
Sementara di sisi lain, “Apa yang membuatmu tersenyum begitu Jesy sayang? Apa ada yang salah di wajahku?” tanya Devano menatap sang istri yang dari tadi tersenyum.
“Hmm, gak ada kok.” jawab Salwa tetap dengan senyuman.
“Kamu baik-baik aja kan sayang?” tanya Devano khawatir.
“Apa kak Daren berpikir apa ada yang salah denganku begitu? Aku itu baik-baik saja, aku hanya sedang bahagia saja.” Ucap Salwa.
“Bahagia?” ulang Devano. Salwa pun hanya mengangguk.
“Apa yang membuatmu bahagia? Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?” tanya Devano lagi. Salwa hanya menggeleng.
“Ah, terserahlah yang penting kamu selalu bahagia.” Ucap Devano.
“Aku pasti akan bahagia jika itu bersama kak Daren.” Ucap Salwa.
Devano pun hanya tersenyum lalu mereka melanjutkan makan malam mereka itu dengan harmonis.
***
Sementara Freya dan Alvino, setelah Freya makan nasi goreng buatan Mami Sinta mereka segera pulang ke apartemen mereka.
“Hubby, bisa gak besok malam kita nonton. Lihat ada film baru yang sekarang sedang tayang.” Ucap Freya sambil memperlihatkan ponselnya kepada suaminya yang sedang menyetir.
“Hmm,, boleh. Nanti besok kita pergi menontonnya.” Jawab Alvino lalu mengusap kepala sang istri dengan senyuman.
“Makasih hubby.” Ucap Freya lalu mengecup pipi sang suami sekilas. Alvino pun hanya tersenyum menanggapinya.
Lalu Freya mengirim pesan kepada Salwa.
Ting
Salwa pun tersenyum menerima pesan dari kakak iparnya itu lalu segera menatap sang suami yang sedang memeriksa beberapa email yang masuk di ponselnya, “Kak Daren, bisa gak temani Salwa ke bioskop besok, Salwa mau nonton film ini.” ucap Salwa memperlihatkan ponselnya kepada sang suami.
Devano pun melihat ponsel sang istri, “Hmm,, oke deh.” Jawab Devano.
“Beneran?” tanya Salwa berbinar.
Devano pun mengangguk, “Kita akan menontonnya, bukankah kamu menyukainya? Jika kau menyukainya maka kita harus menontonnya kan?” tanya Devano menatap sang istri.
Salwa pun mengangguk, “Terima kasih suamiku.” Ucap Salwa.
__ADS_1
Devano pun tersenyum lalu menarik sang istri ke pangkuannya lalu mengecup bibir Salwa lembut tapi lama lama menjadi ciuman yang panas dan akhirnya terjadilah malam yang panjang untuk pasangan itu.
***
Keesokkan malamnya, kini Freya dan Alvino sedang menuju bioskop. Begitu juga dengan Salwa dan Devano.
“Kakak ipar!!” panggil Salwa begitu melihat Freya turun dari mobil saat di mereka di parkiran.
Freya hanya tersenyum, sementara Devano dan Alvino hanya saling menatap, “Apa kalian merencanakan ini? Aku yakin ini bukan kebetulan.” Ucap Alvino menatap kedua wanita di hadapannya.
Salwa dan Freya hanya tersenyum, “Apa gak boleh?” tanya Salwa.
“Boleh sih, hanya saja aku pikir ini hanya akan menjadi kencan berdua dengan istriku.” Jawab Alvino.
“Sudahlah sepertinya istri kita ingin melakukan double date.” Ucap Devano.
“Hmm,, kata siapa double date.” Ucap Freya tersenyum misterius.
“Emang siapa lagi?” tanya Alvino menatap sang istri.
“Tuh!” tunjuk Freya kepada Hanna dan Adelio yang baru saja tiba.
“Hmm,, kalian juga di sini?” tanya Alvino menatap mantan asistennya itu.
“Ya sudah karena semua sudah di sini, ayo kita masuk.” ucap Devano.
“Belum, kita harus masih harus menunggu lagi.” Ucap Salwa.
“Siapa?” tanya Devano.
Tiba-tiba, “Wa, kenapa kamu mengajak kami menonton?” tanya Mami Santi begitu turun dari mobil bersama suaminya dan besannya.
“Ayah, Ibu kalian di sini juga?” tanya Devano begitu melihat kedua orang tuanya ada.
Arjun dan Azana pun hanya mengangguk, “Ada apa ini Jesy?” tanya Devano menatap sang istri.
Salwa hanya tersenyum, “Apa gak boleh mengajak orang tua kita ikut menonton juga?” tanya Salwa balik.
“Ouh ayolah jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan Jesy?” ucap Devano.
“Sudahlah bro, jika seorang wanita merahasiakan sesuatu dari kita maka bagaimanapun kau bertanya kita gak akan mengetahuinya sampai mereka sendiri yang mengatakannya. Jadi biarkan saja, lebih baik kita sekarang menonton.” Ucap Alvino.
__ADS_1
Devano pun hanya menghela nafas, “Ah baiklah jika begitu.” Ucap Devano pasrah.
Akhirnya mereka pun segera masuk mall yang ternyata bagian dari perusahaan Alvino.
“Aku harap ini berita baik.” bisik Devano kepada Salwa begitu mereka masuk.
Salwa pun hanya menatap sang suami sambil tersenyum.
Berhubung ini adalah mall Alvino dan Salwa sudah melakukan booking sebelumnya, begitu mereka tiba langsung saja masuk ke dalam bioskop yang ternyata sudah ada beberapa orang di sana. Hal itu memang Salwa lakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan untuk Devano walaupun Devano sudah sedikit curiga karena kedatangan kedua orang tua mereka.
Mereka pun duduk bersama pasangan masing-masing dan saling berjauhan. Alvino dan Freya memilih duduk di sudut paling atas. Hanna Dan Adelio duduk di bagian tengah tapi di sudut sementara Devano dan Salwa di barisan kedua dari depan bagian dengan di belakang mereka kedua orang tua masing-masing.
Tidak lama kemudian film yang ingin mereka tonton pun segera di mulai dan mereka pun fokus menontonnya.
Tiba-tiba saat film sudah diputar mungkin sudah setengah, Alvino yang memang sudah penasaran apa yang sebenarnya yang di rencanakan di balik ini pun segera menatap istrinya karena dia yakin bahwa sang istri pasti mengetahui sesuatu, “Ada apa?” tanya Freya begitu menyadari tatapan sang suami padanya.
“Kamu mengetahui sesuatu kan?” tanya Alvino penuh selidik.
Freya pun hanya tersenyum dan tetap berusaha fokus, “Ouh ayolah sayang, kamu pasti tahu sesuatu? Gak mungkin kan kalian ingin menonton ini bersama?” tanya Alvino sambil berbisik.
“Hubby, daripada penasaran lebih baik fokus menonton.” Ucap Freya.
“Hmm,, ” Alvino cemberut. Freya yang melihat itu hanya tersenyum. Freya pun mengecup pipi sang suami sekilas, “Jangan cemberut begitu.” Ucap Freya.
Alvino tetap saja cemberut, Freya pun hanya tersenyum. Namun tiba-tiba Alvino mengecup bibir Freya lembut dan sedikit lama karena kesal istrinya itu dari tadi hanya tersenyum. Freya yang di cium tiba-tiba pun kaget lalu langsung menatap sang suami sambil menutup bibirnya dengan tangan, “Dasar mesum!” Ucap Freya pelan.
Alvino yang dikatai mesum pun hanya membiarkannya seperti tidak ada yang terjadi, “Hubby!” panggil Freya kesal tapi tetap dengan suara pelan karena dia tidak ingin mengganggu yang lain.
“Bagaimana kamu main rahasia dengan hubby.” Ucap Alvino kesal.
Freya pun lagi-lagi hanya tersenyum, “Tuh kan kamu tersenyum lagi.” Ucap Alvino merajuk.
Freya yang melihat sang suami merajuk langsung memeluknya, “Ouh kasihannya suamiku. Penasaran yaa?” tanya Freya. Alvino pun hanya mengangguk.
“Mau tau aja atau mau tau banget?” goda Freya.
“Sayang!” panggil Alvino dalam.
“Baiklah-baiklah Reya akan menjawabnya padahal sebentar lagi juga akan tahu tapi dasar tidak sabaran.” Ucap Freya.
“I-itu kak Salwa hamil.” Lanjut Freya berbisik.
__ADS_1
“Apa? Ha..”