Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 27


__ADS_3

Keesokkan paginya, kini Freya sedang melakukan panggilan dengan Hanna.


“Re, gimana pestanya? Seru gak?” tanya Hanna basa basi karena Adelio sudah mengatakan padanya.


“Sebenarnya seru sih Han, tapi sedikit menjengkelkan” Jawab Freya.


“Kenapa bisa menjengkelkan? Apa ada yang terjadi?” tanya Hanna.


“Gak tahu Han. Tapi yang pasti aku emosiku terpancing.” Ucap Freya.


“Aku sedang menyesalinya Han, mungkin aku sangat jahat karena tidak bisa menahan emosiku. Yaa Allah ampuni hamba-Mu yang lemah ini.” Sambung Freya.


“Emang apa yang terjadi, Re?” tanya Hanna.


“Ada sedikit masalah. Sudahlah lupakan saja.” Ucap Freya.


“Baiklah, aku tidak akan membicarakannya.” Ucap Hanna.


“Kok aku merasa ini bukan seperti dirimu, Han.” Ucap Freya.


“Kok gitu sih, aku kan hanya menuruti keinginanmu. Apa salah?” ucap Hanna.


“Gak salah sih, tapi gak biasanya kamu begitu karena kamu itu selalu saja ingin tahu dan jika tidak diberitahu kau pasti akan selalu menanyakannya sampai diberitahu. Kok kamu semakin aneh deh.” Ucap Freya.


“Hah, ternyata dia memang memiliki insting yang kuat.” Batin Hanna.


“Aku udah bertobat Re. Seharusnya kamu senang dong, ini malah menanyakannya. Aku cerewet salah, aku pendiam juga salah.” Ucap Hanna.


“Hahahahh,, kau memang serba salah Han, karena aku terbiasa dengan dirimu yang dulu. Jadi aku pasti akan mencurigaimu jika kau aneh.” Ucap Freya.


“Tapi syukur deh jika kau sudah pension jadi tukang kepo.” Sambung Freya.


“Ah, kamu gak asik, Re.” ucap Hanna pura-pura merajuk.


“Ohiya, Han, bagaimana keadaan keluargamu? Apa mereka akan menghadiri wisudamu?” tanya Freya.


“Mereka baik-baik saja kok, Re. Mereka juga akan menghadiri wisudaku.” Jawab Hanna.


“Syukurlah jika begitu. Jadi nanti Kak Lio akan ketemu nih dengan calon mertua.” Goda Freya.

__ADS_1


“Ah, kamu Re. Aku belum ingin menikah. Aku masih ingin melanjutkan pendidikan profesiku bersamamu.” Ucap Hanna.


“Hey, jika kamu sudah ingin menikah juga gak apa-apa dong Han. Jangan hanya karena ingin menemaniku kau belum mau menikah.” Ucap Freya.


“Gak, Re. Ini memang sudah jadi janjiku dengan Kak Lio kok. Dia juga akan menikahiku nanti setelah aku lulus profesiku.” Ucap Hanna.


“Cie-cie yang sudah punya rencana menikah. Aku doakan deh semoga kalian bisa menjalani hubungan kalian dengan baik” ucap Freya.


“Aamiin. Tapi kita juga gak tahu kan Re, sapatau nanti kau juga setelah lulus profesi juga nanti akan menikah.” Ucap Hanna.


“Ah, kamu Han bisa aja. Mana ada yang menikah jika aku saja hanya dekat denganmu. Mungkin hanya kau memang yang sudah pasti akan menikah nanti.” Ucap Freya.


“Siapa tau aja kan Re, jodohmu sedang melihatmu sekarang dan mungkin bisa saja apa yang aku katakan akan terjadi. Lalu bagaimana jika nanti ada yang akan melamarmu setelah kau lulus profesi?” ucap Hanna.


“Sudah hentikan kehaluanmu itu, itu gak mungkin. Dan jika itu terjadi nanti aku pasti akan menerimanya jika kedua orang tuaku merestuinya karena aku tidak akan menikah tanpa restu mereka.” Ucap Freya.


“Lalu bagaimana jika kedua orang tuamu justru menyerahkan keputusannya kepadamu?” tanya Hanna.


“Hahhahah,, kok malah bahas aku sih, Han.” Ucap Freya.


“Ayolah Re, jawab. Aku ingin tahu jawabanmu.” Ucap Hanna.


“Karena apa?” Tanya Hanna.


“Ah, itu adalah rahasiaku, Han. Jika nanti sudah saatnya nanti aku pasti akan mengatakannya. Jadi kau jangan kepo, kau kan sudah pension.” Ucap Freya.


“Ah, jiwa kepoku meronta-ronta Re. Tapi baiklah aku gak akan bertanyan lagi, aku akan konsisten.” Ucap Hanna.


“Baiklah jika begitu sudah dulu ya Han, nanti kita lanjut lagi.” Ucap Freya.


“Okay!” ucap Hanna.


Telepon mereka pun segera berakhir dan tanpa Freya ketahui Hanna merekam pembicaraan mereka mengenai pendapat Freya.


######


Kini Adelio sedang ada di ruangan temannya sekaligus bosnya.


“Tuan, bagaimana pestanya?” tanya Adelio.

__ADS_1


“Membosankan, kau kan juga tahu. Jika saja dia tidak datang ke pesta itu maka aku tidak akan datang. Hanya dia satu-satunya yang menyenangkan di pesta itu, yang lain gak ada gunanya.” Ucap Alvino.


“Ohiya, bukankah aku memberikan tugas kepadamu untuk menyelidiki gadis yang telah menghina gadisku.” Ucap Alvino.


“Tentu saja sudah, Tuan. Ini informasinya dan ini dijamin 100% benar dan asli.” Ucap Adelio sambil menyerahkan dokumen yang dibawanya kepada tuannya.


“Bagus. Jadi dia kuliah dikampus yang sama dengan Freya. Jurusannya lumayan juga. Aku ingin menjadi pengujinya.” Ucap Alvino setelah membaca dokumen yang berisi info gadis itu.


“Apa lagi yang kau pikirkan? Kau jangan macam-macam deh, kau bukan dosen mereka.” Ucap Adelio.


“Gak aku harus melakukan itu. Aku ingin tahu seperti apa kepintarannya sehingga berani mempermalukan gadisku. Pokoknya kau atur aku agar bisa menjadi dosen pengujinya. Aku juga layak untuk menjadi dosen pengujinya.” Ucap Alvino.


“Hah, baiklah. Aku akan melakukannya tapi kau harus bisa menyeimbangkan antara masalah pribadimu dan masalah umum. Tapi haruskah kamu melakukan ini? Bukannya nona Freya sudah membuat dia malu?” Ucap Adelio.


“Yah, aku tahu. Aku juga gak mungkin gak berlaku adil kepada gadis itu. Jika dia bisa menjawab dengan baik, aku pasti akan meluluskannya, aku juga masih memiliki hati nurani. Dan soal Freya sudah membuatnya malu, itu pantas dia dapatkan karena dia yang sudah keterlaluan.” Ucap Alvino.


“Hah, kalian sepertinya akan jadi pasangan penindas. Sepertinya akan sulit bagi gadis itu untuk lulus. Tapi apa perasaanmu kepada Nona Freya masih sama setelah melihat dia seperti itu?” ucap Adelio.


“Seperti apa? Asal kau tahu saja aku justru semakin mencintainya karena dia tidak mudah ditindas, dia semakin menarik. Bukankah untuk menjadi pasangan seorang pewaris tunggal harus memiliki sifat itu.” Ucap Alvino.


“Hah, terserah kau deh. Baiklah aku akan segera mengurus kau untuk jadi dosen penguji.” Ucap Adelio segera berlalu.


“Ehh,, tunggu sekalian saja. Kau kan tahu aku ingin membiayai profesinya. Jadi kau urus juga hal itu. Bicarakan dengan rektornya, jika kau mengalami kesulitan biar aku yang akan mendatanginya. Dan kau juga harus memastikan bahwa Freya gak tahu.” Ucap Alvino.


“Baiklah, akan aku lakukan. Kau tenang saja aku pasti akan memastikan bahwa nona Freya gak akan mengetahuinya.” Ucap Adelio.


“Okay! Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu.” Ucap Alvino.


“Ehh, aku hampir lupa. Sudah aku kirimkan.” Ucap Adelio segera berlalu pergi setelah mengirimkan rekaman suara Freya yang dikirimkan oleh Hanna.


“Apa ini? Rekaman suara?” pikir Alvino.


Dia pun segera mendengarkan rekaman itu dan segera mengenali suara Freya. Dia pun mendengarnya dengan baik.


“Jadi seperti itu pendapatmu! Tapi kenapa kau membuatku penasaran, Re. Karena apa? Apa kau punya kekasih lain?” pikir Alvino.


Happy Reading readers


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..

__ADS_1


Maaf jika banyak typo guys


__ADS_2