
Sore harinya begitu Alvino kembali dari perusahaan Salwa segera mendekati kakaknya itu, “Maaf kak!” ucap Salwa memeluk Alvino.
“Wa, ada apa? Kenapa menangis?” tanya Alvino melepaskan pelukan Salwa.
“Kak, maafkan aku yang keceplosan bahwa rahim kakak ipar,,” ucap Salwa ragu.
Alvino pun sudah mengerti, “Sampai kenapa dia tahu?” tanya Alvino lembut.
“I-itu aku pikir kakak ipar sudah mengetahuinya.” Ucap Salwa.
“Sudahlah nak, Salwa juga gak salah. Dia memang harus mengetahuinya. ” Ucap Mama Najwa.
“Lalu dia sekarang ada di mana?” tanya Alvino.
“Dia ada di kamar kalian bersama Azwa dan anak-anak lainnya.” Jawab Mami Sinta.
“Kak, aku minta maaf padamu.” Ucap Salwa yang masih merasa bersalah.
“Sudahlah lagian juga sudah terjadi.” Jawab Alvino lalu berlalu menuju kamar utama.
__ADS_1
“Aunty!” ucap Salwa.
“Sudahlah nak, kamu gak salah kok.” ucap Mami Sinta.
***
“Ayah, kau sudah pulang!” ucap Anind menyambut Alvino. Sementara Freya hanya menatap suaminya itu sekilas.
“Sayang, kau tidak menyambutku?” tanya Alvino segera mendekati sang istri lalu mengecup keningnya dan Freya pun walau kesal dengan suaminya tetap menyalami suaminya itu.
Anand dan Anind yang mengerti bahwa orang tua mereka butuh waktu berdua pun segera keluar lalu mengajak si kembar juga.
“Ada apa? Apa yang membuatmu kesal Queen?” tanya Alvino lembut.
Alvino pun hanya menghela nafasnya lalu segera menuju kamar mandi menuruti istrinya. Tidak lama Alvino keluar dari kamar mandi dan segera mengambil pakaian yang telah di sediakan oleh istrinya itu. Alvino hanya tersenyum karena walau istrinya itu sedang marah tapi dia tetap melakukan tugasnya.
“Ada apa sayang? Apa aku menyakitimu?” tanya Alvino segera memeluk Freya begitu dia selesai mengganti pakaiannya.
Freya tidak menjawab dan hanya air matanya yang menetes, “Sayang jangan menangis. Maaf sudah menyembunyikan itu darimu.” Ucap Alvino.
__ADS_1
Freya pun berbalik dan memeluk suaminya itu, “Aku sudah tidak sempurna di sebut sebagai wanita lagi kan by? Mana ada wanita yang tidak memiliki rahim?” ucap Freya menangis.
Alvino yang mendengar hal itu pun terkejut karena dia pikir istrinya itu marah karena tidak memberitahunya lebih awal dan ternyata hanya itu yang membuatnya menangis, “Kata siapa kamu tidak sempurna sebagai wanita sayang? Kau sudah memberiku lima orang anak yang sangat lucu dan menggemaskan lalu dimananya kau tidak sempurna sebagai wanita.” Ucap Alvino lembut.
“Tapi,”
“Ssts,, kita harus mengikhlaskannya, mungkin Allah memang hanya ingin memberi mereka kepada kita dan bagi hubby kelima anak kita adalah hadiah paling indah yang pernah kita dapat. Kamu itu bukan hanya sebagai wanita sempurna tapi kau juga sebagai istri sempurna sayang. Jangan pikirkan itu, kita sudah memiliki lima orang anak dan mereka cukup untukku.” Ucap Alvino mengecup kening istrinya.
“Terima kasih by, tapi bagaimana jika nanti hubby masih ingin punya anak lagi?” tanya Freya.
“Aku tidak ingin memiliki anak lagi sayang. Kamu percaya kan?” tanya Alvino.
Freya pun mengangguk, “Hmm,, apa hubby masih menyembunyikan sesuatu dariku lagi? Apa ada yang tidak aku ketahui?” tanya Freya.
“Hmm,, hubby juga melakukan vasektomi. Jangan marah dan jangan tanya kenapa karena sebelumnya kita sudah menjalaninya tanpa KB bersama lalu kenapa jika sekarang hubby melakukan itu juga agar bukan hanya kau yang merasakannya tapi hubby juga. Kita sudah berjanji menjalaninya bersama kan.” Ucap Alvino.
“By!” panggil Freya.
“Aku mencintaimu sayang. Selamanya hanya dirimu dan aku hanya ingin memiliki anak darimu dan mereka sudah lebih dari cukup bagiku.” Ucap Alvino mengecup kening Freya.
__ADS_1
“Terima kasih by atas semua cintamu untukku. Aku juga mencintaimu My Lord.” Balas Freya.
Alvino pun tersenyum dan mengecup kepala istrinya.