Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 62


__ADS_3

Setelah mereka makan siang, tiba-tiba ponsel Freya bordering yang ternyata telepon dari Mama Najwa.


“Halo, Assalamu’alaikum Ma.” Salam Freya.


“Wa’alaikumsalam Nak! Bagaimana kabar kalian?” tanya Mama Najwa.


“Alhamdulillah kami baik-baik aja ma. Ohiya kalau mama sama papa bagaimana?” tanya Freya balik.


“Kami baik-baik juga nak. Ohiya, kamu ingat kan pesan mama?” tanya Mama Najwa.


“I-ingat ma!” jawab Freya gugup.


Alvino yang mendengar Freya gugup setelah mendengar ucapan Mama Najwa langsung meminta ponsel dari Freya, pasalnya suara ponsel Freya diloudspeaker.


“Ma, ini Vino.” ucap Alvino.


“Eeh,, iya nak. Ada apa?” tanya Mama Najwa.


“Itu Ma. Vino gak tahu apa pesan mama kepada Reya tapi mama jangan khawatirkan apapun. Jika Allah menghendaki mama sama papa mungkin sebentar lagi akan memberikan cucu kepada mama.” Ucap Alvino sambil memandang istrinya yang kaget dengan ucapannya.


Sementara Mama Najwa dan Freya kaget akan ucapan Alvino yang bisa menebak pesan yang dimaksud mama Najwa yaitu dimana Freya harus menuruti keinginan suaminya jika Alvino menginginkannya tidak boleh menolak.


“Su-sungguh? A-apa kalian,,” tanya Mama Najwa.


“Iya, mama jangan khawatirkan apapun.” Potong Alvino.


“Ahhh,, mama senang banget nak. Ohiya jika begitu mama gak akan mengganggu kalian.” Ucap Mama Najwa.


Sementara Freya semakin memerah malu mendengar percakapan Mamanya dan suaminya itu.


“Ohiya nak, apa boleh mama bicara dengan Reya lagi?” tanya Mama Najwa.


“Oh tentu Ma!” ucap Alvino yang segera menyerahkan ponsel kepada istrinya.


“Halo, Ma!” ucap Freya.


“Halo sayang, Mama sangat senang untuk kalian. Ingat nak, jangan kau meminum obat apapun. Jangan menundanya!” ucap Mama Najwa.


“I-iya Ma! Reya juga memang tidak ingin menundanya, Reya juga ingin segera memiliki anak. Mama doakan saja!” ucap Freya sambil memandang suaminya yang tersenyum.


“Emm,, tentu saja nak! Mama pasti akan mendoakannya. Ohiya kalau begitu mama tutup dulu. Mama gak akan ganggu kalian. Wassalamu’alaikum’” ucap Mama Najwa.


Tuut


“Wa’alaikumsalam.” Jawab Freya kaget pasalnya Mamahnya itu langsung memutus sambungan telepon bahkan tanpa mendengar balasan salamnya.


Sementara Alvino hanya tersenyum mendengar percakapan istrinya itu, “Kenapa kakak melihat Reya seperti itu?” tanya Freya


“Gak kamu sangat lucu.” Ucap Alvino.


Freya pun mengacuhkan suaminya itu dan segera pergi ke ranjang untuk istirahat kembali.


Tidak lama kemudian ponsel Reya kembali berdering yang ternyata ibu mertuanya.


“Halo, Assalamu’alaikum Mih?” sapa Freya sambil melambaikan tangan kepada Mami Sinta karena ini adalah panggilan video.


“Wa’alaikumsalam putri mami yang cantik.” Balas Mami Sinta.


“Ah mami ada-ada aja.” Ucap Freya tersipu.


“Ohiya sayang bagaimana keadaanmu? Apa kamu baik-baik aja?” tanya Mami Sinta.


“Alhamdulillah kami baik-baik aja Mih. Ohiya kalau mami sama papi bagaimana?” Tanya Freya balik.


“Kami juga baik-baik aja nak!” jawab Mami Sinta.


Tiba-tiba Alvino menghampiri istrinya itu, “Mih, apa mami gak mau menyapaku?” Tanya Alvino.

__ADS_1


“Hahahah, siapa itu nak? Kok mami gak mengenalnya?” goda Mami Sinta.


Freya hanya tersenyum memandang suaminya, “Gak tahu Mih. Reya juga gak kenal, entah kenapa dia bisa ada di kamar Reya.” Ucap Freya ikut-ikutan menggoda suaminya.


“Ouh,, sekarang Mami sudah melupakan Vino dan kamu juga ikut-ikutan.” Ucap Alvino menggelitik perut Freya.


“Kakak,, jangan please. Geli!” ucap Freya.


“Vino lepaskan putri mami!” ucap Mami Sinta.


“Ouh, jadi sekarang Mami sudah mengenalku?” tanya Alvino yang berhenti menggelitik istrinya.


“Dasar cemburuan! Masa sama istri sendiri cemburu.” Ledek Mami Sinta.


“Tentu saja Vino cemburu karena istri Vino hanya milik Vino seorang. Gak boleh ada yang menyayangimu lebih dari Vino.” ucap Alvino.


“Dasar posesif!” ucap Mami Sinta.


“Kakak kok tega sih. Jadi orang tuaku juga gak boleh menyayangiku? Begitu?” ucap Freya pura-pura merajuk.


“Eee,, bukan itu maksud kakak. Kakak hanya,,” ucap Alvino.


Mami Sinta dan Freya pun segera tertawa karena berhasil ngerjain Alvino.


“Jadi kamu?” tanya Alvino yang memandang istrinya itu yang masih saja tertawa.


“Bagaimana juga kakak selalu menggoda Reya.” Ucap Freya.


Mami Sinta yang mendengarnya, “Menggoda? Maksudnya?” tanya Mami Sinta.


“I-itu,, maksudnya,,” ucap Freya.


Sementara Alvino hanya tersenyum. Mami Sinta yang melihat Alvino tersenyum sementara Freya yang malu langsung mengerti, “Papi,, papi,, sebentar lagi kita akan segera memiliki cucu.” Teriak Mami Sinta heboh memanggil Papi William.


Freya yang mendengarnya semakin malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


“Mami doakan saja ya!” ucap Alvino yang kini sudah memegang ponsel Freya.


“Tentu saja mami akan mendoakannya. Ohiya jika begitu mami gak akan mengganggu. Daa sayang. Vin, jaga istrimu dengan baik.” ucap Mami Sinta.


“Tentu Mih.” Ucap Alvino.


Panggilan mereka pun segera berakhir.


“Kak!” panggil Freya.


“Hmm,, ada apa?” tanya Alvino memandang istrinya yang sudah berbaring.


“Bagaimana jika aku gak bisa mewujudkan keinginan Mami dan Mama?” tanya Freya.


Cup


Alvino segera mengecup kening Freya, “Kakak kan sudah katakan kamu jangan mengkhawatirkan apapun. Kakak yakin Allah pasti akan mendengar doa kita yang penting kita usaha.” Ucap Alvino.


Freya pun hanya mengangguk diam, sementara Alvino melihat-lihat ponsel istrinya, “Dek kenapa nama kontak kakak seperti ini?” Tanya Alvino kaget.


“Seperti apa?” tanya Freya.


“Kok kamu nulisnya nama lengkap kakak, bahkan selengkap-lengkapnya.” Ucap Alvino.


“Ouh itu. Itu karena Reya bingung nulisnya apa jadi Reya tulis deh nama lengkap kakak dan sampai sekarang belum sempat diganti.” Ucap Freya.


“Huh,, kamu kok tega dek. Kamu tau gak kakak nulisnya dengan nama apa nomor kontakmu?” tanya Alvino.


“Gak tau! Emang apa?” tanya Freya.


“Lihat aja.” Ucap Alvino menyerahkan ponselnya kepada Freya.

__ADS_1


Freya pun menerimanya dan menghidupkan ponsel Alvino dimana disana sudah tergambar foto pernikahan mereka sebagai foto latar belakangnya, “Apa passwordnya?” tanya Freya.


“Tanggal ulang tahunmu dek!” jawab Freya.


“Ulang tahunku?” tanya Freya dan Alvino hanya mengangguk. Freya pun segera memasukkan ulang tahunnya dan terbuka dan terlihatlah wallpaper yang dimana itu adalah fotonya yang tersenyum saat dia wisuda S1.


“Kapan kakak mengambil foto ini?” tanya Freya.


“Itu,, yaa saat kamu wisuda.” Jawab Alvino.


“Kok bisa?” tanya Freya.


“Ya bisalah.” Jawab Alvino yang sibuk dengan ponsel Freya.


Freya pun hanya diam dan memeriksa nama kontaknya dengan menulis nomornya dan disana sudah tertulis dengan sebutan My Love Wife❤. Freya terharu dengan hal itu dan dia pun melihat isi galeri suaminya dimana disana yang paling banyak adalah foto dirinya.


“Kapan kakak mengumpulkan foto ini?” tanya Freya yang melihat banyaknya fotonya.


“Hmm,, sudah lama. Semenjak pertama kita ketemu. Kakak sudah mengoleksi fotomu.” Jawab Alvino memeluk istrinya.


“Kakak dapat darimana?” tanya Freya.


“Ada deh! Itu rahasia.” Jawab Alvino, pasalnya foto itu dia dapat dengan mombobol ponsel milik Freya karena Freya jarang mengupload fotonya di sosmed jadi Freya heran darimana suaminya itu mendapat fotonya.


“Ya sudah deh baiklah tapi sepertinya kakak membobol ponselku.” Ucap Freya.


“Hahhahh, kamu kok tahu.” Ucap Alvino.


“Jadi benar?” tanya Freya dan Alvino hanya mengangguk.


“Ohiya, kakak sudah mengganti nama kontak kakak.” Ucap Alvino menyerahkan ponsel Freya.


“Kakak menggantinya apa?” tanya Freya.


“Lihat saja!” ucap Alvino.


Freya pun segera memeriksa ponselnya yang dimana latar belakang sudah berubah menjadi foto berdua saat mereka berfoto dihamparan tulip dan walpapernya sudah berubah menjadi foto Alvino. Freya hanya tersenyum melihatnya dan dia pun melihat nama kontak suaminya dimana sudah berubah menjadi My Love Husband❤.


“Dasar bucin.” Ucap Freya.


“Biarin. Kakak bucin sama istri sendiri juga.” Ucap Alvino cuek.


“Ya terserah padamu suamiku.” Ucap Freya.


“Hmm,, sepertinya kita harus mengubah panggilan kita.” Ucap Alvino.


“Panggilan?” tanya Freya.


“Iya, panggilan seperti sayang atau hubby.” Ucap Alvino.


“Ah itu. Nanti deh dipikirkan.” Ucap Freya.


“Gak boleh. Sekarang aja sayang.” Ucap Alvino.


“Ya sudah, memang apa yang cocok.” Tanya Freya.


Mereka pun membicarakan hal itu sampai diputuskan bahwa Alvino akan memanggil Freya dengan sebutan sayang dan My Queen jika hanya berdua dan dek jika banyak orang. Sementara Freya akan memanggil Alvino dengan My Lord dan hubby jika hanya berdua dan kakak jika banyak orang.


*


Hmmm,, dasar bucin! Tapi author jadi pengen deh😊😉


*


*


Ayo dong like, komen, vote agar author lebih semangat lagi menulis.🙏🏻😊

__ADS_1


Mohon maaf jika banyak typo guys.🙏🏻


__ADS_2