DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 135 MEMBAWA RUBY KE RUMAH


__ADS_3

"Daddy Ale lagi kerja. Makanya Oma sendirian ke sini," jelas nyonya Aline. Dia menarik tubuh mungil Ruby duduk di pangkuannya.


"Kapan terakhir kali daddy datang ke sini?" tanya nyonya Aline kepada Ruby.


"Dua hari yang lalu, Oma," jawab Ruby polos.


Seketika perempuan itu tersenyum.


"Bagaimana kalau Ruby ikut Oma saja ke rumah? Nanti ketemu daddy di rumah. Di rumah Oma ada adik bayi loh ...." Tiba-tiba sebuah ide melintas di kepalanya.


Aline berani taruhan, Ruby, Annisa dan Ibu Marni pasti belum diberitahu oleh Galang tentang kelahiran anaknya yang kedua ini.


"Beneran, Oma?" Mata bulat nan bening itu berbinar.


"Iya, beneran. Oma tidak bohong. Kalau Ruby mau, kita bisa berangkat sekarang. Tuh, mobilnya sudah ada di depan." Nyonya Aline menunjuk ke arah pintu.


"Boleh ya, Nek?" Ruby turun dari pangkuan Aline dan mendekati neneknya.


"Nyonya ...." Perempuan tua itu menatap serius tamunya.


"Tidak apa-apa, Bu Marni. Lagipula, apa salahnya kalau Ruby mengenal adiknya."


"Tapi Ruby ...." Wajah tuanya terlihat cemas.


"Ya, saya mengerti," potong Aline. "Yang penting dia kenal dulu dengan adiknya. Soal ke depannya, kita pikirkan nanti."


*****

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Ruby terlihat sangat senang. Berkali-kali gadis kecil itu menunjuk segala sesuatu yang ditanggapi dengan senyum oleh perempuan setengah baya yang tengah memangkunya. Diam-diam, sisi lembut perempuan setengah baya itu kembali mengemuka.


"Bukan cuma kasih sayang ayahnya, tetapi anak ini pasti tidak pernah mengenal kasih sayang nenek dari pihak ayahnya."


"Lagi pula, nenek macam apa itu yang tidak mau mengakui cucunya sendiri, lantas memfitnahnya sebagai anak hasil selingkuhan?" Aline menggeram dalam hati.


Sembari mengangkat bahu, sebelah tangannya terjulur mengusap kepala gadis mungil itu. Kini mereka sudah sampai di rumahnya.


Sejak keluar dari mobil, gadis kecil itu tak henti-hentinya berdecak, mengagumi rumah besar tempat daddynya tinggal.


"Apakah ini benar rumah Daddy?" tanya Ruby.


"Tentu saja, Ruby. Ini rumah Oma dan rumah daddy pula."


Perempuan setengah baya itu menggandeng Ruby, sementara Annisa mengekor di belakangnya. Mereka beriringan masuk ke dalam rumah.


Lelaki itu sebenarnya bermaksud akan pergi menemui salah satu kliennya dan melintas di ruang tamu. Dia tak menyangka istrinya membawa seorang anak kecil dan gadis remaja.


"Oh ... Dad!" Aline menatap suaminya kemudian kembali menatap Ruby.


"Kenalkan, ini Ruby, putrinya Laras," ujarnya.


"Putrinya Laras? Berarti anak Galang?" Tuan Chandra memastikan. Wajah lelaki tua itu tampak berubah.


"Iya," jawabnya.


Aline yang mengerti situasi buru-buru menarik dengan suaminya mendekat.

__ADS_1


"Ruby dan Tante Annisa duduk dulu ya. Oma dan Opa mau bicara," ujarnya lembut. Dia menunjuk sofa besar di salah satu sudut ruangan.


*****


"Kenapa kamu membawa anak itu kemari, Mom? Katanya kamu benci dengan Galang?" Lelaki itu memelankan suaranya, meskipun saat ini mereka tengah berada di ruang tengah.


"Daddy tenang saja. Mommy akan menyiapkan sebuah kejutan untuk Nalendra. Kita akan membuat Nalendra kembali pulang ke rumah ini," bisiknya.


"Jangan macam-macam, Mom. Jangan cari gara-gara dengan Nalendra."


"Aman. Serahkan semuanya pada Mommy. Daddy tidak perlu cemas."


"Mommy tidak sedang berbuat kejahatan, kan?" selidik Tuan Chandra.


"Enggak kok." Nyonya Aline menahan tawanya.


"Awas ya, Mom!"


Perempuan setengah tua itu terlihat santai. Dia menarik tangan suaminya, kembali menuju ruang tamu. Mereka berjalan berdampingan.


Langkah keduanya semakin dekat. Menyadari kehadiran tuan rumah, Annisa segera menyembunyikan ponsel dan melempar senyumnya.


.


By: Jannah Zein


Maaf baru sempat update 🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, hasish dan votenya ya, teman-teman.


__ADS_2