
Saat Alvino terbangun pukul 02.14 waktu setempat dia tersenyum melihat bahwa saat ini dia sedang memeluk istrinya begitupun Freya. Alvino pun memandang wajah istrinya itu dengan puas tapi tiba-tiba Freya terbangun dan kaget karena menyadari posisi mereka yang berpelukan. Sementara Alvino hanya tersenyum melihat istrinya yang kaget.
“Ada apa dek? Apa ada yang salah?” tanya Alvino.
“Eehh,, itu gak ada kok kak. Ohiya jam berapa itu?” tanya Freya mengalihkan topik sambil melepaskan tangannya yang memeluk Alvino.
“Baru jam 2 lewat sedikit kok.” jawab Alvino.
“Oh yaa udah kalau begitu Reya mau wudhu dulu mau tahajud.” Ucap Freya beranjak dari tempat tidur.
Alvino yang melihat istrinya bangun segera menarik tangan Freya sehingga Freya terjatuh dihadapannya dan langsung memeluk istrinya itu.
“Biarlah seperti ini lebih lama dek. Lagian waktu tahajud masih panjang. Please!” ucap Alvino.
Freya sebenarnya ingin beranjak dari pelukan Alvino tapi setelah mendengar suaminya itu memohon entah kenapa dia menjadi luluh. Freya pun akhirnya membiarkan Alvino memeluknya.
Sekitar 15 menit mereka dengan posisi itu dimana Alvino memeluk Freya, “Kak ayo tahajud!” ajak Freya.
“Tunggu sebentar lagi.” Pinta Alvino sambil mengeratkan pelukannya.
Freya pun akhirnya diam kembali dan membiarkan suaminya itu memeluk dirinya.
“Kak nanti lanjut sebentar peluknya, sekarang kita tahajud dulu.” Ucap Freya karena sudah sekitar 10 menit Alvino tetap tidak melepaskan pelukannya.
“Janji yaa lanjut sebentar peluknya.” Ucap Alvino.
Freya hanya mengangguk, “Baiklah jika begitu ayo kita tahajud.” Ajak Alvino segera melepaskan pelukannya dan segera menuju kamar mandi dengan senyuman penuh kemenangan. Sebenarnya dia memang akan melepaskan pelukan itu tapi seperti mendapat durian runtuh entah kenapa Freya tiba-tiba mengatakan itu dan tentu saja Alvino tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Sementara Freya yang melihat suaminya yang sudah pergi ke kamar mandi hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan suaminya itu yang seperti anak kecil harus dibujuk dulu, tanpa dia sadari dia tersenyum mengingat bagaimana mereka tidur sambil berpelukan.
Kurang lebih 30 menit, kini mereka sudah selesai melakukan sholat tahajud dan seperti janji Freya mereka kembali tidur dengan Alvino memeluk Freya. Mereka kembali tertidur karena waktu sholat subuh masih lama.
***
Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju tempat wisata dimana terdapat banyaknya kincir angin. Negara Belanda selain disebut sebagai Negara bunga tulip juga dikenal dengan Negara kincir angin. Di Belanda ada desa yang terkenal dengan desa 1000 kincir angin yaitu desa Kinderdijk terletak sekitar 15km dari kota Rotterdam atau tepatnya berada di Alblasserwaard, Provinsi Belanda Selatan.
“Wow, kak ini sangat indah!” ucap Freya begitu mereka tiba.
“Iya, ini sangat indah.” Balas Alvino.
Mereka pun mengelilingi tempat itu dengan ceria dan tidak lupa mengabadikan momen bersama.
“Tuan Crish boleh ambil foto kami berdua?” pinta Freya.
__ADS_1
“Tentu saja nyonya.” Jawab Crish sambil mengambil ponsel dari tangan Freya.
Freya pun segera bergaya dengan suaminya itu dengan latar belakang banyaknya kincir angin. Tapi tiba-tiba entah disengaja atau tidak saat mereka berfoto Freya tidak sengaja mencium pipi Alvino.
Cup
Freya langsung menutup mulutnya karena malu sementara Alvino hanya tersenyum.
“Kakak sengaja ya?” tanya Freya.
“Astagfirullah dek, kok nuduh kakak.” Ucap Alvino sambil tersenyum.
“Iss gak nuduh tapi kok, ah sudahlah.” Rajuk Freya.
Alvino yang melihat istrinya merajuk segera memeluk Freya.
Mereka menghabiskan waktu sekitaran tiga jam disana, bahkan mereka sholat di masjid yang berada dekat disana dan makan siang di restoran muslim. Tentu saja Crish yang membawa mereka ke tempat itu karena dia tau bahwa kedua kliennya ini adalah muslim.
***
Setelah dari desa Kinderdijk, mereka pergi mengunjungi Kanal Amsterdam. Kanal-kanal itu dibangun pada abad ke-17 dan merupakan warisan kebanggaan kota Amsterdam yang sudah di tetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada tahun 2010.
Mereka berkeliling melihat kota dengan menyusuri kanal-kanal dan tidak lupa berfoto di jembatan berlatar belakang kanal.
“Tunggu sebentar disini ya dek! Crish aku titip istriku.” Ucap Alvino begitu mereka sampai dimobil.
“Baik tuan.” Jawab Crish.
“Kakak mau kemana?” tahan Freya.
“Ada yang ingin kakak beli. Tunggu sebentar disini. Kakak hanya sebentar kok.” ucap Alvino.
“Aku ikut.” Ucap Freya sambil mengambil tasnya.
“Ayolah dek. Kakak hanya sebentar kok.” ucap Alvino menyentuh hidung Freya.
“Baiklah, Reya akan tunggu disini. Cepat yaa jangan lama.” Ucap Freya akhirnya mengalah.
Alvino pun segera pergi entah kemana. Alvino bukannya tidak ingin mengajak Freya tapi dia ingin membelikan Freya bunga tulip. Sementara Freya di dalam mobil menunggu dengan bosan sambil bertanya-tanya apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu sehingga dia tidak bisa ikut.
“Tuan Crish, kira-kira suamiku itu mau kemana?” tanya Freya setelah sekitar 15 menit menunggu Alvino.
“Itu, saya kurang tahu Nyonya.” Jawab Crish.
__ADS_1
Freya pun hanya bisa menunggu, dia pun segera menelpon suaminya itu tapi sayang ponsel suaminya itu tertinggal di mobil.
“Tuan Crish tolong susul suamiku. Aku akan menunggu disini.” Ucap Freya khawatir karena sudah sekitar 30 menit Alvino belum juga kembali.
“Tapi Nyonya. Bagaimana dengan nyonya, saya tidak bisa meninggalkan nyonya sendiri.” Ucap Crish.
“Aku akan baik-baik saja disini tuan Crish. Ini sudah lama kak Vino pergi tapi belum kembali aku khawatir dia kenapa-kenapa.” Ucap Freya sedih.
“Aku mohon tuan Crish tolong susul suamiku.” Pinta Freya dengan mata yang berkaca-kaca.
Crish yang melihat itu pun menjadi tidak tega dan segera menyusul Alvino.
“Ingat nyonya, anda tunggu disini, jangan kemana-mana.” Pesan Crish.
Freya hanya mengangguk. Crish pun segera pergi menyusul Alvino. Freya yang berada di mobil hanya bisa berdoa bahwa suaminya baik baik saja. Tapi sudah sekitar 15 menit Freya menunggu Alvino juga tetap belum datang begitupun dengan Crish belum juga kembali.
Freya yang sudah sangat khawatir dengan suaminya tidak bisa menunggu dan memutuskan untuk keluar dari dalam mobil dan menuyusul suaminya karena dia berpikir dengan dua orang yang mencari maka kemungkinan Alvino ketemu juga cepat. Dia pun segera pergi mencari Alvino.
Sementara di sisi lain Crish melihat Alvino membawa seikat bunga tulip di tangannya smabil tersenyum. Alvino yang melihat Crish di depannya segera mendekatinya.
“Crish, kau disini? Bukankah aku menyuruhmu menjaga istriku? Mana istriku?” tanya Alvino sambil melihat ke sekeliling.
“Itu, nyonya ada di mobil tuan. Dia menyuruh saya untuk menyusul tuan karena tuan belum kembali. Dia sangat khawatir.” Jawab Crish ragu-ragu karena takut Alvino akan marah.
Sementara Alvino yang mendengar hal itu langsung berlari menuju mobil tanpa menunggu Crish. Sesampainya di mobil Freya sudah tidak ada.
“Crish, dimana istriku?” tanya Alvino dengan raut wajah sedikit marah.
“Itu, di mobil tuan.” Jawab Crish karena dia baru saja sampai berlari mengejar Alvino yang meninggalkannya.
“Dia gak ada Crish. Istriku gak ada.” Jawab Alvino frustasi.
“Gak ada?”
*
*
*
Ayo dong like, komen, vote agar author lebih semangat lagi menulis.😊
Mohon maaf jika banyak typo guys.🙏🏻
__ADS_1