
“Apa yang terjadi nona Hanna?” tanya Alvino.
Hanna hanya menggeleng lalu dokter dan bidan tadi yang keluar mereka kembali dengan membawa bed operasi, “Nona Hanna apa yang terjadi?” tanya Alvino berteriak.
“Re-re dia harus melakukan operasi sekarang karena pendarahan nya hebat, hanya ini jalan satu-satunya yang bisa kami ambil dan kemungkinan besar rahimnya akan di angkat.” Ucap Hanna lemah.
Alvino langsung tersungkur, “Nak, berdirilah!!” ucap Papi William.
Tiba-tiba para dokter dan bidan segera keluar dengan Freya sudah di bawa ke ruang operasi. Alvino yang melihatnya segera mendekat, “Dokter selamatkan dia apapun yang terjadi. Aku mohon!!” mohon Alvino lemah.
“Kami akan melakukan yang terbaik tuan.” Jawab dokter.
“Nak, kau harus kuat.” Ucap Papi William.
Tidak terasa sudah satu jam operasi berlalu tapi belum ada tanda-tanda operasi akan berakhir.
“Nak, lebih baik kita melihat putrimu dulu.” Ucap Papi William.
__ADS_1
“Gak pih aku akan tetap menunggunya di sini.” Ucap Alvino.
Papi William pun hanya bisa mengangguk, “Baiklah.” Jawab Papi William.
***
Sementara di ruang perawatan, “Nenek, kenapa bunda belum juga di bawa kesini?” tanya Anind setelah puas memandangi adik cantiknya.
“Bunda pasti akan di bawa kesini kok sayang. Kamu sabar yaa!!” ucap Mami Sinta menenangkan cucunya itu.
Alvino yang melihat sang putra datang langsung memeluk, “Gak apa-apa sayang tapi kenapa kau datang kesini. Ayo kau ke ruang perawatan. Di mana adikmu?” tanya Alvino.
“Anind ada di sama adik kecil.” Jawab Anand.
“Ya sudah kalau begitu kamu pulang juga kesana.” Ucap Alvino.
“Gak aku di sini saja, mau nemanin ayah nungguin bunda.” Ucap Anand.
__ADS_1
“Kamu tahu bunda ada di sini?” tanya Alvino menunjuk ruang operasi.
Anand pun hanya mengangguk, “Aku tahu pasti ada sesuatu yang terjadi tapi ayah tenang saja aku tidak akan bertanya karena aku yakin jika kalian tidak ingin mengatakannya kepada kami maka itu berarti sesuatu yang tidak bisa kami ketahui. Aku juga akan berdoa semoga bunda baik-baik saja. Ayah jangan menangis.” Ucap Anand.
Alvino yang mendengar putra sulungnya itu terharu karena tidak menyangka sang putra pemikirannya begitu dewasa, “Kamu memang putra kami yang paling pengertian nak.” ucap Alvino memeluk putranya itu.
Satu jam berlalu, akhirnya lampu operasi pun padam menandakan bahwa operasi selesai dan tidak lama beberapa perawat membawa bed yang di atasnya berbaring seorang wanita yang sudah terpakai pakai macam alat di tubuhnya tapi hal itu tidak menutupi kecantikannya. Alvino dan Anand segera mendekati Freya, “Tuan, kami harus membawanya ke ruang ICU karena kondisinya masih kurang stabil.” Ucap salah satu perawat.
Alvino pun membiarkannya lalu segera mendekat kepada dokter yang keluar, “Dokter bagaimana keadaan istri saya.” tanya Alvino.
“Operasinya berjalan lancar tapi kondisinya belum stabil dan kami juga terpaksa mengangkat rahimnya karena jika tidak maka pendarahannya tidak bisa di hentikan dan dia akan kehabisan darah.” Jelas dokter.
“Apa kemungkinan terburuknya?” tanya Alvino.
“Kemungkinan terburuknya adalah kematian. Tapi saat ini dia akan mengalami koma.” Ucap dokter.
“Koma?”
__ADS_1