Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 71


__ADS_3

Seminggu berlalu.


“Vano, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Ucap Alvino.


“Iya, tuan.” Jawab Devano.


“Ini bukan tentang pekerjaan, jadi jangan memanggilku seperti itu.” Ucap Alvino.


“Baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Devano.


“I-itu,,” ucap Alvino terpotong.


“Assalamu’alaikum suamiku! Kak Vano!” ucap Freya tiba-tiba masuk ruangan Alvino.


“Sayang, kamu disini? Kok gak bilang mau kesini?” tanya Alvino segera menghampiri istrinya.


“Kan, aku memang selalu kesini setiap jumat.” Ucap Freya menyalami tangan suaminya dan Alvino mengecup keningnya.


“Tapi kan biasanya kamu mengabari dulu.” Ucap Alvino.


“Yah, sekali-kali kejutan dong. Gak boleh yaa aku datang kesini?” tanya Freya manja.


“Kata siapa gak boleh, malah hubby senang kau ada disini.” Ucap Alvino.


“Ohiya, apa yang kalian bicarakan? Maaf yaa sudah mengganggu pembicaraan kalian. Sudah sana lanjutkan dulu.” Ucap Freya sambil meletakkan makanan yang dibawanya.


“Gak penting kok. Apa yang kamu bawa?” tanya Alvino membuka makanan yang dibawa Freya.


“Wow, ini kan makanan kesukaan hubby sayang. Kamu yang masak?” tanya Alvino dan Freya hanya mengangguk.


“Terima kasih sayang. Tapi kamu gak kelelahan kan? Hubby gak mau kamu kelelahan.” Ucap Alvino.


“Aku gak apa-apa kok hubby. Ohiya kak Vano kau juga pasti belum makan siang. Ayo makan bersama kakak. Makanannya banyak kok.” ucap Freya.


“Ah, gak usah nyonya. Saya akan makan di kantin kantor saja.” Tolak Devano.


“Gak baik loh menolak, apalagi aku sedang hamil. Kakak gak mau ya? Apa makananku gak enak?” tanya Freya pura-pura sedih.


“Ee,, bukan begitu nyonya hanya sajaa,,” ucap Devano memandang Alvino yang sedari tadi menatapnya seolah-olah menyiratkan untuk tidak menyetujui permintaan Freya karena entah kenapa Alvino sangat posesif terhadap Freya bahkan dia tidak rela berbagi apapun jika itu yang dibuat Freya, dia hanya ingin menikmatinya sendiri.


Freya yang mengerti pandangan Devano segera menatap suaminya tajam, “Hubby, aku ingin kau berbagi dengan kak Vano. Lagian itu kan banyak. Ayo lakukan untuk istrimu yang sedang hamil ini.” ucap Freya.


“Ah, baiklah. Vano ayo makan.” Ucap Alvino.


Akhirnya Alvino dan Devano pun makan sementara Freya melihat-lihat beberapa dokumen suaminya karena dia sudah makan siang dari apartemen.


“Apa yang kamu lihat sayang?” tanya Alvino begitu selesai makan.


“Ah, gak ada kok. Aku hanya membacanya sekilas.” Ucap Freya.

__ADS_1


“Ada apa? Apa ada yang salah dengan laporannya? Hubby juga belum sempat memeriksa itu.” Ucap Alvino.


“Gak ada kok hanya saja laporannya sepertinya ada sedikit masalah.” Ucap Freya memperlihatkan laporan yang menurutnya janggal itu kepada suaminya.


“Wah, ternyata istriku ini memang sangat berbakat. Kamu hebat sayang.” Ucap Alvino.


“Ahh,, hubby terlalu melebihkan. Itu bukan apa-apa kok.” ucap Freya.


Akhirnya Alvino memeriksa laporan itu dengan dibantu oleh Freya. Mereka bahkan melupakan Devano seolah-olah dunia ini hanya milik mereka.


Devano yang melihat itu sedikit iri dengan keromantisan tuan dan nyonyanya. Seketika wajah Salwa teringat tapi dia cepat-cepat menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Ada apa kak Vano? Kenapa kau menggelengkan kepalamu?” tanya Freya.


“Gak ada nyonya. Saya permisi ke ruangan saya tuan, nyonya.” Ucap Devano segera berlalu.


“Sepertinya kak Vano juga menyukai kak Salwa hanya saja dia tidak ingin mengakuinya.” Ucap Freya.


“Kamu seperti peramal saja sayang.” Ucap Alvino.


“Itu raut wajah orang yang menyukai seseorang kak.” Ucap Freya.


“Sudahlah, mereka sudah dewasa biarkan saja. Kita gak perlu ikut campur.” Ucap Alvino.


“Sungguh? Kita gak boleh ikut campur? Bukankah tadi hubby ingin menanyakan itu padanya.” Ucap Freya menatap suaminya.


“Jadi kamu mendengarnya?” tanya Alvino balik.


“Hubby hanya ingin menanyakan apa yang terjadi pada mereka? Apa benar dugaanmu itu benar.” ucap Alvino.


“Hubby, aku yakin dugaanku itu benar. Lagian kak Salwa sudah membenarkannya hanya saja dia belum mengatakan alasan mengapa mereka seperti itu tapi aku yakin pasti sudah ada yang terjadi pada mereka. Aku akan membantu kak Salwa untuk meraih cintanya.” Ucap Freya.


“Biarkan saja. Salwa sudah dewasa.” Ucap Alvino.


“Gak aku tetap akan membantunya. Bukankah hubby juga meminta bantuan sahabatku untuk meraih cintaku. Maka saat ini hubby harus membantu kak Salwa meraih cintanya. Lagian mereka cocok.” Ucap Freya.


“Kamu ya? Entah kenapa hanya kamu yang bisa membuat kakak tidak bisa berkutik sayang. Baiklah sekarang apa rencanamu? Hubby akan membantumu. Katakan saja!” ucap Alvino memandang wajah istrinya itu yang sudah menjadi candunya.


“Hmm,, nanti Reya pikirkan. Sekarang kita selesaikan dokumen ini dulu.” Ucap Freya membaca dokumen.


Sementara Alvino hanya serius memandang wajah istrinya dengan tatapan terpesona, “Kamu sangat cantik sayang.” Ucap Alvino.


“Hubby, ayolah!” ucap Freya tersipu.


Cup


“Itu penyemangat sayang.” Ucap Alvino mengecup bibir Freya singkat.


“Hubby!” ucap Freya malu. Sementara Alvino hanya tersenyum menikmati raut wajah istrinya itu yang saat ini tengah malu. Entah kenapa Freya tetap merasa malu jika Alvino menciumnya tiba-tiba padahal mereka bahkan sudah melakukan lebih dari itu.

__ADS_1


***


Kini usia kandungan Freya sudah memasuki trisemester ketiga sementara usia kandungan Hanna tinggal menunggu waktu melahirkan.


“Han, apa kamu sudah merasakan kontraksi?” tanya Freya di telepon.


“Belum Re tapi sepertinya aku akan melahirkan minggu ini.” jawab Hanna.


“Han, aku belum membeli hadiah loh untuk anakmu. Calon babymu baby boy kan?” tanya Freya.


“Iya Re. Kamu gak usah beli hadiah Re, aku hanya butuh kau aja.” Ucap Hanna.


“Ah, gak boleh gitu dong. Kamu mau hadiah apa dariku?” Ucap Freya.


“Hmm,, baiklah karena kau memaksa. Bagaimana jika nanti anak kita jodohkan?” ucap Hanna.


“Ah, permintaanmu aneh Han. Aku aja bahkan gak tahu jenis kelamin anakku. Masa iya sudah kita jodohkan.” Ucap Freya.


“Yah, makanya di USG dong Re. Aku ingin memiliki besan sepertimu.” Ucap Hanna tertawa.


“Hahahah,, kamu ada-ada aja deh. Aku gak mau USG Han karena aku ingin jenis kelamin anak kami jadi kejutan nanti.” Ucap Freya.


“Ya sudah deh, tapi jika nanti anakmu perempuan nanti kita jodohkan anak kita. Okay?” ucap Hanna.


“Hmm,, iya deh. Tapi jika nanti salah satu anak kita menolak perjodohan bodoh ini maka kita gak boleh memaksanya.” Ucap Freya.


“Okay deal. Aku setuju.” Ucap Hanna.


Mereka pun membicarakan berbagai hal sampai nanti Adelio yang sudah menyuruhnya istirahat.


“Kamu habis bicara dengan Hanna ya?” tanya Alvino bergabung dengan istrinya di ranjang setelah dia kembali dari ruang kerjanya.


Freya pun hanya mengangguk sambil merentangkan tangannya kepada suaminya. Alvino yang mengerti istrinya itu ingin dipeluk pun segera bergabung dengan istrinya dan memeluk Freya erat. Setelah itu dia mengusap perut Freya yang sudah membuncit itu.


“Hubby, sebentar lagi Hanna akan melahirkan dan aku belum membeli hadiah apapun untuk baby Hanna.” Ucap Freya.


“Hmm,, dia akan melahirkan yaa? Kamu gak usah pikirkan itu biar hubby yang mengurusnya. Lebih baik sekarang kau sekarang pikirkan untuk segera mengajukan cuti. Hubby gak ingin kau bekerja lagi karena hubby gak mau kamu kelelahan. Kamu gak boleh menolak.” Ucap Alvino.


“Baiklah. Aku akan mengajukan cuti segera.” Ucap Freya, karena hal itu suda menjadi kesepakatan antara dia dan suaminya.


Mereka pun segera beristirahat setelah membacakan surah untuk calon buah hati mereka. Yah, Freya dan Alvino selalu membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an bahkan Freya berusaha untuk menyelesaikan 30 juz sebelum anaknya lahir agar saat anaknya lahir nanti akan di khatam. Freya juga rajin membaca berbagai buku pengetahuan begitu juga dengan Alvino dia selalu menyempatkan berbicara dengan calon anaknya bahkan kadang-kadang dia membacakan buku panduan bisnis. Mereka percaya apa yang mereka lakukan akan bisa didengar oleh anak mereka.


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Mohon maaf jika ada typo guys,,🙏🏻


__ADS_2