Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 9


__ADS_3

Alvino yang mendengarkan dengan seksama seminar yang dilakukan Freya pun akhirnya menemukan ide untuk proposal bisnisnya.


“Ah, itu dia” ucap Alvino dengan suara keras sehingga membuat Adelio kaget.


“Kau kenapa? Kau mengangetkanku!” ucap Adelio.


“Itu, aku sudah mendapat ide untuk proposal kita” ucap Alvino senang.


“Sungguh?” ucap Adelio.


“Iya, Freya baru saja memberikanku solusi” Ucap Alvino masih dengan ekspresi bahagia.


“Bagaimana bisa? Bukankah kau hanya mendengarkan seminarnya? Seminarnya pun tentang kesehatan? Bagaimana bisa itu berhubungan dengan bisnis?” Ucap Adelio


“Pokoknya yang pasti dia telah memberikanku ide” ucap Alvino sambil melanjutkan memandang laptopnya karena acar seminarnya belum selesai.


Akhirnya setengah jam kemudian seminarnya pun selesai. Alvino pun segera menutup laptopnya setelah memastikan bahwa Freya telah pergi dari tempat seminar. Dia pun segera menuangkan ide yang dia dapat kedalam proposal bisnisnya.


Disisi lain juga Hanna mendapat ide untuk propsalnya.


“Re, kau benar. Akhirnya aku akan segera bab tiga juga. Makasih yaa Re, kau sudah memberiku ide” Ucap Hanna sambil memeluk Freya dari samping.


“Iya, sama-sama. Tapi ngomong-ngomong itu usahamu sendiri. Jadi jangan berterimah kasih. Karena jika kau menolak ajakanku dan tidak mendengarkan dengan seksama pasti ide itu tidak akan muncul” Ucap Freya membalas pelukan temannya itu.


“Pokoknya Re, kau inspirasiku” ucap Hanna


“Baiklah terserah kau. Baiklah bisakah kita pulang? Inspirasimu ini belum menunaikan sholat.” Ucap Freya tertawa.


“Tentu saja, bu inspirasiku” Ucap Hanna tertawa juga.


Mereka pun segera pulang ke rumah masing-masing. Tapi sebelum itu, mereka singgah dulu di masjid menunaikan sholat.


#####


Sebulan berlalu, kini proposal Freya maupun Hanna sudah selesai dan telah di approve oleh kedua dosen pembimbing mereka. Mereka tinggal menunggu ujian proposal mereka akan dilaksanakan.


“Re, kamu sudah belajar untuk ujian proposalmu?” Tanya Hanna basa basi karena dia tahu pasti Freya sudah belajar karena dia tahu bagaimana karakter temannya itu yang gila belajar.


“Alhamdulillah Han, sudah kupelajari sedikit.”Jawab Freya


“Sedikit? Aku ragu dengan kata sedikitmu karena aku tahu kau itu si gila belajar!” ucap Hanna.

__ADS_1


“Gak, ini beneran Han, karena aku kan harus mempelajari materi seminarku untuk besok. Jadi aku sibuk dengan hal itu” jawab Freya.


“Oh, iya ya. Kau kan akan mengisi seminar bisnis kali ini” ucap Hanna.


“Iya Han, makanya dari itu aku harus menguasai materi ini karena ini akan membuktikan diriku, tapi Han sebenarnya aku takut salah karena selain aku ada juga pembicara yang memang dalam bidang bisnis” Ucap Freya khawatir.


“Aku yakin kau bisa Re. Kau itu temanku yang hebat” Ucap Hanna.


“Kau terlalu memuji” jawab Freya.


“Tapi ngomong-ngomong soal takut, sejak kapan temanku ini menjadi penakut?” Ucap Hanna.


“Hanna aku itu juga manusia punya rasa takut” Ucap Freya sambil menyentil dahi Hanna.


“Re, kebiasaan deh.” Ucap Hanna mengeluh tapi Freya menanggapinya dengan cuek.


“Ohiya, Re. Kok kamu bisa jadi pembicara dalam seminar bisnis ini. Maaf yaa Re, bukan aku meragukan kemampuanmu tapi kan kamu selama ini hanya menjadi pembicara seminar kesehatan” ucap Hanna serius karena ini pertama kalinya temannya itu mengisi seminar bisnis dan Freya belum mengatakan apapun tentang bagaimana dia menjadi pembicara seminar bisnis ini.


“Oh, itu. Aku juga kurang tahu tapi tiba-tiba ada yang memintaku menjadi pembicara seminar ini dan katanya lagi akan ada pembicara lain selain aku. Aku sih sempat menolak karena ini bukan bidangku tapi mereka tetap memaksa kata mereka, mereka sudah melihat semua seminar yang aku ikuti dan juga tahu akan bisnis fotokopiku. Mereka juga mengatakan aku hanya diperintahkan untuk sharing saja bagaimana aku membangun bisnis fotokopiku.” Jawab Freya menjelaskan.


“Kok, kaya ada yang mengganjal”Ucap Hanna


“Kapan kau mengeceknya? Kok aku gak tahu?” Tanya Hanna.


Flashback On


Saat ini Freya berada pada sebuah gedung yang sangat megah untuk mengonfirmasi tentang seminarnya. Dia yang tidak percaya ini adalah gedungnya pun mengecek kembali alamat yang diberikan padanya. Setelah memastikan bahwa alamatnya benar dia pun segera menghampiri satpam yang menjaga.


“Selamat pagi, pak” sapa Freya


“Selamat pagi, Nona. Apa ada yang bisa saya bantu?” Jawab satpam itu ramah.


“Maaf pak, Apa benar disini ada yang namanya bapak F dari bagian redaksi? (maaf author kehabisan nama)” Tanya Freya.


“Iya benar nona. Apa anda Nona Freya Nur Nabila Abraham?” Tanya satpam itu sambil melihat kartu identitas ditangannya.


“Iya, benar pak. Saya Freya.” Jawab Freya terkejut karena satpam itu mengenal nama lengkapnya.


“Ohh,, kalau begitu silahkan nona masuk saja. Nanti akan ada yang memberi tahu nona ruangan redaksi” Ucap satpam itu karena mereka sudah mendapat perintah dari asisten tuan muda mereka jika ada gadis yang bernama Freya maka diperintahkan untuk segera ke ruangan redaksi.


“Baik. Terimah kasih banyak pak.” Jawab Freya membungkuk hormat. Dia pun segera berlalu masuk gedung itu.

__ADS_1


Saat dia sampai di depan recepsionis dia pun kembali bertanya.


“Maaf mbak. Apa saya bisa bertanya?” Tanya Freya kepada seorang perempuan cantik yang saat ini sedang bertugas.


“Iya, silahkan Nona. Apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya resepsionis itu.


“Eee.. apa anda nona Freya Nur Nabila Abraham?” Tanya resepsionis itu setelah mengenali wajah Freya.


“Iya benar.”Jawab Freya kembali terkejut karena resepsionis itu kembali menyebutkan nama lengkapnya.


“Baiklah nona, kalau seperti itu saya akan segera menelpon asisten bos saya dulu. Mohon nona bisa menunggu sebentar” ucap resepsionis itu ramah dan langsung menelpon asisten bosnya. Freya pun menunggu.


“Maaf pak, ini ada nona Freya sudah tiba” Ucap resepsionis.


“Baiklah, saya akan menyampaikan ini kepada tuan muda” Ucap Adelio sambil berjalan masuk ruangan bosnya itu.


“Dia sudah tiba?” Tanya Alvino setelah melihat asistennya masuk.


“Iya, dia sudah menunggu di bawah” Jawab Adelio yang sudah tahu pasti tuan mudanya itu sudah mengetahui kedatangan calon nona mudanya.


“Kalau seperti itu antarkan dia ke ruangan redaksi. Jangan biarkan dia menunggu. Aku akan segera menemuinya” ucap Alvino beranjak dari tempat duduknya.


“Baiklah” ucap Adelio dan segera memberitahukan hal itu kepada resepsionis.


“Apa kau yakin akan menemuinya? Bukankah selama ini kau hanya mengamatinya dari jauh?” Tanya Adelio penasaran apakah bosnya itu akan menemui Freya.


“Tentu saja tidak.” Jawab Alvino cuek sambil melirik asistennya itu. Sekarang mereka sudah berada di lift menuju ruangan redaksi


“Lalu siapa yang akan menemuinya?” Tanya Adelio


“Tentu saja kepala redaksi.” Jawab Alvino.


“Lalu kenapa kita harus turun jika kepala redaksi yang akan menemuinya?” Tanya Adelio yang tidak mengerti jalan pikiran bosnya.


“Kau akan tahu nanti!” jawab Alvino tersenyum misterius


Happy Reading readers😊


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏


Maaf jika banyak typo guys🙃

__ADS_1


__ADS_2