Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 54


__ADS_3

“Freya Nur Nabila Abraham, sekali lagi aku ingin memintamu menjadi pendampingku. Will you marry me?” tanya Alvino.


“Yes, I will.” Jawab Freya sambil tersenyum.


Alvino pun segera memakaikan kalung itu di leher Freya walau tertutup dengan hijab Freya.


“Terima kasih kak! Ini sangat indah.” Ucap Freya.


“Kakak yang sangat berterimah kasih padamu karena kau bersedia menjadi istri kakak.” Ucap Alvino.


Mereka pun kembali duduk dan Freya kembali menikmati minumannya.


“Kak, ini adalah hari terakhir kita ketemu sebelum akad nanti. Jadi jika ada yang ingin kakak tanyakan maka bertanyalah.” Ucap Freya.


“Ohiya tapi sebelum kakak bertanya aku ingin mengatakan satu hal bahwa aku gak bisa memasak.” Ucap Freya.


“Kakak gak mempedulikan itu karena kakak gak mencari asisten rumah tangga tapi mencari istri. Kakak juga ingin mebangun rumah tangga bukan rumah makan.” Ucap Alvino.


“Ah kakak lucu deh. Tapi tetap saja memasak adalah hal penting yang harus dimiliki oleh seorang istri lalu bagaimana dong Reya gak bisa masak taunya makan doing.” Ucap Freya tersenyum.


“Kan sudah kakak katakan kakak mencari istri. Memasak bukan hal penting. Kakak hanya ingin kau menjadi pendampingmu.” Ucap Alvino.


“Kakak sekarang sudah pintar menggoda ya,, aku kan jadi malu.” Ucap Freya tertawa.


“Tapi beneran kakak gak mempermasalahkan apapun.” Ucap Alvino.


“Yakin? Ingat loh nanti kakak menyesal lagi karena gak bertanya. Ayolah bertanya?” paksa Freya.


“Kakak gak tahu aja sikap aku entar kakak kaget nanti jika sudah menikah.” Sambung Freya.


Sedangkan Alvino hanya tersenyum menanggapinya karena dia semakin yakin bahwa Freya adalah orang yang tepat untuk menjadi istrinya karena wanita itu tidak takut keburukannya diketahui, justru Freya sendiri yang berusaha menjelekkan dirinya sendiri.


Mereka pun menghabiskan malam itu bersama dan tertawa karena setelah ini mereka gak akan ketemu dan akan ketemu nanti saat pernikahan mereka empat hari lagi.


#####


Hari ini adalah hari yang mendebarkan bagi Alvino dan Freya karena sebentar lagi mereka akan berubah status menjadi seorang suami dan istri. Freya dan Alvino gak ketemu selama 4 hari terakhir dan mereka hanya saling mengirim pesan jadi hari ini juga mereka akan kembali bertemu dan sudah pasti dengan status sebagai pasangan suami istri.


Akad nikah dilaksanakan di rumah Freya dan untuk resepsinya nanti akan dilaksanakan besok di sebuah gedung. Akad nikahnya akan dilaksanakan pukul 09.30 dan saat ini jam masih menunjukkan pukul 08.01 dan Freya sedang di make up di dalam kamarnya.


Sejam berlalu, kini keluarga mempelai laki-laki sudah tiba beserta mempelai laki-laki dengan pakaian akad nikahnya. Freya juga di dalam kamar sudah selesai di make up. Tidak lama prosesi akad dimulai. Akad nikah dilakukan dengan mempelai laki-laki dan perempuan terpisah.

__ADS_1


Alvino sebelum mengucap ijab membaca dulu ayat Al-Qur’an yakni surah Ar-Rahman dan Surah Al-Mulk sampai selesai untuk dijadikan mahar selain mahar yang telah disiapkan Alvino tanpa diketahui Freya. Freya yang mendengar itu dari dalam kamarnya terharu karena dia tidak menyangka impiannya untuk menikah dengan mahar surah Al-Qur’an terwujud.


Setelah selesai membaca kedua surah itu Alvino segera melakukan ijab qabul hanya dengan satu kali tarikan nafas. Kini Alvino dan Freya sudah menjadi pasangan suami istri yang sah. Freya pun segera di ajak untuk menemui Alvino yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Freya tersenyum menemui suaminya itu, dan untuk pertama kalinya mereka bersentuhan. Freya untuk pertama kalinya menyalami tangan suaminya itu dan dibalas oleh Alvino dengan kecupan di dahinya yang ditutupi hijab. Setelah itu mereka segera menyelesaikan dokumen pernikahan mereka.


Sebelum zuhur akad nikah pernikahan Alvino dan Freya selesai. Seluruh tamu undangan pamit pulang. Kini tinggallah keluarga besar mereka yang masih ada disana.


“Nak, akhirnya kau jadi menantu mami.” peluk Mami Sinta kepada Freya. Freya pun membalas pelukan ibu mertuanya itu.


“Nak, kau harus menjaga istrimu dengan baik.” ucap Mami Sinta kepada Alvino.


“Tentu saja Mih.” Jawab Alvino.


“Ah, kakak ipar akhirnya kau resmi juga jadi kakak iparku dan kakak tampanku ini akhirnya memiliki istri juga.” Ucap Salwa.


“Kau juga segera cari suami sana.” Ucap Alvino.


“Nak kami harus segera pulang. Resepsi pernikahan kalian akan dilaksanakan besok kan. Vin mami pamit.” Ucap Mami Sinta memeluk putranya itu.


“Nak, sekarang kau sudah jadi seorang suami jadi kau harus menyayangi istrimu dengan baik.” pesan Papi William.


Seluruh keluarga Alvino segera pamit pulang dan kini tinggalah Alvino dan Freya beserta keluarga besar Freya ada di rumah itu. Freya dan Alvino masih terlihat canggung bahkan mereka belum sempat bicara saat akad tadi sampai sekarang karena harus melayani tamu undangan.


Kini Freya sudah mengganti pakaiannya dengan gamis, tidak lupa juga hijabnya dan dia juga sudah menghapus make upnya. Kini mereka makan siang bersama tapi tetap saja masih canggung. Bahkan mereka melakukan sholat pun masing-masing. Alvino sholat bersama keluarga Freya sementara Freya sholat sendiri di kamarnya.


“Hey, bro aku adalah paman istrimu ini. Kau tahu kan?” ucap Zein saat melihat Alvino dan Freya hanya diam saja.


“Iya saya tahu.” Ucap Alvino canggung. Dia memang sudah mengenal semua anggota keluarga istrinya itu tapi tidak begitu akrab.


“Ya sudah deh kalau begitu lebih baik kalian makan dan jangan lupa juga saling bicara gak enak tahu saling diam-diaman.” Ucap Zein berlalu.


“Kakak mau makan yang mana?” tanya Freya kepada Alvino.


“Terserah kau saja dek!” ucap Alvino tersenyum.


“Kan Reya bertanya kok jawabnya gitu.” Ucap Freya.


“Cie,, cie,, pengantin baru tidak boleh bertengkar.” Ucap Kiana sepupu Freya.


“Kakak ipar jangan dengarkan kak Kiana. Ayo kita pergi.” ajak Friska.

__ADS_1


Alvino dan Freya hanya tersenyum di goda oleh saudara-saudara Freya itu. Mereka pun melanjutkan makan siang mereka.


#####


Kini sudah malam, mereka sudah melakukan makan malam. Alvino sedang bicara dengan Papa khabir, paman Freya dan juga sepupunya. Sementara Freya di dalam kamar tidak tenang karena grogi ini adalah malam pertama mereka. Freya tidak pernah merasa seperti ini selama ini, bahkan ujian pun tidak pernah segrogi ini.


“Ah sudahlah bersikap seperti biasa saja. Tapi aku gak bisa. Kenapa bisa segugup ini sih.” Gumam Freya.


Tiba-tiba, Alvino masuk ke kamar Freya karena dia telah diusir oleh para tetua dan menyuruhnya untuk masuk ke kamar Freya.


“Ah kakak!” ucap Freya kaget.


“Assalamu’alaikum dek!” ucap Alvino sambil menutup pintu kamar Freya. Freya yang melihat itu semakin deg-degan.


“Wa-wa’alaikumsalam kak.” Ucap Freya gugup.


Alvino yang meyadari bahwa istrinya sedang gugup pun langsung mengerti, “Kakak diusir dek, kau jangan takut. Kakak gak akan ngapa-ngapain kamu kok.” ucap Alvino.


Freya yang mendengar itu sedikit merasa lega tapi tetap masih gugup.


“Ohiya, apa kakak mau istirahat?” tanya Freya berusaha meredakan kegugupannya.


Alvino hanya mengangguk.


“Dek duduk dulu kakak mau bicara.” Ucap Alvino yang kini sudah duduk di ranjang Freya.


Freya pun langsung duduk di ranjang tapi berjauhan dengan Freya.


“Kakak tahu saat ini kamu sedang gugup tapi kamu gak usah mikirin apapun karena kakak gak akan meminta hak kakak saat ini. Kakak mengerti kamu butuh waktu, kakak akan tunggu sampai kamu siap. Jadi kamu gak usah takut. Oke?” ucap Alvino.


Sebenarnya Alvino juga gugup tapi dia berusaha untuk tidak terlihat gugup.


“Terimah kasih kak atas pengertiannya.” Ucap Freya lega karena suaminya itu mengerti.


Alvino pun hanya mengangguk dan segera berbaring di ranjang Freya. Saat Freya akan tidur dia bingung harus tidur dimana.


“Tidurlah dek, kakak jamin gak akan ganggu kamu.” Ucap Alvino menatap manik istrinya itu.


Freya pun segera berbaring disamping laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu. Freya sebenarnya masih gugup begitupun dengan Alvino, mereka sama-sama gugup. Freya pun berusaha memejamkan matanya dan tidak lama dia tertidur padahal sedang gugup. Begitupun dengan Alvino dia juga segera langsung tertidur.


Itulah yang terjadi kepada kedua mempelai itu seolah-olah ada sihir yang telah membuat mereka tertidur dan merasa nyaman.

__ADS_1


Cie,, cie,, akhirnya Alvino dan Freya sudah jadi pasangan suami istri. Ah author jadi iri. Maaf yaa,, jika cerita terlihat tidak masuk akal. Jika ada kesalahan dalam proses pernikahannya karena author juga belum menikah jadi author belum berpengalaman tapi berusaha untuk menjabarkannya semoga kalian mengerti yaa dengan maksud author 


Okay, jangan lupa like, komen, vote dan beri gift agar author lebih semangat lagi upnya 😊


__ADS_2