
“I-itu kak Salwa hamil.” Lanjut Freya berbisik.
“Apa? Ha..” Freya langsung menutup mulut suaminya.
“Hubby!” ucap Freya menatap sang suami.
Alvino pun segera mengangguk mengerti, Freya pun melepaskan tangannya dari mulut sang suami.
“Beneran sayang? Salwa hamil?” ulang Alvino sambil berbisik.
Freya pun hanya mengangguk, “Maka dari itu kak Salwa mengajak kita menonton karena jika hanya kak Vano dan kedua orang tua mereka yang ikut maka rencana ini akan berantakan. Dia ingin memberikan kak Vano kejutan.” Jelas Freya.
Alvino pun mendengarkan sambil mengangguk mengerti, “Hmm,, tapi aku merasa Vano sudah curiga.” Ucap Alvino.
“Iya, tapi setidaknya kak Vano hanya curiga saja.” Ucap Freya.
“Ah terus usia kandungan siapa yang duluan antara kalian?” tanya Alvino.
“Hmm,, sepertinya kak Salwa deh.” Jawab Freya.
“Ah, sudahlah hubby karena kau yang menggangguku lihatlah aku gak jadi tahu kan apa jalan ceritanya. Hubby sih kepo.” Ucap Freya merajuk.
Alvino pun langsung memeluk istrinya erat, “Nanti kita akan menontonnya lagi berdua. Salah siapa juga tidak langsung memberitahukan ini pada hubby. Jika hubby sudah tahu sebelumnya kan gak akan mengganggumu.” Bisik Alvino yang tetap memeluk sang istri.
Freya pun membiarkan suaminya itu memeluknya dan tetap melanjutkan menonton walau dia sudah tidak tau jalan ceritanya.
Tidak lama akhirnya film itu pun selesai.
Devano pun segera berdiri tapi Salwa tetap duduk, “Ayo Jesy, kita pulang.” Ajak Devano.
“Sebentar kak Daren, duduk dulu.” Ucap Salwa.
Devano pun menurut lalu tiba-tiba terputarlah sebuah video dimana Salwa yang terlihat di sana sambil tersenyum. Devano yang melihat sang istri pun segera duduk lalu menatap Salwa sekilas lalu segera fokus mendengarkan apa yang dikatakan Salwa, “Hmm,, maaf semuanya!! Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa muncul di sini dan untuk apa aku kesini tapi aku yakin pasti suamiku sudah sedikit curiga. Iya kan? Yah, dia pasti sudah sedikit bisa menebaknya karena aku memang susah mengelabuinya. Baiklah tanpa berlama-lama aku di sini hanya ingin mengatakan selamat untuk Mami, Papi, Ayah, Ibu dan terspesialnya kak Daren suamiku selamat untuk kalian karena sebentar lagi akan ada yang memanggil kalian kakek dan nenek serta sebutan papi untuk suamiku. Yah,, saat ini aku sedang mengandung, dia baru berusia 10 minggu.” Ucap Salwa sambil tersenyum lalu video pun bepindah ke foto USG dan hasil testpeck.
Devano yang melihat itu pun tersenyum lalu segera memeluk sang istri dan menciuminya, “Terima kasih!” ucap Devano.
Salwa pun hanya tersenyum membalas pelukan suaminya, “Ini kejutan paling ku sukai yang pernah ku dapat walau aku sudah sedikit menebaknya.” Bisik Devano.
“Yah, aku memang sulit mengelabuimu kak.” Jawab Salwa.
“Selamat nak.” ucap Mami Santi dan Ibu Azana lalu memeluk Salwa bergantian.
__ADS_1
“Selamat untukmu sayang.” ucap Papi Budiman memeluk putri tunggalnya itu.
Semuanya berbahagia menyambut kehamilan Salwa itu. Setelah itu Salwa segera mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah membantunya dan memberikan sedekah kepada para anak yatim piatu yang sudah di ajaknya untuk menonton agar sang suami tidak curiga jika hanya sedikit yang di dalam bioskop. Setelah melakukan itu mereka pun akhirnya makan bersama.
***
Tiga bulan berlalu dengan sangat cepat, kini kehamilan Freya dan Salwa sudah menginjak usia 6 bulan. Freya pun sudah kembali bisa beraktivitas dengan normal, kehamilannya sudah berjalan dengan normal tapi Alvino tetap melarangnya melakukan aktivitas berat dan masih melarangnya untuk bekerja di rumah sakit bahkan Anand pun masih tetap tinggal bersama orang tua mereka.
“Kakak!” panggil Friska dan Frisya memeluk kakaknya itu.
“Hmm,, apa kalian tidak mengucapkan salam?” tanya Freya menatap kedua adiknya itu.
“Lupa kak.” Ucap Friska.
“Dasar!” ucap Freya.
“Maaf!” ucap Frisya.
“Sudahlah ayo duduk.” Ajak Freya.
Bi Wati pun segera menyajikan minuman untuk kedua adik nonanya itu, “Ada apa kalian ke sini?” tanya Freya.
“Iss, kakak kebiasaan deh bertanyanya seperti itu? Apa kami harus butuh alasan mengunjungi kakak?” tanya Friska.
“Heheh,, iya juga. Tenang kak kami baik-baik aja kok. Kami datang kesini hanya merindukanmu saja.” Ucap Frisya.
“Iya kak kami merindukanmu. Kamu sudah jarang pulang ke rumah. Jadi kami mengunjungimu.” Timpal Friska.
“Maaf!” ucap Freya.
“Ee,, gak apa-apa kok kak. Kami tahu kesehatanmu menurun karena mengandung keponakan kami ini.” ucap Frisya mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin sang kakak merasa sedih.
“Ah sudahlah lebih baik kita bersenang-senang berhubung kalian di sini.” Ucap Freya.
“Ah kakak benar.” jawab Friska.
“Kalian belum akan pulang kan?” tanya Freya.
“Belum kok kak.” Jawab Friska.
“Kalau begitu kita akan melakukan berbeque di sini. Ee,, ajak juga Kiana,Kenzo, Mark dan Clemira.” Ucap Freya.
__ADS_1
“Okay, biar Risya yang akan menelpon mereka.” Ucap Frisya segera menelpon para sepupu mereka itu.
Sedang Freya segera menyuruh Bi Wati untuk belanja keperluan berbeque mereka.
***
Sore harinya, kini mereka sedang ada di halaman apartemen yang memang sudah di sediakan untuk acara seperti itu. Seluruh sepupunya pun sudah tiba, “Kakak, apa dia cewe?” tanya Kiana sambil mengusap perut Freya.
“Ah, kakak gak tahu.” Jawab Freya.
“Hmm,, aku tahu pasti kakak yang tidak ingin mengetahuinya seperti keponakanku yang satu itu. Ohiya apa keponakanku itu masih dengan paman dan tante?” tanya Kiana.
Freya pun mengangguk, “Ohiya bagaimana dengan kuliahmu?” tanya Freya.
“Baik-baik aja kok kak.” Jawab Kiana tersenyum.
“Kalau kondisi paman bagaimana?” tanya Freya.
“Papa baik-baik aja kok.” jawab Kiana tersenyum.
Freya pun hanya mengangguk karena dia tahu sepupunya itu menyembunyikan sesuatu darinya.
Tidak lama kemudian datanglah Alvino lalu segera mendekati sang istri dan para adik-adiknya itu. Dia memang sudah mengetahuinya karena Freya sudah menelponnya tadi, “Kakak ipar!” ucap Frisya begitu melihat Alvino.
Alvino pun hanya mengangguk lalu mendekati sang istri yang kini sedang bersama kedua sepupu laki-lakinya, “Sayang!” ucap Alvino segera mengecup kening sang istri.
“Ouh, kakak ipar kau tidak lihat di sini ada anak kecil?” Protes Mark sinis.
“Emang kenapa? Dia itu istriku.” Balas Alvino tidak kalah sinis.
“Ah dasar cemburuan.” Ledek Mark.
“Sudahlah Mark jangan bertengkar dengan kakak ipar.” Ucap Kenzo.
Freya yang melihat itu hanya tersenyum karena entah kenapa suaminya itu sangat tidak akrab dengan sepupu kecilnya itu.
Alvino pun segera melepas jasnya lalu segera bergabung dengan para sepupu istrinya.
“Kakak, ini untukmu!” ucap Clemira menyerahkan sate ayam yang sudah di bayar untuk Freya.
“Terima kasih dek. Ayo kamu juga makan.” Ucap Freya.
__ADS_1
Clemira pun mengangguk.
Mereka pun menikmati acara berbeque itu dengan damai dan bahagia.