
Sementara di sisi lain, Setelah bertemu dengan Mami Sinta dan Freya, Jasmin pun begitu tiba di rumahnya segera menuju kamar putranya, “Nak, apa bisa Mami masuk?” tanya Jasmin.
“Masuklah Mih.” Jawab orang dari dalam.
“Sedang apa dirimu?” tanya Jasmin basa basi.
“Mami gak usah basa basi deh, aku tahu mami kesini pasti bukan untuk menanyakan itu. Segera katakan saja apa tujuan mami datang ke kamarku.” Ucap Rezky, putra tunggal keluarga itu.
“Hahah,, kau sepertinya bisa menebaknya. Baiklah Mami ingin aku menemani mami nanti untuk menemui teman mami. Kamu masih ingat tante Sinta?” tanya Jasmin dan putranya itu hanya mengangguk.
“Tadi mami ketemu dengannya di mall dan dia memiliki seorang putri sangat cantik sepertinya dia masih kuliah..” ucap Jasmin
__ADS_1
“Mih jangan pernah menjodohkanku, aku tidak menyukainya.” Potong Rezky yang sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan mereka itu.
“Ouh ayolah nak. Dia sangat cantik. Mami yakin kau pasti akan jatuh cinta padanya. Mami janji deh ini terakhir kalinya menjodohkanmu. Mau ya?” bujuk Jasmin.
Rezky pun hanya bisa menghela nafasnya, “Baiklah aku akan menemani Mami kesana tapi ingat ini perjodohan terakhir kalinya.” Ucap Rezky.
Jasmin pun tersenyum, “Deal!” ucap Jasmin lalu keluar dari kamar putranya itu.
***
“Apa ini rumahmu? Apa kau sudah pindah? Bukankah itu rumahmu?” tanya Jasmin karena Mami Sinta tidak mengajak Jasmin ke Kediaman utama Aryawiguna tapi ke rumah Alvino dan Freya. Tentu saja hal itu Mami Sinta lakukan untuk melihat respon teman lamanya itu.
__ADS_1
“Hey, itu memang rumahku tapi kau sudah pernah kesana kan, jadi lebih baik aku mengajakmu ke rumah putraku saja. Bukankah kau ingin melihat cucuku?” ucap Mami Sinta.
“Ah, kau benar.” ucap Jasmin.
Mami Sinta pun segera mengajak Jasmin dan Rezky masuk ke rumah Alvino dan Freya, “Masuklah sepertinya menantuku sedang sibuk menjaga cucu keduaku. Ohiya Alvino dan papinya sebentar lagi pulang, mungkin mereka sedang dalam perjalanan. Ayo masuk duduk dulu.” Ucap Mami Sinta mempersilahkan kedua tamunya itu duduk.
Pelayan Alvino dan Freya yang memang sudah di beri tahu akan kedatangan tamu pun segera menyajikan minuman dan beberapa camilan untuk tamu nyonya besar mereka itu.
Tidak lama Alvino dan Papi William segera tiba, Papi William yang tahu istrinya ada di rumah putranya pun segera menuju rumah putranya itu.
“Ee,, Jasmin.” Sapa Papa William.
__ADS_1
Jasmin pun hanya mengangguk. Alvino segera menyalami orang di hadapannya itu. Setelah itu dia pamit ke dalam untuk mengganti pakaiannya, “Apa itu Vino?” tanya Jasmin. Mami Sinta dan Papi William pun hanya mengangguk.
Sementara Rezky yang sudah sering melihat Alvino di majalah bisnis pun semakin kagum dengan Alvino karena ternyata Alvino sangat ramah tidak seperti yang di katakan dalam majalah. Dia mengagumi Alvino sebagai idolanya dalam dunia bisnis karena di usia yang masih muda Alvino sudah bisa mengembangkan perusahaan keluarga ke berbagai Negara. Selain itu dia juga mempunyai usaha sendiri yang tidak kalah berkembang salah satunya mall terbesar di kota mereka itu. Untuk itu Rezky menjadikan Alvino panutannya, dia bukan tidak ingin mewarisi bisnis keluarganya hanya saja dia ingin mengembangkan kemampuanya sebagai guru dan dosen sebelum dia terjun ke dunia bisnis.