
“Are you serious?” tanya Alvino dan hanya di balas oleh anggukan Freya.
“Hahah,, jika benar bahwa kau mengandung perempuan kak maka kau benar-benar peramal.” Ucap Salwa tertawa.
“Sudahlah, apapun itu nanti semuanya baik.” ucap Mami Sinta menyela keributan antara anak muda itu.
“Mami benar!” ucap Alvino.
Semuanya pun berbahagia menyambut kehadiran keluarga baru mereka. Dua hari kemudian Salwa sudah dibolehkan pulang. Mereka pulang di sambut dengan acara meriah yang di hadiri oleh seluruh keluarga. Ada awak media juga yang hadir hanya saja Papi Budiman memperketat penjagaan karena tidak ingin wajah cucu mereka terekspos. Yah mereka mengikuti Freya dan Alvino yang sampai saat ini tidak mengekspos wajah sang putra.
***
10 hari berlalu dengan cepat, “Hubby!” panggil Freya saat dia baru bangun dari tidurnya dan melihat sang suami yang sudah bersiap-siap ke kantor.
Alvino pun segera mengalihkan pandangannya kepada sang istri, “Ada apa?” tanya Alvino.
“Aku ingin ke rumah sakit.” Ucap Freya.
Alvino yang sedang memasang dasinya pun segera mendekati sang istri, “Rumah sakit? Apa kamu akan melahirkan?” tanya Alvino segera mengelus perut sang istri.
Freya hanya mengangguk, “Sepertinya iya. Aku sudah merasakan kontraksi dari semalam hanya saja saat subuh tadi semakin berdekatan kontraksinya. Jadi sepertinya aku akan melahirkan.” Jelas Freya sambil menahan sakitnya.
__ADS_1
“Kenapa gak bilang? Ah, ayo kita segera ke rumah sakit.” Ucap Alvino segera melepaskan dasinya yang belum terpasang dengan benar dan segera membawa Freya ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum ke rumah sakit.
30 menit berlalu, kini Alvino dan Freya segera keluar dari kamar mereka, “Ada apa nak?” tanya Papa Khabir yang melihat menantunya.
“Papa bikin kaget aja. Sepertinya Reya akan melahirkan pa.” jawab Alvino.
“Kamu akan melahirkan nak?” tanya Papa Khabir menatap sang putri dan Freya hanya membalasnya dengan anggukan.
“Ah, Mama!” panggil Papa Khabir.
“Ada apa pa?” tanya Friska dan Frisya mendekati Papa Khabir.
“Iya, kakakmu akan segera melahirkan sudah sana kalian jaga Anand dulu dan segera gantikan mamamu memasak.” Jawab Papa Khabir.
Friska dan Frisya pun hanya mengangguk.
Alvino pun segera menggendong sang istri ke mobil tapi sebelum itu dia sudah menelpon rumah sakit dan orang tuanya terlebih dahulu, “Pa, Ma Vino akan segera membawanya ke rumah sakit.” Pamit Alvino.
Mama Najwa dan Papa Khabir pun hanya mengangguk dan segera bersiap menyusul Freya dan Alvino.
***
__ADS_1
Kurang lebih satu jam, kini Freya dan Alvino sudah tiba di rumah sakit dan seperti biasa dokter Rina sudah menyambut.
“Re, bagaimana perasaanmu saat ini?” tanya Hanna saat Freya sedang di dorong ke ruang bersalin.
“Aku baik-baik saja Han.” Jawab Freya.
Hanna pun hanya tersenyum padahal dia sudah melihat sahabatnya itu sudah pucat. Begitu tiba di ruang bersalin Hanna segera memeriksa tekanan darah dan dia langsung menatap sahabatnya itu dengan khawatir, “Ada apa?” tanya Alvino yang menyadari tatapan sahabat istrinya itu.
“Apa kau yakin akan melahirkan normal Re?” tanya Hanna. Freya pun hanya mengangguk.
“Ada apa dokter?” tanya Alvino setelah dokter Rina memeriksa istrinya.
“Hubby gak apa-apa kok.” ucap Freya menenangkan sang suami.
“Gak apa-apa gimana jika mereka begitu?” ucap Alvino menggenggam tangan Freya erat.
“Tuan, kehamilan suster Freya memang sedikit beresiko dan untuk melahirkan normal sepertinya beresiko juga.” Jelas dokter Rina.
“Kalau begitu kita SC saja.” Ucap Alvino yang langsung mendapat gelengan kepala dari Freya.
“Sayang, ayolah!” bujuk Alvino
__ADS_1