
Hanna pun hanya bisa menangis, Alvino yang melihat Hanna menangis, “Jangan katakan bahwa dia,, ah aku gak akan bisa menerimanya.” Teriak Alvino.
“Dia baik-baik saja.” Jawab Hanna akhirnya.
Papa Khabir dan Papi William yang mendengar hal itu pun langsung mengucap syukur, sementara Alvino mencoba mencerna ucapan Hanna, “Lalu kenapa kau menangis nona Hanna?” tanya Alvino tajam.
Hanna pun hanya tersenyum, “Karena aku bahagia Rere-ku memiliki suami sepertimu tuan. Selain itu juga kami hampir saja tidak bisa menyelamatkannya karena dia mengalami pendarahan tapi untunglah pendarahannya tidak lama dan segera di atasi hanya saja saja saat ini tekanan darahnya belum normal dan dia masih membutuhkan donor. Dia juga masih belum sadar saat ini tapi tuan Vino tenanglah dia akan segera sadar.” Jelas Hanna.
Alvino yang mendengarnya langsung mengucap syukur, “Terima kasih nona Hanna, apa aku bisa melihatnya?” tanya Alvino.
“Sebaiknya tuan Vino menjenguknya nanti setelah dia di pindahkan ke ruang perawatan.” Ucap Hanna.
Alvino pun mengangguk. Tidak lama para dokter segera keluar dengan para bidan yang mendorong Freya untuk di pindahkan ke ruang perawatan. Alvino yang melihat istrinya pun segera mengikutinya.
Setelah sampai di ruang perawatan, Alvino segera masuk. Papi William dan Papa Khabir mewakili Alvino mengucapkan terima kasih kepada dokter dan bidan karena mereka tahu bahwa Alvino pasti melupakan hal itu. Karena dia hanya fokus kepada Freya.
__ADS_1
***
Singkat cerita, kini Alvino hanya menatap sang istri yang masih tetap belum sadar, “Sayang, bangunlah! Lihatlah dia baby girl seperti keinginanmu. ” Ucap Alvino bicara pada Freya. Yah, Alvino sudah melihat putrinya itu yang sangat cantik seperti sang istri bahkan bisa di katakana putrinya itu melebihi kecantikan sang istri.
“Dia lebih cantik darimu sayang. Apa kamu tidak iri padanya?” Ucap Alvino terus bicara.
Para orang tua yang mendengarnya hanya bisa tersenyum mendengar Alvino bicara tapi mereka membenarkan bahwa memang cucu mereka itu sangat cantik bahkan melebihi kecantikan Freya.
“Apa kau membandingkan aku dan putriku?” tanya Freya lemah.
Freya pun tersenyum, “Hubby, bohong kan?” tanya Freya.
“Gak, beneran. Kamu tetap paling cantik sayang.” ucap Alvino.
“Nak, apa kamu ingin sesuatu?” tanya Mami Sinta mendekati Freya.
__ADS_1
“Hmm,, Reya hanya ingin melihatnya.” Ucap Freya menunjuk box bayi.
Alvino pun segera menggendong sang putri itu lalu memberikannya kepada Freya. Freya pun menyambutnya dengan tersenyum dan menatap wajah sang putri yang memang sangat mirip dengannya dan dia mengakui bahwa sang putri memang lebih cantik darinya. Freya pun segera memberikan ASI kepada putrinya itu.
“Hubby, aku ingin putra kita juga di sini.” Ucap Freya menatap sang suami.
“Kau tenang saja nak. Mereka sedang di perjalanan.” Jawab Papi William.
“Terima kasih pih.” Jawab Freya.
Tidak lama kemudian, Friska dan Frisya tiba dengan Anand dalam gendongan Friska dan Frisya yang membawa barang keponakan mereka itu.
Freya pun tersenyum melihat sang putra. Alvino berdiri mengambil Anand dari gendongan Friska dan membawanya ke dekat sang istri yang masih menggendong sang putri di pangkuannya.
Anand pun menatap bayi kecil yang ada pada Freya itu dengan senyuman seolah-olah mengisyaratkan bahwa dia menyambut adiknya itu dengan bahagia, “Apa kakak bahagia?” tanya Alvino pada sang putra.
__ADS_1