
Kini Freya dan juga baby-nya sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP. Alvino ingin memberikan fasilitas terbaik untuk istri dan anaknya. Proses persalinan Freya berjalan lancar, Freya dan bayinya sehat-sehat saja.
“Selamat nak kamu sekarang sudah jadi seorang ayah.” Ucap Papi William memeluk putranya itu.
“Terima kasih pih.” Jawab Alvino.
“Papa!” panggil Alvino dan langsung memeluk papa Khabir.
“Selamat nak!” ucap Papa Khabir.
“Sayang, kamu mau apa?” tanya Alvino segera berlari begitu melihat istrinya itu sedang berusaha duduk. Dia pun segera membantu Freya duduk.
“Sayang, jika kamu mau apa begitu panggil hubby, jangan lakukan sendiri begitu.” Ucap Alvino.
Freya pun hanya tersenyum, “Kakak ipar, selamat untukmu!” ucap Salwa begitu masuk dan langsung berlari memeluk Freya.
“Pelan-pelan Wa, kakak iparmu ini baru saja melahirkan.” Ucap Alvino posesif.
“Gak apa-apa hubby!” ucap Freya.
“Tuh dengerin kakak ipar aja gak masalah.” Ucap Salwa meledek kakaknya.
Semua orang yang ada disana pun hanya tersenyum melihat keposesifan Alvino terhadap Freya dan juga perdebatan Salwa dan Alvino yang selalu ada setiap bertemu.
“Nak, apa yang kamu rasakan?” tanya Mama Najwa.
“Gak ada Ma. Reya baik-baik aja. Reya hanya ingin makan coklat.” Pinta Freya tertawa.
“Ouh May God, apa kamu masih saja ingat coklat?” Tanya Hanna.
“Baiklah, kau tunggu di sini aku akan memesannya untukmu.” Ucap Alvino mengecup kening Freya lalu segera mengambil ponselnya.
Mami Sinta yang melihat Alvino sangat menyayangi Freya pun hanya tersenyum bangga kepada putranya.
“Sayang, jika kamu merasakan apa-apa begitu segera katakan.” Ucap Mami Sinta.
“Iya Mih.” Jawab Freya.
Semua orang pun memberi selamat kepada Freya dan Alvino. Adelio juga sudah tiba beberapa saat yang lalu bersama putra mereka Danish Liohan Ramadan begitu juga dengan Mami Santi dan Papi Budiman juga baru saja tiba. Mereka pun memberikan selamat kepada Freya dan Alvino.
Tidak lama juga akhirnya Devano tiba dengan banyaknya coklat yang dibawanya, “Sayang ini untukmu!” ucap Alvino segera mengambil coklat dari Devano.
Freya yang melihatnya pun hanya bisa melongo tidak percaya dengan begitu banyaknya coklat yang dibeli oleh suaminya, “Hubby! Apa kau membeli pabrik coklat?” tanya Freya.
“Kakak ipar kau gak usah kaget begitu kakak memang selalu seperti itu. Aku sudah menduganya tadi.” Timpal Salwa segera mengambil satu coklat.
“Sayang aku membelikan ini untukmu. Apa aku salah?” tanya Alvino polos. Semua orang pun mengangguk karena coklat yang dibeli Alvino itu sekitar 5 dos. Devano saja sudah dibantu oleh office boy rumah sakit membawanya.
“Sudahlah nak, kamu bisa menyimpannya. Silahkan kau ambil apa yang kau ingin kau makan.” Ucap Mama Najwa membela menantunya.
“Mama! Hanya kau yang mengerti aku.” Ucap Alvino manja.
__ADS_1
“Gak usah manja dek kak, kau itu sudah punya anak.” Ucap Salwa yang sibuk makan coklat. Alvino pun hanya menatap sinis Salwa.
“Han, kapan anakku di bawa kesini?” tanya Freya sambil disuapi coklat oleh Alvino.
“Tenang Rereku sayang, tidak ada yang akan mengambil putramu itu. Mereka sebentar lagi akan membawanya kesini.” Jawab Hanna.
“Putra?” tanya semua orang kaget kecuali Alvino, Mami Sinta dan Mama Najwa yang hanya tersenyum karena semua orang pikir Freya melahirkan seorang putri.
“Kenapa kalian kaget seperti itu? Apa kalian tidak senang kami memiliki seorang putra?” tanya Alvino heran.
“Beneran kakak ipar? Apa babymu laki-laki?” tanya Salwa segera mendekati Freya dan hanya diangguki oleh Freya.
“Yes!!” teriak Salwa senang dan Freya pun hanya tersenyum melihat sementara semua orang heran dengan tingkah Salwa.
“Apa yang membuatmu senang nak?” tanya Mami Santi.
“Ada deh, itu rahasiaku dengan kakak ipar.” Jawab Salwa tersenyum.
“Ada apa sih sayang?” tanya Alvino menatap istrinya. “Kakak ipar! No!” ucap Salwa.
Freya pun hanya tertawa, tidak lama kemudian datanglah dokter Rina dan perawat mengantarkan putra mereka. Salwa pun segera berlari melihat putra Freya yang sedang terlelap tidur di box bayinya.
Dokter Rina pun segera kembali setelah memastikan kondisi Freya, “Wow, dia sangat tampan. Calon menantuku memang harus tampan.” Ucap Salwa gemas.
“Calon menantu?” tanya Alvino heran begitupun dengan semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Salwa mengabaikan Alvino dan tetap fokus dengan bayi kecil itu, “Hai ganteng ini auntymu. Tapi auntymu ini tidak ingin dipanggil aunty olehmu. Kamu harus memanggil dengan sebutan Mami karena auntymu ini akan jadi mertuamu nanti. Jadi mulai sekarang kau harus memanggil seperti itu. Mengerti ganteng!” ucap Salwa bicara dengan bayi kecil itu yang bahkan tidak mengerti apa-apa.
“Hubby itu adalah permintaan kak Salwa sebulan yang lalu. Dia ingin menjodohkan putrinya nanti dengan anak kita jika aku melahirkan seorang putra. Aku sudah mengatakan bahwa anak kita sudah kita jodohkan dengan anak Hanna jika kau melahirkan seorang putri maka kak Salwa juga bersikeras menjodohkan anaknya jika aku melahirkan seorang putra.” Jelas Freya.
“Menikah saja belum kau sudah ingin menjodohkan anakmu dengan putraku?” tanya Alvino menatap Salwa.
“Kak, lihat saja nanti jika nanti aku menikah. Aku pasti akan melahirkan seorang putri dan akan menjodohkannya dengan si tampan ini.” ucap Salwa.
“Gak aku gak setuju.” Ucap Alvino.
“Aku tidak butuh persetujuanmu yang paling penting kakak ipar setuju.” Balas Salwa.
“Dia tidak setuju tapi kau yang memaksanya.” Ucap Alvino.
“Hubby jangan bertengkar lagian aku hanya menyetujui jika nanti anak pertama kak Salwa seorang putri. Jika tidak maka akan batal seperti perjodohan dengan Danish. Itu hanya berlaku untuk anak pertama saja.” Ucap Freya.
“Gak, aku bersikeras menjodohkan putriku nanti dengannya kakak ipar. Aku sudah jatuh cinta padanya. Aku yakin putriku nanti akan setuju.” Ucap Salwa.
“Kak Salwa kita sudah menyetujui ini sebelumnya kan. Aku tidak ingin memaksa anak-anakku nanti. Jika memang putraku nanti mencintai putrimu maka aku pasti akan merestuinya begitu pun denganmu Hanna jika nanti aku memiliki putri dan dia mencintai Danish begitupun sebaliknya maka aku pasti akan merestuinya. Aku tidak ingin memaksa anak-anakku karena mencintai dan dicintai itu dua hal yang berbeda dan akan sakit salah satunya, yang indah itu adalah saling mencintai.” Ucap Freya.
Salwa pun terdiam lalu dia segera memandang Devano disana, “Kau benar kakak ipar. Baiklah aku tidak akan memaksa mereka nanti. Aku akan menyetujui apa yang kau katakan.” Balas Salwa, Freya pun tersenyum mendengarnya.
“Aku juga setuju dengan Re.” ucap Hanna.
“Kakak akan menyetujuinya juga jika mereka memang saling mencintai tapi sekarang masalahnya bukan itu kau saja belum menikah dan kau sudah ingin menjodohkan putrimu? Kau harus menikah dulu jika memang ingin hal itu terjadi.” Ucap Alvino tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Salwa pun segera berdiri, “Kakak kau! Mami!” ucap Salwa mengadu kepada Mami Santi.
“Maka cepatlah menikah nak!” ledek Papi William.
“Iya betul itu nak!” timpal Mami Sinta.
“Uncle! Aunty! Baiklah Papi, Mami segera adakan perjodohanku. Aku akan menemuinya! Jika perlu percepat saja.” Ucap Salwa.
“Baiklah, papi harap kau tidak akan menarik perkataanmu lagi.” Ucap Papi Budiman.
“Aku tidak akan menolaknya lagi.” Ucap Salwa.
“Baiklah jika begitu perjodohanmu akan diadakan setelah kakak iparmu pulang.” Ucap Mami Santi.
Salwa pun hanya mengangguk dan kembali fokus melihat putra Freya dan Alvino sedangkan tanpa dia sadari keluarganya saling menatap dan tersenyum misterius. Devano yang mendengar Salwa menerima perjodohan itupun merasa sedih dan entah kenapa hatinya terasa sakit mendengarnya.
“Sayang, siapa nama cucu kami ini?” tanya Papa Khabir begitu melihat cucu tampannya itu.
“Iya nak siapa namanya? Hmm,, cucu kakek sangat tampan.” Tanya Papi William.
Box bayi itu pun di dekatkan ke ranjang Freya, “Hubby kau saja yang beri tahu namanya.” Ucap Freya menatap putranya.
“Putra kami namanya Ananda Nur Maulana Putra Aryawiguna.” Ucap Alvino menatap putranya juga.
“Wow, nama yang sangat bagus. Jadi kita akan memanggilnya apa kak?” tanya Salwa.
“Dia akan dipanggil dengan Anand.” Jawab Freya.
“Bagus namanya, kami sangat menyukainya.” Ucap Mami Sinta.
“Baby A!” panggil Salwa.
Semua orang pun bergantian menggendong bayi kecil yang sangat tampan itu yang hampir seluruh dirinya adalah copyan Alvino hanya matanya yang mengikuti Freya. Semua berbahagia menyambut anggota baru keluarga itu.
*
*
Ciee, Welcome baby A!!😘
*
*
Happy reading guys !!😊
Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊
Mohon maaf jika ada typo guys.🙏🏻😉
Mohon mampir dong dinovel author yang berjudul “Takdir Hidup Zia”. Author tunggu kedatangannnya, mohon tinggalkan jejak yaa!!🙏🏻🥺😉
__ADS_1