DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 41 BUKAN LARAS YANG DULU


__ADS_3

Galang segera menjauh meninggalkan ruangan itu. Sebelumnya dia masih sempat melemparkan senyum penuh arti.


Sebenarnya Laras malas sekali harus melayani laki-laki itu, tetapi dia tak mau membuat masalah di perusahaan ini. Kedekatannya dengan Galang pastinya akan berdampak tidak baik pada posisinya sekarang dan itu berarti akan berpengaruh pada income yang didapat setiap bulannya.


"Ya Tuhan, kenapa lelaki itu selalu menggangguku?" keluhnya.


Sembari menjinjing tas kerjanya dan tangannya yang lain menggenggam ponsel, dia meninggalkan ruangan meeting itu. Laras terus melangkah melewati ruangan kerjanya menuju lift untuk turun ke bawah.


"Sebenarnya apa yang ingin Mas Galang sampaikan, sampai kita harus bertemu di tempat ini?" Laras mengawali pembicaraan saat mereka telah duduk berhadapan di sebuah bilik VIP restoran ini.


Dia berusaha mengatur emosinya.


"Aku hanya ingin makan siang bersamamu," ucapnya terus terang. "Sudah lama kita tidak makan siang bersama. Terakhir kita makan siang bersama saat Mas mau berangkat ke Jakarta hampir emam tahun yang lalu." Laki-laki itu mengenang masa lalu mereka.


Laras tak menanggapi. Dia malah sibuk mengaduk-aduk makanan di hadapannya.


"Aku minta maaf karena telah mengabaikanmu selama ini. Itu bukan karena aku jahat, tetapi karena aku salah paham."


"Jadi Mas Galang sudah tahu semuanya?" tanya Laras.


"Beberapa hari ini orang kepercayaanku sudah menyelidiki semuanya. Semua sudah jelas sekarang dan Ruby itu memang putri kita." Galang berusaha menjelaskan dengan hati-hati takut Laras tersinggung.


Galang diam-diam melakukan tes DNA. Orang suruhannya itu berhasil membawa beberapa helai rambut Ruby.


"Dia putriku, Mas. Waktu itu kamu hanya menanam benih dan setelah itu pergi tanpa pernah tahu bagaimana kesusahanku menjalani hidup sendirian, mengandung, melahirkan dan membesarkan Ruby!" sarkas Laras. Ucapannya nyaris tanpa ekspresi.


"Ya, mungkin kamu ayahnya. Darah yang mengalir di tubuhnya adalah darahmu, tapi dia bukan putrimu!"


"Seorang laki-laki yang berhak disebut sebagai ayah adalah seseorang yang bukan cuma bisa menebar benih, tetapi juga bertanggung jawab terhadap apa yang telah ditaburnya, tidak seperti yang kamu lakukan di masa lalu, Mas!" ketusnya.

__ADS_1


"Aku tahu, aku salah." Laki-laki itu menunduk.


Dia meneguk jus mangga di hadapannya, saat dirasakan tenggorokannya terasa begitu kering. Apalagi, dia tidak bisa mengelak atau membela diri.


"Semua sudah terjadi, Mas. Kamu terlalu percaya dengan keluargamu tanpa menyelidiki kebenarannya dulu!"


"Kita berdua memang korban, tetapi aku yang lebih menderita. Sedangkan kamu?" Laras memainkan jarinya menunjuk ke dada laki-laki itu. "Kamu bisa sesukses ini dan menikahi wanita secantik Nadine!"


"Sudahlah, Mas." Perempuan itu menyelesaikan makannya secepat mungkin. Dia tidak mau lagi berdebat dengan suaminya.


"Kalau Mas Galang mengajakku bertemu hanya untuk membahas soal ini, sebaiknya aku pergi! persoalan diantara kita sudah selesai, Lebih baik kita selesaikan saja hubungan ini secara resmi!"


Laras bermaksud untuk pergi meninggalkan tempat itu, tetapi tangannya ditarik oleh Galang.


"Duduk, Laras!" Suaranya penuh penekanan.


"Ada apa lagi, Mas?"


"Sudah aku bilang, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita!" Suara Laras meninggi.


"Apa kau tahu, Mas? Awalnya aku terpaksa pergi ke Ibukota mencari pekerjaan untuk menghidupi putriku, ibu, serta adikku, sekaligus mencarimu yang saat itu tidak ada kabar sama sekali." Laras menatap Galang yang langsung terdiam.


"Aku sangat senang, karena ternyata Tuhan mengabulkan doaku untuk bertemu denganmu, Mas. Namun, sayangnya pertemuan kita tidak sesuai dengan apa yang ada dalam mimpiku selama ini."


"Laras ...."


"Hubungan kita sudah berakhir, semenjak kau memutuskan menikah dengan Nona Nadine, Mas. Sudah tidak ada lagi yang tersisa di antara kita, karena semuanya sudah menjadi masa lalu!"


"Bukankah saat kau ingin menikah dengannya, kau juga sudah mengatakan ingin menceraikan aku?"

__ADS_1


Galang menggeleng, pria itu tidak terima dengan semua ucapan Laras.


"Sekarang, kamu pilih. Aku yang menggugat cerai kamu atau kamu yang melakukannya sendiri!"


Laras menatap Galang, menghempaskan tangan suaminya. Kemudian segera pergi meninggalkan tempat itu.


Dia sudah lelah dengan semua ini. Cukup sudah! Hatinya pun sudah mati rasa. Meski tidak mudah melupakan semua, tetapi, untuk apa dia melanjutkan hubungan ini?


'Aku bukan lagi Laras yang dulu, Mas, perempuan bodoh yang hanya bisa menangis saat kau terus saja melukaiku!'


Memang benar, Laras sekarang bukanlah Laras yang dulu, yang hanya bisa menangis saat Galang terus melukainya. Laras yang sekarang adalah Laras yang mandiri, sekalipun tanpa seorang suami.


Dia bisa menghidupi putrinya, ibu juga adiknya dengan tetes keringatnya sendiri. Dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Dia tak perlu penyangga, apalagi jika penyangganya adalah seorang laki-laki bernama Galang!


Meskipun pada awalnya adalah salah paham, dia bisa mengerti dan dia bisa memaafkan. Namun, bukan berarti jika dia memaafkan secara gratis dan cuma-cuma. Kalau dia dengan mudah memaafkan, Galang tidak akan pernah bisa mengambil pelajaran.


'Memaafkan itu mudah, yang tidak mudah adalah menyusun kembali kepingan hati yang hancur.'


Sepertinya, Laras harus menggugat cerai laki-laki itu secepatnya.


Laras bergegas melangkah keluar dari restoran. Dia tidak lagi memedulikan apa dan bagaimana ekspresi laki-laki itu dengan kata-katanya barusan.


Apakah dia sedih, kecewa atau malah biasa saja. Apalagi laki-laki itu sudah memiliki istri yang lain.


"Laras yang sekarang sudah bukan lagi Laras yang dulu, yang saat pertama kali melihatmu menikah dengan wanita lain hanya bisa menangis," gumamnya. Dia teringat kebodohannya waktu itu.


Sembari terus melangkah, Laras tenggelam dalam pikirannya. Dia tak sadar jika ada sosok laki-laki yang mengamati gerak-geriknya, semenjak dia masuk ke restoran hingga keluar lagi dari sana.


By: Jannah Zein

__ADS_1


Yang suka ceritanya, jangan lupa ikuti terus ya, dukung kami, dengan cara like, komen, hadiah dan votenya ya 🙏


__ADS_2