Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 36


__ADS_3

Singkat cerita, kini Mami Sinta sudah diperbolehkan pulang, selama 3 hari ini Freya yang bertugas merawat Mami Sinta karena itu adalah permintaan Mami Sinta sendiri. Freya pun melakukannya dengan professional tanpa ada keraguan sama sekali walau kadang Mami Sinta dan juga Papa William sering memanggilnya calon menantu tapi dia hanya tersenyum menanggapinya.


Tapi walau Freya yang merawat Mami Sinta dia tidak pernah bertemu dengan Alvino. Jika Alvino ada dalam ruangan dia akan bersembunyi di dalam kamar mandi, bukan karena tidak ingin bertemu Freya hanya saja dia ingin mewujudkan apa yang telah dia janjikan untuk tidak menunjukkan wajahnya sampai Freya lulus profesi.


Freya yang selalu merawat Mami Sinta selama tiga hari ini mendapatkan penilaian yang baik dari kedua orang tua Alvino tanpa Freya sadari. Saat ini Mami Sinta sedang bersiap-siap untuk pulang tapi Freya gak bisa memeriksa untuk terakhir karena tiba-tiba dia mendapat panggilan untuk segera ke kampus dan digantikan oleh perawat lain.


“Suster Freya kemana sus? Kok gak ada?” tanya Mami Sinta penasaran karena bukan Freya yang datang.


Alvino yang mendengar bahwa bukan Freya yang datang, dia pun segera keluar dari tempat persembunyiannya.


“Apa ada yang terjadi dengan suster Freya?” tanya Alvino penasaran sekaligus khawatir.


“Ah, i-itu suster Freya tadi pagi sudah datang tapi tiba-tiba mendapat panggilan untuk segera ke kampusnya!” ucap suster Via. Yah,, itu adalah suster Via yang menggantikan Freya.


“Jika saya bisa tahu kenapa suster Freya dipanggil ke kampusnya?” tanya Alvino.


“Kalau soal itu saya kurang tahu, tuan muda!” ucap suster Via.


Maereka pun menghentikan pertanyaan, suster Via pun segera melakukan pemeriksaan terakhir. Setelah pemeriksaan selesai suster Via segera pergi.


“Vin! Kamu tahu kira-kira Freya dipanggil ke kampusnya?” tanya Mami Sinta.


“Mungkin karena urusan kuliahnya, Mih. Sudahlah dia juga punya kesibukan!” timpal Papi William.


“Mami kan hanya ingin melihatnya sebelum Mami pulang!” ucap Mami Sinta sedih.


“Sudahlah Mih, Vino akan mencari tahu apa yang dia lakukan di kampusnya. Mami jangan khawatir, lagian juga dia pasti akan hadir di pesta Adelio dan juga Hanna. Jadi Mami bisa menemuinya disana!” ucap Alvino.


“Ohiya, calon istrinya Adelio sahabatnya ya,, tapi Mami tetap ingin bertemu dengannya sebelum Mami pulang. Yah,, minimal menelponnya! Ah, sudahlah kapan pesta pernikahan Lio?” ucap Mami Sinta.


“Sabtu ini? 3 hari lagi!” ucap Papi William.


“Apa Mami ingin sekali pamit dengannya?” tanya Alvino.


“Maksudnya? Ohiya, Mami ingin sekali pamit padanya tapi,,” ucap Mami Sinta.


“Yaa,, sudah teleponlah!” potong Alvino.


“Beneran boleh? Kamu mengizinkannya? Tapi Mami tidak punya nomor teleponnya!” ucap Mami Sinta.


“Itu gampang Mih, kita akan meminta nomor teleponnya kepada suster tadi. Sebentar Papi telepon dulu.” Ucap Papi William meraih ponselnya.

__ADS_1


“Gak usah Pih! Nih pakai telepon Vino ada nomornya di dalam!” ucap Alvino menyerahkan teleponnya pada Maminya.


“Kok kamu bisa punya nomor teleponnya? Apa kamu sudah menghubunginya? Atau kamu dan dia punya hubungan diam-diam di belakang kami?” tanya Mami Sinta sambil menerima telepon Alvino.


“Jangan seudzon deh, Mih. Vino memang punya nomornya hanya saja tidak berani menghubunginya!” ucap Alvino.


“Ah, payah kamu!” ucap Mami Sinta sedangkan Alvino yang Maminya sebut payah merasa tidak terima.


“I-itu..” ucap Alvino.


“Stop! Jangan ganggu Mami mau menelpon calon menantu! Diam!” potong Mami Sinta.


“Apa nama kontaknya?” tanya Mami Sinta


“Ah, sudah Mami sudah menemukannya!” ucap Mami Sinta saat Alvino mau mengatakan nama kontak Freya.


Mami Sinta pun segera menelpon Freya dengan menggunakan nomor telepon Alvino di mana nama kontak Freya tertulis dengan sebutan Calon Istri dengan emot hati.


Tuut tuut tuut


Akhirnya Freya mengangkat teleponnya!


“Halo, Assalamu’alaikum! Maaf dengan siapa ini?” tanya Freya sopan dari seberang.


“Ouh, ibu! Ada apa bu? Apa ada masalah? Bukankah hari ini ibu akan pulang?” tanya Freya.


“Iya Nak kamu benar, Mami memang ingin pulang hari ini tapi kamu tidak datang memeriksa Mami!” ucap Mami Sinta.


“Maafkan saya bu! Saya masih ada urusan diluar yang tidak bisa saya tinggalkan! Apa belum ada yang memeriksa ibu? Saya akan kesana jika memang belum ada yang memeriksa ibu!” ucap Freya.


“Gak usah Nak! Mami sudah diperiksa kok sama suster Via dan semuanya baik-baik saja. Kamu lakukan saja urusanmu diluar!” Ucap Mami Sinta .


“Syukurlah jika memang sudah ada yang memeriksa Ibu. Maafkan saya yang tidak bisa menemui Ibu!” ucap Freya.


“Gak apa-apa Nak! Mami hanya ingin mendengar suaramu saja sebelum saya pulang, makanya Mami menghubungimu! Apa Mami mengganggumu? ” ucap Mami Sinta.


“Gak kok bu! Ibu gak mengganggu saya, kebetulan urusan saya sudah selesai!” ucap Freya.


“Lalu apa kamu akan kembali ke rumah sakit?” tanya Mami Sinta.


“Sepertinya belum bu, saya masih harus pergi ke rumah sahabat saya!” ucap Freya.

__ADS_1


“Ouh, baiklah. Kalau seperti kamu hati-hati yaa Nak! Terimah kasih sudah menerima telepon mami dan juga sudah merawat Mami selama ini! Mami doakan kau segera lulus!” ucap Mami Sinta.


“Agar kau akan segera jadi menantu Mami!” lanjut batin Mami Sinta.


“Ah, itu sudah tugas saya bu. Tapi terimah kasih atas doanya. Semoga luka ibu cepat sembuh agar bisa beraktivitas sebagaimana biasa! Ibu juga hati-hati pulangnya!” ucap Freya.


Telepon antara Freya dan Mami sinta pun segera berakhir.


Mami Sinta pun segera pulang setelah berbicara dengan Freya.


#####


“Han, aku senang banget akhirnya kamu akan menikah!” ucap Freya yang kini sudah ada dirumah Hanna.


“Makasih ya Re sudah membantu mempersiapkan pernikahanku.” Ucap Hanna.


“Tapi aku sedih nanti kita gak bisa kumpul-kumpul lagi dong kan kau sudah punya suami!” ucap Freya sedih.


“Hey itu tidak akan terjadi aku pasti tetap akan kumpul-kumpul bersamamu!” ucap Hanna.


“Hahahhh,, aku bercanda kok! Aku sangat bahagia kau bisa menikah dengan orang yang kau cinta dan juga mencintaimu!” ucap Freya.


“Aku juga berdoa semoga kau mendapatkan jodoh yang mencintaimu sepenuh hati!” doa Hanna.


“Aamiin! Terimah kasih atas doanya! Tapi aku masih belum memikirkannya!” ucap Freya dan dibalas Hanna dengan senyuman.


“Ohiya, Han. Laporanmu juga masih harus sedikit direvisi. Nih!” ucap Freya menyerahkan laporan kepada Hanna.


“Punyaku juga masih harus direvisi sebelum kita menyusun laporan terakhir kita! Kita harus lulus sama-sama yaa Han.” Ucap Freya lagi.


“Tentu saja, aku pasti akan melakukan itu. Terimah kasih atas semua bantuanmu, Re!” ucap Hanna.


“Hey, kita ini sahabat jadi jangan berterimah kasih. Aku menyayangimu!” ucap freya.


“Baiklah. Ohiya kau akan hadir kan Re di pesta pernikahanku?” tanya Hanna.


“Tentu saja! Aku pasti akan menghadiri pesta pernikahan sahabatku, mana mungkin aku melewatkannya!” ucap Freya.


Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka baik mengenai pernikahan Hanna ataupun mengenai laporan mereka.


Happy reading guys!😊

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote, gift dan favoritin yaa,,🙏


__ADS_2