DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 52 TERUNGKAP


__ADS_3

"Kalau memang itu benar nomor rekening Laras, kenapa Laras tidak pernah menerima uang itu sepeser pun?"


"A-apa maksudmu, Galang? Perempuan itu pasti berbohong! Jelas-jelas setiap bulan dia menerima uang darimu!" Nada suara Ningsih meninggi. Namun, dalam hati sebenarnya perempuan itu sangat panik. Dia takut, kalau Galang akan mengetahui rahasianya selama ini.


"Perempuan itu berbohong padamu!" teriak Ningsih.


Galang menatap Ningsih dengan tatapan tak terbaca. Kenapa dia baru sadar kalau selama ini ibunya sangat pandai berbohong?


"Kamu lihat saja nanti, Mama akan buat dia mengaku! Mengakui kalau sebenarnya uang yang kamu kirimkan itu bukan tak sampai, tetapi dihabiskan untuk berfoya-foya!" Ningsih menatap Galang. Dia mencoba memprofokasi Galang seperti biasanya.


"Dengan cara apa Mama akan membuat Laras berkata jujur?" Tiba-tiba wajah Galang berubah dingin.


"Dengan mengancam Laras seperti yang sering Mama lakukan?"


"Kamu?" Ningsih tersentak kaget. "Kamu bicara apa, Galang?"


"Aku bicara kenyataan, Ma. Selama ini Mama, kan yang sudah berupaya untuk memisahkan aku dan Laras? Membuatku salah paham selama bertahun-tahun? Memakai uang yang aku kirimkan untuk nafkah Laras dan juga memfitnah perempuan itu berselingkuh?"


"Ga-Galang ...."


"Mama dan Paman Rusdi bahkan memberikan foto Ruby palsu, agar aku mengira kalau anak itu benar-benar bukan anakku! Kalian memberikan foto anak orang lain dan mengatakan padaku kalau itu adalah anak Laras. Kalian benar-benar keterlaluan!"


Galang menatap Ningsih yang terlihat kaget mendengar ucapannya.


"Bodohnya aku, karena aku lebih mempercayai kalian. Harusnya aku mencari tahu sendiri saat itu. Harusnya aku pulang dan menemui Laras untuk mengetahui semua kebenaran kata-kata kalian, tapi sayang, karena kesibukanku dan karena kepercayaanku pada kalian, aku tidak sempat menemui Laras."


"Seharusnya aku pulang saat itu, bukannya malah mempercayai kalian dan membiarkan Laras menungguku selama bertahun-tahun!" Tangan Galang mengepal kemudian memukul tembok di depannya. Dia sungguh menyesali kebodohannya di masa lalu.

__ADS_1


"Galang!" Ningsih terkejut melihat apa yang dilakukan Galang.


"Kenapa, Ma? Kenapa kalian tega membohongiku?"


Galang menatap sang ibu dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Mama tahu kan, Laras itu adalah perempuan yang sangat aku cintai? Kenapa Mama dan yang lainnya tega memisahkan aku dengan Laras? Memangnya apa salah Laras pada Mama?"


Galang menangis sekarang. Pria itu meluapkan segala isu hatinya.


"Mama juga pasti tahu bukan, kalau Laras juga sangat mencintaiku? Perempuan itu sangat baik pada kita. Bahkan ibunya Laras sampai rela menjual semua asetnya di kampung agar aku bisa melanjutkan kuliah. Hal yang tak bisa Mama lakukan, karena saat itu kita memang dalam keadaan susah!"


Ningsih terdiam mendengar ucapan Galang.


"Uang yang aku kirimkan untuk Laras itu untuk mengganti semua uang yang telah diberikan oleh ibunya Laras. Sedangkan yang lainnya, buat biaya mereka hidup sehari-hari. Kalau bukan karena Laras yang mendorongku untuk kuliah lagi dan jika bukan karena ibu Laras yang memberikan aku uang saat itu, mungkin aku tidak akan sukses seperti ini, Ma."


Deg!


Ningsih menutup mulutnya.


"Jadi sekarang Mama mengakuinya?" Galang menatap. Ningsih penuh intimidasi.


"Jadi sekarang, Mama mengakui kalau Mama yang telah mengambil uang Laras?"


"Bu-bukan begitu, Galang. Maksud Mama ...."


Ningsih terlihat gugup. Perempuan itu merasa panik. Namun, detik berikutnya, dia merubah mimik wajahnya.

__ADS_1


"Aku bisa saja melaporkan Paman Rusdi dan kalian semua ke polisi atas dugaan penipuan!"


"Galang! Jaga bicaramu, aku ini ibumu! Apa kamu benar-benar tega melaporkan orang yang telah melahirkanmu ini ke polisi?"


Ningsih berteriak kesal, menutupi ketakutan dalam dirinya.


"Aku tahu, Mama adalah orang yang telah melahirkan aku, tetapi, Mama bukannya memberikan contoh yang baik untukku, tetapi Mama malah memberikan contoh yang buruk!"


"Kamu tidak tahu duduk permasalahannya. Isi pikiranmu sudah teracuni oleh perempuan itu. Itulah kenapa Mama tidak suka kalian menikah!" bentak Ningsih tak mau kalah.


"Laras tidak pernah meracuni pikiranku, Ma. Sampai sekarang, perempuan itu bahkan diam, tidak pernah mengatakan apapun padaku. Seandainya dia mau, dia pasti sudah menceritakan keburukan Mama padaku!"


"Sekarang aku tanya sama Mama, selama menjadi menantu Mama, apa Laras pernah berbuat jahat pada Mama? Apakah Laras pernah mengganggu Mama? Apakah Laras pernah melakukan segala macam hal yang menyakiti fisik dan pikiran Mama?"


"Laras hanya menungguku, ingin mengetahui kabar tentang aku, suaminya. Akan tetapi apa yang Mama lakukan padanya? Mama bahkan menyuruh Laras menggugurkan kandungannya saat perempuan itu memberitahukan kehamilannya pada Mama?" Kedua mata Ningsih membola saat mendengar ucapan Galang.


"Aku benar-benar tidak menyangka kalau Mama begitu kejam!"


"Galang ...."


"Setelah Mama gagal menyuruh Laras menggugurkan kandungannya, kemudian Mama bekerja sama dengan Paman Rusdi, memfitnah Laras berselingkuh dengan pria lain dan setelah itu, Mama kembali bersekongkol dengan adik kesayangan Mama itu membuat rekening palsu atas nama Laras, beberapa hari setelah aku menyuruh Mama untuk meminta nomer rekening perempuan itu!"


"Mama benar-benar jahat!"


.


By: Jannah Zein & Nazwatalita

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya teman-teman 🙏


__ADS_2