Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 47


__ADS_3

Freya yang mendengar pengakuan dari pria yang ada di hadapannya tersenyum lalu melihat kedua orang tuanya dan dibalas oleh kedua orang tuanya dengan senyuman.


“Wa’alaikumsalam. Terimah kasih sudah menyampaikan maksud dan tujuan kakak beserta keluarga. Terimah kasih juga untuk pengakuan perasaan kakak. Saya disini diharuskan untuk menjawab pengakuan kakak, semua orang yang ada disini sepertinya menunggu jawaban saya. Saya ucapkan terimah kasih kepada kakak atas semua pujiannya untuk saya tapi sebenarnya saya juga seorang gadis pada umumnya, seorang manusia biasa dan saya juga seorang putri yang masih sangat bergantung kepada kedua orang tua. Jadi saya memiliki banyak kekurangan dan mungkin akan membuat masalah suatu saat nanti. Baiklah, sepertinya sudah cukup bicaranya karena semua orang sudah sangat penasaran akan jawaban saya. Satu pesan saya, jika saya membuat kesalahan nanti maka itu murni kesalahan saya tidak ada hubungannya dengan siapapun.” Ucap Freya tersenyum.


Alvino yang mendengarnya langsung was-was karena jangan sampai kesalahan yang dia maksud yaitu akan menolak lamaran ini.


Freya yang melihat perubahan ekspresi di wajah Alvino tersenyum dan melanjutkan perkataannya, “Saya Freya Nur Nabila Abraham dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim menerima lamaran dari Kakak Mohammad Alvino Putra Aryawiguna. Mohon bimbingannya agar sekiranya saya bisa menemani kakak untuk menciptakan pernikahan yang bahagia seperti impian kakak!” ucap Freya tersenyum.


Semua tamu dan keluarga yang ada langsung mengucap syukur terlebih Alvino dia langsung mengucap syukur di sertai matanya yang berkaca-kaca. Freya yang melihatnya hanya tersenyum. Saat Freya sudah menerima lamaran Alvino, tiba-tiba dekorasi nama mereka langsung muncul.


Acara pun dilanjutkan dengan tukar cincin tapi yang memasangkan cincin dijari mereka adalah ibu mereka masing masing. Untuk Freya yaitu Mami Sinta yang memasangkannya begitupun sebaliknya untuk Alvino, Mama Najwa yang memasangkannya.


Freya maupun Alvino tidak bersentuhan sama sekali bahkan jika secara tidak sengaja saling menatap pun pasti akan ada salah satunya yang langsung menunduk. Acara lamaran pun dilanjutkan dengan acara lainnya sampai selesai.


Sementara kedua mempelai yang masih malu-malu,


“Assalamu’alaikum Dek!” salam Alvino saat mereka sudah lama hanya diam.


“Wa’alaikumsalam Tuan!” jawab Freya tersenyum.


“Kok tuan? Bukankah tadi kakak?” tanya Alvino kaget.


Freya tersenyum, “Itu tadi karena acara formal,saya masih canggung mengatakannya!” jujur Freya.


“Bisakah kamu memanggil seperti itu lagi? Saya sangat suka mendengarnya!” pinta Alvino.


Freya lagi-lagi tersenyum,


“Senyummu itu memabukanku Dek! Jangan tersenyum!” batin Alvino


“Akan saya usahakan!” ujar Freya.


“Baiklah, bisakah kakak minta nomor ponselmu dek?” pinta Alvino.


“Bukankah kakak sudah memilikinya?” goda Freya tersenyum.


“I-itu,,” gugup Alvino.


“Saya sudah tahu kok. Hanna sudah menceritakannya. Kakak jangan bohong. Apa perlu saya tanya kepada Kak Lio?”Ucap Freya.


“Apa yang harus ditanyakan kepada suamiku?” tanya Hanna.

__ADS_1


“Iya, ada apa nona Freya?” tanya Adelio.


Freya hanya tersenyum dan langsung melihat Alvino.


“Gak ada kok,” jawab Alvino.


“Beneran gak ada?” tanya Hanna


“Gak ada kok Han! Gak jadi,,” ucap Freya karena kasihan Alvino sudah malu.


“Baiklah, jika tidak ada. Re, selamat! Aku bahagia untukmu!” peluk Hanna.


“Terimah kasih, Han!” balas Freya.


“Selamat Tuan Muda! Selamat Nona Muda!” ucap Adelio kepada Alvino dan Freya.


Alvino dan Freya hanya tersenyum membalasnya. Hanna dan Adelio pun segera kembali setelah selesai mengucapkan selamat dan doa kepada Freya dan Alvino. Salwa yang melihat itu, segera menghampiri kakak dan calon kakak iparnya itu.


“Halo, kakak ipar. Kau cantik sekali!” puji Salwa.


“Makasih Nona! Nona juga sangat cantik.” puji Freya balik.


“Ah, kakak ipar jangan memanggilku seperti itu. Ohiya kenalkan aku Salwa Jessika Putry Stevano adiknya kakak, kita hanya beda dua tahun. Pokoknya kakak ipar jangan memanggilku Nona, tapi ngomong-ngomong kita sudah pernah bertemu sebelumnya. Apa kakak ipar melupakanku?”tanya Salwa.


“Kakak? Sepertinya bagus tapi kakak ipar boleh kok memanggilku dengan namaku. Iya itu pertemuan pertama kita tapi kita juga pernah bertemu lagi setelah itu,,”ucap Salwa.


“Ohiya, kakak kan yang saat itu menjaga Mami!” potong Freya.


“Mami? Ohiya aunty maksud kakak ipar?” goda Salwa.


“Kak Salwa jangan menggodaku, itu permintaan Mami.” Ucap Freya.


Salwa yang mendengarnya hanya tertawa, sementara Alvino merasa diabaikan. Salwa yang melihat ekspresi kakaknya pun menggodanya, “Kakak ipar sepertinya ada yang sedang jealous!” goda Salwa kepada kakaknya.


Freya yang mengerti maksud Salwa langsung ikut melihat Alvino.


“Siapa yang jealous? Silahkan kalian bicara!” ucap Alvino.


“Itu buktinya! Kami tidak mengatakan bahwa kakak yang jealous tapi kenapa kakak langsung merespon. Itu berarti kakak yang jealous, bukankah begitu kakak ipar?” tanya Salwa.


Freya hanya tersenyum, sementara Alvino ingin rasanya dia membalas Salwa karena sudah berani mempermalukannya di depan wanitanya.

__ADS_1


“Jika kakak ingin membalas perkataan kak Salwa silahkan! Jangan jaim!” ucap Freya tersenyum sambil melihat Alvino.


Alvino yang dilihat seperti itu pun jadi malu dan kaget karena dia heran kenapa Freya bisa mengetahui kata hatinya.


“Kakak ipar dia itu pasti tidak berani melakukan itu didepanmu. Asal kau tahu saja kakak ipar, kakak itu sangat kejam kepadaku dia sering memarahiku.” Adu Salwa.


Tiba-tiba,,


“A-aduhh,, sakit! Siapa sih,, Ah mami!” ucap Salwa cengesan melihat siapa yang menjewernya.


“Kenapa kau mengganggu kakakmu dan kakak iparmu hah?” tanya Mami Santi.


“Mami aku kan hanya ingin bicara dengan kakak ipar.” Ucap Salwa sambil menggosok telinganya yang merah.


“Nak, silahkan kalian bicara! Ayo kau ikut mami, jangan ganggu mereka.” Mami Santi langsung membawa Salwa pergi.


Freya yang melihat hal itu hanya tersenyum.


“Ternyata kakak punya banyak pembela ya?” ucap Freya tertawa.


Alvino yang melihat Freya tertawa lagi-lagi terpesona, “Kau sangat cantik jika tertawa. Ah, itu sepertinya kau mengetahui saya memanggil bibi.” Ucap Alvino.


Freya langsung diam saat Alvino memujinya.


“Kenapa diam? Nggak apa-apa kok, saya sedang kok melihatmu tertawa, dek! Kau sangat cantik seperti itu.” Ucap Alvino.


“Kakak juga sangat lucu saat sedang malu.” Ucap Freya.


Mereka pun akhirnya tertawa bersama. Mereka pun bicara sambil diselingi dengan tawa sampai acara lamaran selesai. Alvino dan keluarganya segera pulang setelah acara lamaran selesai dan untuk pernikahan akan dilaksanakan setelah Freya wisuda. Hal itu sudah menjadi kesepakatan kedua keluarga.


#####


Ting


Satu pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal, Freya pun segera membacanya yang ternyata dari Alvino.


“Assalamu’alaikum, Dek! Ini kakak. Simpan yaa nomornya!”


“Wa’alaikumsalam! Iya.” Balas Freya.


Freya pun segera menyimpan nomor Alvinotapi tiba-tiba dia bingung harus menulisnya namanya dengan apa, akhirnya setelah lama dia pun memutuskan untuk menyimpan nomor Alvino dengan nama lengkapnya karena Freya selalu menyimpan nama kontak dengan nama lengkapnya.

__ADS_1


Happy Reading Guys !!


Jangan lupa like, komen, vote, gift dan favoritin,,


__ADS_2