.


“Masuklah tuan, aku yakin Rere sangat ingin ketemu denganmu. Anand kamu sama aunty yaa?” ucap Hanna mengajak putra sahabatnya itu.


“Kamu sama aunty Hanna dulu yaa.” Ucap Alvino.


Anand pun mengangguk, “Ayah, masuklah temui bunda katakan padanya jangan khawatirkan apapun. Anand akan menjaga adik-adik dengan baik.” ucap Anand.

__ADS_1


Alvino pun akhirnya masuk tapi sebelumnya dia memakai pakaian steril.


__ADS_2