DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 99 KEMARAHAN GALANG 2


__ADS_3

"A-apa maksudmu, Galang?" Ningsih terlihat gugup. Perempuan paruh baya itu meremas kedua tangannya. Merasa ketakutan saat melihat kemarahan Galang.


"Kenapa Mama mengambil uang dari restoran tanpa sepengetahuanku?" ulang Galang sambil menatap penuh amarah pada perempuan yang telah melahirkannya itu.


Sebenarnya Galang sadar kalau apa yang dilakukannya itu tidak bisa dibenarkan. Namun, sang ibu kali ini benar-benar sudah keterlaluan.


Apa yang dilakukan Ningsih pada Laras dan dirinya masih menyisakan luka di hatinya, tetapi kini, sang ibu tercintanya itu justru melakukan sesuatu yang membuatnya kembali terluka.


Mengambil uang dari beberapa restoran miliknya dengan diam-diam dan dalam jumlah yang sangat cukup banyak, apa ibunya itu tidak berpikir kalau suatu saat perbuatannya itu akan membuatnya bangkrut?


"Kenapa, Ma? Apa uang yang Galang berikan selama ini tidak cukup untuk Mama? Memangnya apa yang Mama lakukan sampai Mama menghabiskan uang sebanyak itu?" Galang masih berteriak marah. Sementara Mira yang sedari tadi terdiam langsung menampar sang adik yang menurutnya sudah sangat keterlaluan.


"Kamu benar-benar keterlaluan, Galang! Begini caramu berbicara dengan ibumu? Orang yang telah melahirkanmu?"


"Kalau tahu ibu yang telah melahirkanku berpikiran sejahat ini dan hanya ingin membuat aku hancur, aku lebih baik memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia ini!"


"Galang!" teriak Ningsih dan Mira secara bersamaan. Mereka berdua sungguh tidak percaya mendengar ucapan Galang.


"Kenapa, Ma? Kenapa Mama melakukan semua ini padaku? Apa Mama tahu, gara-ara perbuatan Mama seluruh usaha restoranku terancam gulung tikar!" Suara Galang menggelegar, hingga terdengar di seluruh ruangan.


"Gara-gara Mama beberapa investor menarik modal mereka karena kita tidak mampu mengembalikan uang mereka. Apa Mama tidak pernah berpikir sejauh ini saat Mama memutuskan untuk mencuri uang secara diam-diam?"


"Mama tidak mencuri, Galang!"

__ADS_1


"Kalau bukan mencuri lalu apa namanya?"


"Aku meminta pada Martin!"


"Martin hanya bawahanku, Ma. Semua yang dia lakukan di restoran harus seizin dariku!"


Ningsih mengepalkan tangannya.


"Lagipula untuk apa Mama mengambil uang sebanyak itu, Ma? Mama bahkan dengan begitu enaknya mengambil keuntungan restoran setiap minggunya. Apa Mama tidak pernah berpikir kalau semua itu akan berdampak buruk bagi restoran?" Galang meremas rambutnya, merasa tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh Ningsih. Ibu tercinta yang selama ini selalu dia ikuti semua kemauannya.


Mira terdiam mendengar ucapan Galang. Netranya meneliti wajah ibunya yang kini tampak biasa saja tanpa merasa bersalah. Raut wajah ketakutannya pun menghilang entah kemana. Sepertinya sang ibu sangat tahu kelemahan putranya.


"Mama tidak pernah marah sama kamu saat kamu memberikan uang pada Laras sampai milyaran, Sedangkan Mama yang hanya mengambil beberapa ratus juta dalam sebulan saja kamu sudah marah-marah seperti orang kebakaran jenggot!"


Apa sang ibu tidak sadar, kalau uang milyaran yang Galang berikan untuk Laras dan keluarganya pun dia curi?


*Gila! Mama benar-benar gila!


Sepertinya, kehidupan mewah yang dia jalani sekarang membuat Mama tidak bisa berpikir dengan benar*.


"Apa Mama sadar dengan ucapan Mama?" Galang memandang Ningsih dengan rasa sakit di hatinya.


"Tentu saja Mama sadar, Galang. Mama sehat dan Mama masih waras!"

__ADS_1


"Kalau Mama sadar dan masih waras, Mama tidak akan pernah berani mengucapkan kata-kata itu di depanku!"


"Jadi kamu pikir Mama sudah gila?" Ningsih melotot ke arah putranya. Wajahnya terlihat memerah karena marah.


Galang mencibir melihat kemarahan sang ibu. Dalam hati, pria itu merasa sedih melihat kelakuan ibunya yang tidak pernah berubah.


"Apa Mama lupa, uang yang aku kirim buat Laras pun Mama curi?"


"Padahal uang itu sengaja aku kasih buat Laras sebagai rasa tanggung jawabku sebagai seorang suami juga seorang ayah bagi Ruby. Aku juga memberikan uang itu untuk membayar hutangku pada ibunya Laras yang sudah rela menjual semua asetnya untuk biaya kuliahku." Galang menghentikan ucapannya. Netranya menatap Ningsih yang langsung terdiam.


"Bukan itu saja, aku memberikan uang itu juga untuk membalas budi karena selama ini mereka sudah menampung kita di rumah mereka."


"Mama pernah bercerita bukan, kalau Mama dan paman Rusdi awalnya adalah gelandangan yang tidak punya tempat tinggal?"


"Setelah itu, keluarga Laras menolong Mama dan paman Rusdi dan memberikan tempat tinggal untuk kalian. Sekarang, saat mereka susah, kalian berdua justru mengambil hak mereka dengan cara menipuku dan mencuri semua uang Laras?"


"Galang ...."


By: Nazwatalita


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya 🙏


Mampir di sini juga yuk teman-teman ...

__ADS_1



__ADS_2