
Singkat cerita, hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Hanna dan Adelio karena mereka akan mengikat janji setia sehidup semati.
Tidak hanya untuk kedua mempelai, hari ini juga termasuk hari yang paling membahagiakan untuk Freya karena dia akan menjadi saksi untuk janji setia sahabatnya. Dia pun segera bersiap-siap untuk ke akad nikah sahabatnya itu.
“Mah, bagaimana penampilan Reya?” tanya Freya.
“Kamu sangat cantik sayang. Pakaian itu sangat cocok untukmu! Kau sudah terlihat seperti pengantin saja!” ucap Mami Najwa.
“Ah, Mama bisa aja. Ini juga karena Hanna, entah kenapa dia memesan baju yang seperti ini untukku.” Ucap Freya.
Yah,, pakaian Freya adalah pesanan Hanna, dimana pakaian itu mirip pakaian yang akan dipakai oleh Hanna untuk akad. Perbedaannya hanya detail pakaian Hanna lebih menonjol dan mewah sedangkan untuk Freya lebih terkesan anggun. Perbedaan lainnya hanya warna, Hanna putih dan Freya silver. Selain itu juga pakaian warna pakaian Freya sama dengan jas yang akan dipakai oleh Alvino. Tentu saja ini adalah ide dari Hanna dan juga Adelio.
“Sudahlah sayang! Gaun ini sangat cantik untukmu! Sangat pas! Mama jadi ingin melihat kau menikah juga!” ucap Mami Najwa.
“Mama! Reya belum ingin menikah! Reya masih ingin meraih cita-cita dan juga membahagiakan Mama dan Papa” ucap Freya manja.
“Iya-iya mama percaya. Tapi entah kenapa Mama merasa kau juga akan segera menikah!” ucap Mama Najwa sambil memperbaiki hijab Freya.
“Mama! Ayolah! Jangan begitu dong!” ucap Freya.
“Hahahahh! Itu kan hanya perasaan Mama. Sudah jangan pikirkan! jam 09.00 kan akad Hanna?” tanya Mama Najwa.
“Iya, jam 09.00! Mama gak mau ikut? Kita akan naik mobil, biar Reya yang menyetir.” Ucap Freya. Yah, sebulan yang lalu, Freya sudah membeli mobil pribadi atas namanya tapi dia hadiahkan untuk kedua orang tuanya secara kredit dan Freya yang membayar cicilannya. Freya juga sudah belajar menyetir di sela-sela kesibukan kuliah profesinya.
“Gak usah sayang! Mama dan Papa akan pergi malam saja! Kamu saja yang pergi!” ucap Mama Najwa. Freya pun mengangguk.
Drt drt drt
“Halo, Assalamu’alaikum! Ada apa Zein!” ucap Freya.
“Re, Mama sakit! Aku sekarang sudah membawanya ke rumah sakit F!” ucap Zein. Yah, dia adalah Rugsalim Zein Malhotra adik bungsu dari Mama Najwa tapi Freya yang lebih tua setahun darinya.
“Apa Nenek sakit? Baik aku akan segera kesana! Kau tenang saja! Okay? Aku akan segera menelpon Kak Via.” Ucap Freya panik. Mama Najwa yang mendengar bahwa Nenek Ayesha sakit segera bertanya pada putrinya.
“Nak, apa benar nenekmu sakit?” tanya Mama Najwa.
“Iya Mah! Aku akan segera ke rumah sakit! Mama jika mau ikut, ayo!” ucap Freya.
__ADS_1
“Terus pestanya?” tanya Mama Najwa.
“Itu gampang, sekarang nenek lebih penting. Hanna mungkin akan marah karena aku tidak menghadiri pernikahannya tapi aku yakin dia pasti mengerti!” ucap Freya segera menyiapkan seragamnya tanpa melepas pakaian yang dia pakai.
“Baiklah, Mama juga ikut kau!” ucap Mama Najwa segera mengganti pakaiannya.
Freya sambil menyiapkan mobil segera menelpon Suster Via mengatakan bahwa neneknya dibawah kesana, tidak lupa juga dia mengatakan bahwa dia akan kesana walau Suster Via juga bingung karena Freya sudah mengajukan izin untuk pernikahan Hanna, tapi tetap saja mengiyakan Freya tanpa bertanya karena dia yakin Freya punya alasan sendiri. Suster Via sendiri juga diundang tapi dia akan datang nanti malam karena dia dinas pagi.
Freya juga tidak lupa mengirimkan pesan permohonan maaf kepada Hanna karena dia tidak bisa menghadirinya berhubung neneknya masuk rumah sakit. Tidak lama Mama Najwa keluar. Mereka pun segera berangkat menggunakan mobil. Mama najwa juga tidak lupa mengirimkan pesan kepada Papa Khabir bahwa dia ke rumah sakit karena Nenek Ayesha sakit.
#####
Satu jam kemudian, akhirnya Freya dan Mama Najwa tiba dirumah sakit. Freya segera menuju ruang UGD diikuti Mama Najwa dibelakangnya.
“Suster, bagaimana keadaan Nenek saya?” tanya Freya kepada suster yang berjaga.
“Tenang suster Freya, Nenek anda baik-baik saja, hanya hipertensinya naik dan juga kolesterolnya juga tinggi. Sebentar akan segera dipindahkan ke ruang rawat.” Ucap suster jaga.
“Re, Mama baik-baik saja kan?” tanya Zein yang juga mendengarkan perkataan suster jaga itu.
“Tenang saja, Nenek pasti akan baik-baik saja. Sekarang kita harus pindahkan dia ke ruang rawat dulu.” Ucap Freya.
“Iya, Re! Kau pergi saja. Biar Mama, aku dan kakak saja yang akan mengurusnya. Lagian kau juga sudah memakai gaunnya kan?” ucap Zein.
“Gak, aku akan tetap disini dan aku akan segera memindahkan nenek!” ucap Freya berlalu.
Mama Najwa dan Zein tidak bisa melarangnya karena jika Freya sudah bertekad maka sulit untuk mengubah keputusannya.
Tidak lama, akhirnya Nenek Ayesha sudah dipindahkan ke ruang rawat tingkat menengah. Walau tidak sebagus VIP tapi fasilitasnya sudah lumayan baik.
“Re, kau pergi saja! Mama baik-baik saja kan? Mama akan segera sadar, bukankah itu hanya pengaruh obat?” ucap Zein.
“Iya Nak! Kau pergilah! Kasihan Hanna, dia pasti menunggumu!” ucap Mama Najwa.
“Baiklah! Reya akan pergi! Jika ada apa-apa segera telepon Reya.” Ucap Freya.
“Iya! Sudah sana pergi!” ucap Mama Najwa.
__ADS_1
Freya pun segera pergi meluncur ke rumah Hanna.
Sementara di rumah Hanna sudah banyak tamu undangan yang hadir, mempelai pria juga sudah tiba begitu pun dengan Hanna sudah siap dari tadi berada di dalam kamar.
“Mah, apa Freya sudah tiba?” tanya Hanna yang dari tadi sudah menunggu Freya.
“Kamu sudah menanyakan ini lima menit yang lalu. Dia blum tiba, Nak! Apa dia akan datang?” tanya Mama Hanna.
“Iya. Dia sudah janji akan datang! Tapi kenapa belum tiba? Mah, bisa ambilkan ponsel Hanna.” Ucap Hanna. Mama Hanna pun segera memberikan ponsel Hanna.
“Hah? Ternyata neneknya sakit! Pantas saja dia belum tiba.” Ucap Hanna.
“Sudah, sekarang kau sudah tahu kenapa dia belum tiba. Lebih baik kau segera bersiap akadnya akan segera dimulai.” Ucap Mama Hanna.
Akad pernikahan Hanna dan Adelio pun segera terlaksana. Adelio mengucapkannya dengan lantang hanya dengan satu kali tarikan nafas. Akhirnya Hanna dan Adelio sudah menjadi sepasang suami-istri yang sah dimata agama dan juga Negara. Akad nikah Hanna dan Adelio terpisah, Hanna dihadirkan nanti setelah Adelio selesai mengucap akad. Hanna menuju pelaminan ditemani oleh mama tercinta. Hanna pun segera mencium tangan Adelio untuk pertama kali sedangkan Adelio mencium kening Hanna untuk pertama kali juga. Lalu mereka segera menandatangani surat-surat nikah mereka.
Sementara di sisi lain, Freya melihat sahabatnya menikah menangis terharu melihat kebahagiaan sahabatnya. Iya, Freya tiba beberapa waktu sebelum Adelio mengucap akad karena banyak orang dia akhirnya tidak masuk ke dalam menemani Hanna dan memutuskan duduk dengan para tamu undangan lainnya. Karena itulah Alvino bisa melihat Freya. Dia lagi-lagi kagum dengan keanggunan Freya dan tersenyum setelah menyadari bahwa warna pakaian yang mereka pakai sama.
Hanna menyadari Freya ada saat dia melambaikan buku nikah mereka. Tiba-tiba matanya menangkap sosok Freya. Freya pun yang sudah diketahui oleh Hanna segera menuju pelaminan.
“Re, aku pikir kau gak akan datang!” peluk Hanna menangis.
“Hey, jangan menangis! Gak lucu dong pengantin wanita menangis nanti aku akan dianggap apa lagi.” Ucap Freya menghibur.
“Biarin!” ucap Hanna tidak peduli.
“Emang gak malu dengan kak Lio?” goda Freya. Adelio hanya tersenyum mendengarnya.
“Kau tahu aku sedih tahu, aku pikir kau memang gak akan datang, aku sudah menunggumu dari tadi. Ohiya bagaimana keadaan nenekmu? Kamu kok bisa disini?” tanya Hanna.
“Alhamdulillah nenek baik-baik saja makanya aku bisa kesini.” Ucap Freya.
Freya pun segera mendoakan kedua mempelai dan berpesan kepada Adelio untuk menjaga Hanna sahabatnya. Selain itu juga dia meminta maaf jika tidak bisa hadir untuk acara malam mereka tapi akan tetap dia usahakan datang. Setelah mendoakan sedua mempelai, Freya segera pamit kembali ke rumah sakit.
Setelah Freya pergi, Alvino gantian memdoakan dan memberi selamat kepada kedua mempelai dan tidak lupa juga menanyakan Freya dan berterimah kasih atas pakaian yang Hanna dan Adelio berikan.
Happy Reading guys!!😊
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, vote, beri gift dan favoritin,,🙏