Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 8


__ADS_3

Akhirnya setelah kurang lebih 15 menit dalam perjalanan mereka sampai juga di kediaman orang tua Alvino yang berada di perumahan elit yang tentu saja tingkat penjagaannya terjamin.


Setelah masuk dari gerbang mereka sampailah di sebuah rumah yang sangat besar dan juga megah. Satpam penjaga rumah orang tua Alvino pun yang mengenali bahwa itu mobil putra majikannya segera membukakan pintu gerbang agar mobil Alvino bisa masuk.


“Terimah kasih, pak” ucap Alvino kepada penjaga


“Sama-sama tuan muda” balas penjaga itu


Adelio pun segera memakirkan mobil bosnya itu digarasi kediaman orang tua bosnya itu.


“Lio, kau juga ikut masuk” ajak Alvino kepada asistennya itu.


“Tapi bos” ucap Adelio gak enak ikut dalam makam malam keluarga itu.


“Gak ada tapi-tapian kau itu bukan orang asing kau itu temanku” ucap Alvino


“Itu benar nak,” timpal maminya Alvino yang datang ke pintu depan menyambut kedatangan putranya itu setelah mendengar bunyi mobil.


“Mih,” panggil Alvino sambil memeluk maminya itu


“Mana papi Mih?” sambung Alvino menanyakan papinya


“Ada di dalam, ayo kita masuk. Lio kau juga ikut” ucap mami Alvino


“Baik nyonya” ucap Adelio


“Jangan panggil nyonya dong panggil aja mami seperti Vino” ucap mami Alvino


“Sudah mih, biarkan dia. Dia memang seperti itu, kepada Vino saja dia seperti itu” ucap Vino sambil menggandeng tangan maminya itu. Adelio hanya cengesan mendengar perkataan temannya itu.


“Akhirnya kau datang juga, kalau gak papimu ini akan kelaparan karena mamimu itu tidak akan makan tanpamu” ucap papi Alvino


“Kan mami sudah mengatakan jika papi ingin makan, makan saja tapi mami masih mau menunggu Vino. Itu salah papi gak mau makan” ucap mami Alvino


“Mana mungkin papi makan sedangkan mami tidak”Ucap papi Alvino


“Kapan nih kita makan?”Ucap Alvino merusak keromantisan orangtuanya


“Yaa.. sudah ayo. Kau pasti lapar” ucap mami Alvino perhatian kepada putranya itu hingga melupakan suaminya.


“Lio,, paman sarankan kepadamu yaa.. jika kau menikah nanti dan punya anak jangan mau punya anak laki-laki karena dia akan menjadi sainganmu” ucap papi Alvino kepada Adelio sambil melirik istri dan juga putranya.


“Jangan dengarkan papimu itu. Lio jangan dengarkan kata pamanmu itu. Dia memang seperti itu” ucap mami Alvino sambil mengambilkan makanan untuk Adelio juga.

__ADS_1


“Makasih tante” Ucap Adelio


“huhh,,”Ucap papi alvino mengeluh dan dia pun segera menyendok makanan sendiri ke piringnya karena dia yakin pasti istrinya itu melupakannya jika ada putra mereka.


“Vin, segeralah kau menikah” ucap papi Alvino sambil mengunyah makanannya.


Uhuk..uhuk..


“Pih” ucap mami Alvino menatap tajam suaminya karena membuat Alvino batuk.


“Vino gak apa-apa mih” ucap Vino setelah minum air


“Pih, Vino belum ingin menikah” Sambung Alvino


“Kenapa? Umurmu itu sudah cukup untuk membina rumah tangga!” Ucap papi Alvino


“Belum ada yang cocok” ucap Alvino dan hal itu membuat Adelio menatap temannya itu.


“Mau mama kenalkan dengan anak teman mami?” ucap mami Alvino ikut-ikutan


“Vino gak mau mih dijodohkan. Vino ingin menikah dengan gadis yang vino pilih tapi belum saat ini Vino menikah” Ucap Vino


“Itu,,” ucap Adelio yang langsung mendapat tatapan tajam dari Alvino.


“Ah,, gak ada tante” Ucap Adelio.


“Ohh. Tante pikir kau akan mengatakan anak tante ini naksir seseorang” ucap mama Alvino.


“itu benar tante” pikir Adelio dalam hati.


“Sudah ayo kita habiskan makanan ini. Jika nanti Vino akan menikah pasti Vino akan mengatakan kepada mami dan juga papi tapi belum saat ini” ucap Alvino mengalihkan pembicaraan.


Akhirnya acara makan malam keluarga itu selesai dan Alvino dan Adelio menginap di kediaman orang tua Alvino.


######


Keesokan harinya Alvino dan juga Adelio menyelesaikan proposal mereka. Sedangkan Freya saat ini sedang ada di kampus bersama Hanna.


“Han,, bagaimana perkembangan proposalmu?” Tanya Freya


“Itu Re, aku baru bab dua tapi sudah mau selesai. Kau yang sudah bab tiga” ucap Hanna


“Coba mana kulihat?” Tanya Freya

__ADS_1


“Ouhh,, ini sih tinggal sedikit lagi selesai” sambung Freya


“Iya, aku pusing apa lagi yang harus kumasukkan” ucap Hanna kehabisan ide


“Sudahlah, jangan terlalu dipaksakan, pasti akan kembali itu idenya” ucap Freya


“Bagaimana jika kau ikut denganku ke seminar. Siapa tahu kau nanti mendapat ide untuk proposalmu” ajak Freya


“Ah,, iya yaa. Kok aku lupa kau hari ini ada jadwal seminar” Ucap Hanna


“Aku pasti ikut”sambung Hanna karena seminar freya keli ini berhubungan dengan judul proposalnya.


“Yaa. ayo” Ajak Freya karena jadwal seminarnya pukul 10.30 sedangkan itu sudah menunjukkan pukul 09.45.


Sebenarnya gak apa-apa dia terlambat tapi karena dia tidak suka menunggu maka sebisa mungkin dia tidak ingin orang lain menunggu karena dia percaya ada timbal balik makanya dia selalu berusaha untuk tepat waktu.


Mereka pun segera melaju ke tempat seminar dilaksanakan menggunakan sepeda motor mereka masing-masing.


Di sisi lain, Alvino yang sedang menyelesaikan proposal bisnisnya pun mengalami kesulitan karena dia tidak bisa menemukan ide yang cocok untuk dia tawarkan agar proposalnya semakin menarik dan dapat dengan mudah di terima.


Tiba-tiba dia melihat jam dinding dan menunjukkan pukul 10.15. Dia pun langsung teringat akan seminar Freya.


“Lio, tanggal berapa hari ini?” Tanya Alvino.


“Tanggal 3 oktober bos.” Jawab Adelio.


“Lio, ambilkan laptopku” Pinta Alvino.


Adelio pun segera memberikan laptop yang di minta oleh bosnya itu. Adelio pun kembali menyelesaikan pekerjaannya.


“Syukurlah belum mulai” ucap Alvino setelah beberapa saat dia mengotak-atik laptop miliknya.


Alvino yang belajar IT di Jerman di sela-sela dia belajar bisnis hingga bisa dengan mudah membobol CCTV.


Adelio yang penasaran akan apa yang dilihat bosnya itu pun mendekati dan menatap kedalam layar laptop bosnya itu. Disana terlihat sebuah ruangan yang telah ditata dengan rapid an beberapa orang yang telah duduk dengan rapi.


“Ouh,, kupikir kau kenapa!”ucap Adelio yang telah memahami bosnya itu mengucap syukur pun segera kembali ke tempat melanjutkan kembali pekerjaannya karena itu memang selalu terjadi jika ada acara seminar yang dilakukan oleh calon nona mudanya itu. Sudah pasti tuan mudanya itu akan ikut bergabung jika itu online dan jika offline maka pasti akan membobol CCTV.


Hal itu sudah sering terjadi sehingga Adelio sudah mulai terbiasa dan tidak heboh lagi seperti pertama kali dia mengetahui bosnya itu bisa membobol CCTV.


Sementara Adelio yang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Alvino sibuk mendengarkan seminar yang dibawakan oleh gadis pujaannya itu dengan serius dan lebih menakjubkan lagi Alvino bisa membobol CCTV beserta suaranya sehingga dia bisa mendengarkan apa yang disampaikan oleh gadis cantik yang telah merebut hatinya itu.


Happy Reading readers😊

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏


__ADS_2