Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 135


__ADS_3

Keesokan paginya kini mereka sedang sarapan dan Freya sibuk memberi susu kepada putri kecilnya yang saat ini dalam gendongan Mami Sinta. Yah, orang tua Freya dan orang tua Alvino belum kembali dan menginap di rumah itu karena mereka belum memberikan izin kepada Freya mengurus bayinya itu sendiri karena Freya masih dalam tahap pemulihan.


“Nak, lebih baik kau sarapan dulu.” Ucap Mama Najwa mendekati putrinya itu.


“Ma, Mih kenapa yaa ASI Reya belum keluar juga. Apa karena obat?” tanya Freya. Yah, putri kecilnya itu hanya minum susu formula.


“Kamu tenang aja sayang. Lebih baik kau fokus dulu pada pemulihanmu.” Ucap Mami Sinta.


Freya pun mengangguk lalu segera menuju meja makan di mana ada keluarga besarnya di sana.


“Bunda, ini sangat enak.” Ucap Azlan memberikan ikan kepada Freya.


Freya pun tersenyum, “Terima kasih sayang, apa Azlan sudah makan?” tanya Freya menatap putra kembarnya itu yang memiliki sifat ceria.


“Sudah bunda Azlan sudah makan dan ikan itu sangat lezat.” Jawab Azlan.


“Iya bunda Anand juga sudah memakannya.” Ucap Anand.


Papa Khabir dan Papi William yang melihat itu hanya tersenyum karena mereka bisa melihat keceriaan di mata ke empat cucu mereka itu ketika Freya kembali.


***

__ADS_1


“Kakak ipar!” panggil Salwa yang mendatangi Freya bersama putrinya.


“Kak!” ucap Freya.


“Wow, mari sini putrinya bunda.” Ucap Freya.


“Gak, kakak ipar lebih baik duduk dulu, luka kakak ipar belum sembuh benar.” ucap Salwa melarang Freya akan memeluk putrinya.


“Kak, padahal aku merindukannya.” Ucap Freya.


“Bunda, Nita juga merindukan bunda tapi kata Mami bunda masih sakit jadi belum bisa menggendong Nita.” Ucap Nita.


“Ouh, kau sangat pintar sayang.” puji Freya dan hanya di balas oleh Nita dengan senyuman.


“Kakak kembarmu itu mungkin ada di kamar mereka sayang.” jawab Freya.


“Hmm,, apa Nita boleh melihatnya bunda?” tanya Nita.


“Tentu saja sayang tapi kau tahu kan kak Azlen-mu itu tidak suka di ganggu jadi,,” pesan Freya.


“Nita mengerti bunda.” Ucap Nita lalu segera berlari menuju kamar Azlen dan Azlan.

__ADS_1


“Hati-hati sayang!” ucap Salwa dan Freya berbarengan yang hanya di balas dengan cengesan oleh balita umur dua tahun itu.


“Kakak ipar, bagaimana luka operasimu?” tanya Salwa.


“Kak kau tenang saja sudah sembuh kok.” jawab Freya.


“Huh, syukurlah kak. Aku sangat takut jika saat itu para dokter tidak segera mengeluarkan rahimmu dan kau kehabisan darah. Aku tidak bisa membayangkan akan bagaimana kakak nanti.” Ucap Salwa.


Freya mencerna ucapan Salwa, “Mengeluarkan rahimku? Apa maksudnya kak?” tanya Freya karena dia memang tidak mengetahui bahwa operasi itu pengangkatan rahimnya.


Salwa pun terdiam karena dia pikir Freya sudah mengetahuinya, “Emm,, kakak ipar itu,,” ucap Salwa gugup.


“Apa aku sudah tidak memiliki rahim begitu kak?” tanya Freya sudah meneteskan air matanya.


Salwa pun merutuki kebodohannya dan segera memeluk Freya, “Maaf kakak ipar!” ucap Salwa.


“Kenapa kau minta maaf kak! Karena kaulah aku sekarang jadi mengetahui ternyata bahwa aku sudah tidak memiliki rahim.” Ucap Freya.


“Kakak ipar aku yakin mereka pasti ingin memberitahu padamu hanya saja mereka menunggu waktu yang tepat untuk memberitahumu.” Ucap Salwa.


Freya pun menghentikan tangisnya, “Kak, aku akan menemui putriku dulu. Maaf kak tidak menemanimu lagi.” Ucap Freya melepaskan pelukan Salwa.

__ADS_1


Salwa pun mengangguk, dia mengerti bahwa Freya membutuhkan waktu untuk menerima hal itu. Freya pun segera pergi menuju kamar putri kecilnya, “Hah, betapa bodohnya aku.” Gumam Salwa melihat kesedihan di mata Freya.


__ADS_2