Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 140


__ADS_3

“Huh, aku tidak menginginkan itu kak.” Balas Freya.


“Tapi kau memang tidak bisa melarangnya Re.” ucap Hanna.


“Hah, sudahlah. Lebih baik aku akan melihat apa yang mereka lakukan.” Ucap Freya.


“Mau kemana Re?” tanya Hanna.


“Tentu saja melihat mereka.” Balas Freya.


“Gak usah kak, sudah ada Mark dan Wina yang mengawasi mereka.” Ucap Salwa.


“Apa yang sedang kalian bahas sayang?” tanya Alvino yang ikut bergabung dengan para istri.


“Ini semua karena kau By. Lihatlah kita berkumpul tapi lihat anak-anak tidak terlihat satu pun di sini.” Balas Freya.


Alvino pun hanya tersenyum, “Sudahlah mereka sangat menyukai itu sayang.” jawab Alvino.


“Apa Danish dan Danisha juga di sana sayang?” tanya Adelio kepada Hanna.


“Tentu saja. Bukankah putra kita itu selalu mengikuti kemana Anind pergi. Mana mungkin Anind di sana dia tidak di sana.” Balas Hanna tersenyum karena putranya itu bagaikan ekor dari putri sahabatnya.


Adelio dan Alvino pun hanya tersenyum, “Kamu benar sayang.” balas Adelio.


“Ingat Lio, aku belum memberikan restuku untuk putramu itu.” Ucap Alvino.


“Huh, aku tahu perjalanan putraku itu memang sulit karena harus menghadapi ayah yang posesif dan ketiga penjaga lainnya yang tidak kalah posesif.” Balas Adelio.


Semua orang pun tertawa dengan hal itu.


“Jangan cemberut sayang.” ucap Alvino yang melihat sang istri yang kesal.

__ADS_1


***


“Mark, dimana anak-anak?” tanya Freya begitu melihat adiknya itu turun.


“Tuh!” tunjuk Mark kepada segerombolan anak-anak yang baru saja keluar dan ikut bergabung dengan mereka.


“Apa yang mereka lakukan di sana Mark?” tanya Freya.


“Kak, aku juga kurang mengerti. Aku hanya mengawasi mereka saja.” Balas Mark.


“Sayang, apa yang kalian buat di dalam sana?” tanya Freya menatap putra sulungnya.


“Kami hanya bermain game kok bun.” Jawab Anand.


“Beneran?” tanya Freya tidak percaya.


“Hmm,, kami sedang mendiskusikan program yang sedang kami rancang bun.” Ucap Anand.


“Hahah, paman kau bisa aja. Hmm,, ayah, papi kami juga melihat pergerakan saham perusahaan kalian.” Ucap Anand yang di angguki oleh Nata.


Alvino dan Devano yang memang sudah menduganya hanya tersenyum karena mereka sudah mendapat laporan bahwa ada yang mengawasi pergerakkan saham perusahaan mereka yang begitu di cek oleh Alvino dan Devano ternyata itu milik anak-anak mereka.


“Ouh God.” Ucap Freya hanya bisa menghela nafasnya.


Salwa dan Hanna hanya tertawa melihat Freya yang pusing dengan perkembangan anak-anaknya.


“Sabarlah kakak ipar.” Ucap Salwa.


“Kak, apa kau tidak khawatir dengan Nata dan Nita?” tanya Freya.


“Apa yang membuatku khawatir karena mereka tidak secerdas anak-anakmu kakak ipar.” Balas Salwa.

__ADS_1


“Sudahlah ayo lebih baik kita makan.” Ucap Alvino segera memulai perjamuan itu.


“Kakak itu sangat hebat memiliki anak seperti mereka yang cerdasnya luar biasa.” Ucap Friska yang setahun lalu baru saja lulus dari kebidanan dan sudah bergabung dengan Freya di kliniknya. Sementara Frisya baru saja lulus dari farmasi dan melanjutkan pendidikan profesi apoteker.


“Kalian gak tahu saja kakak itu pusing.” Timpal Kiana.


“Benar keponakan kita itu memang sangat cerdas.” Ucap Clemira membenarkan. Yah para sepupu Freya hadir. Rugsalim dan Deyana mereka baru saja tiba begitu makan malam itu hampir selesai karena masih ada urusan yang akan mereka selesaikan. Perjamuan itu berlangsung dengan lancar dan di penuhi oleh kebahagiaan.


Freya tidak menyangka bahwa keputusannya menerima lamaran seorang pria yang tidak dikenalnya kini membuatnya menemukan kebahagiaan yang tiada tara. Dia memiliki seorang suami yang begitu mencintai dan menyayanginya, selalu melindunginya dan selalu menepati janjinya. Ternyata memang benar antara pilihan mencintai dan dicintai lebih baik memilih dicintai karena cinta akan tumbuh karena terbiasa tapi lebih baik lagi jika saling mencintai.


*


...Jangan sedih ketika kehilangan sesuatu karena akan di ganti dengan sesuatu yang lebih baik lagi (Freya Nur Nabila Abraham).


...


...Jagalah sesuatu yang kau miliki karena perjuangan untuk mendapatkannya tidaklah mudah (Mohammad Alvino Putra Aryawiguna).


...


...Jika ingin memiliki cinta maka jangan takut berkorban (Salwa Jessika Putry Stevano).


...


...Jangan sia-siakan cinta yang datang kepadamu karena saat dia pergi maka kau akan merindukan kehadirannya (Devano Darendra Fahrian)


...


...Tamat


...

__ADS_1


__ADS_2