DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 130 KEMARAHAN TUAN CHANDRA


__ADS_3

Tanpa memperdulikan reaksi Laras, Nalendra menghidupkan mesin dan langsung tancap gas dari tempat itu.


Dia tak peduli meskipun Laras mengomel panjang lebar. Nalendra memaklumi kecemasan wanita itu, karena bagaimanapun ini berkaitan dengan dirinya juga.


Tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan. Nalendra menempelkan kartu di depan pintu. Keduanya pun masuk ke dalam.


Nalendra lebih dulu menjatuhkan tubuhnya di sofa. Dia menepuk-nepuk tempat duduk disampingnya. Laras mendekat. Lelaki itu merangkul tubuh kekasihnya.


"Tenang lah, kita pasti bisa melewati semua ini. Tidak lama lagi hubungan kita akan direstui," ucapnya.


"Kamu terlihat begitu yakin ...." bisik Laras.


"Aku selalu percaya dengan diriku sendiri. Jikalau mommy dan daddy sayang pada perusahaan, mereka pasti akan merestui hubungan kita.


"Kamu memaksa?" Laras menaik turunkan alisnya.


"Aku tidak memaksa. Aku hanya memberi pilihan dan mommy sendiri yang mengancamku pertama kali. Aku hanya mengikuti permainan mommy."


"Sahamku di perusahaan pun cukup lumayan sebenarnya, walaupun itu awalnya berasal dari daddy. Daddy sengaja memberikan saham kepada kami, aku dan Nadine sejak masih berusia belasan tahun, sebagai langkah awal meletakkan pondasi keuangan untuk anak-anaknya," papar Nalendra.


"Aku mengerti. Orang kaya mah memang begitu." Laras tertawa kecil.


"Kaya dan miskin itu sama saja, Sayang," ralat Nalendra buru-buru. Tuhan memberikan otak kepada orang miskin dan kaya itu sama, hanya jarak kita yang mempergunakannya yang berbeda."


"Nah, itulah. Makanya sekarang ini aku fokus untuk belajar, ya walaupun terlambat dan tidak melalui kursi perguruan tinggi," sahut Laras. Dia bergelayut manja di lengan Nalendra.


"Kalau mau kuliah lagi, aku pasti membiayai kok. Aku senang melihat kamu mau belajar. Jarang loh, ada cewek seperti kamu. Wanita-wanita yang aku kenal dulu hanya menggunakan kekuasaan orang tuanya saja." Tiba-tiba ia kembali terkenang saat ia masih berada di luar negeri.


"Wanita-wanita yang aku kenal, walaupun mereka juga kaya, tetapi mereka selalu berlindung di bawah kekayaan orang tuanya. Mereka bukan wanita yang mau belajar, walaupun mereka kuliah. Mereka hanya menjalankan kewajiban sebagai seorang mahasiswi."


"Lebih parahnya lagi, mereka seringkali menggunakan tubuhnya demi kontrak atau tender yang ingin di menangkan oleh orang tuanya. Itu buruk, Laras."

__ADS_1


Sebuah kecupan mendarat di kening Laras. Dia merasa sangat senang saat berbicara dengan kekasihnya.


"Mereka menghargai tubuhnya sebatas nilai dan keuntungan yang akan mereka dapatkan. Bukankah itu murahan namanya?"


"Aku tidak pernah menemukan wanita seperti kamu, Laras." Lelaki itu membawa Laras ke dalam pelukannya. Kamu berbeda kamu menghargai dirimu dengan baik. Kamu pun tidak terjebak dengan ambisi duniawi. Kamu berhati tulus, perempuan paling tulus yang pernah kukenal."


"Menikah dan hiduplah bersamaku. Memulai segala sesuatunya dari awal. Aku yakin, kita pasti berhasil. kita akan buktikan kepada semua orang ...."


***


Brakk!


Lelaki tua itu melemparkan sebuah map kepada istrinya.


"Ini akibat kesalahanmu, Aline. Lihatlah ini!"


Perempuan tua itu segera membuka map yang dilempar oleh suaminya.


"Tidak usah menyalahkan orang lain, Aline. Kau sendiri yang menyuruh putramu pergi dari perusahaan!" Tuan Chandra menatap sang istri dengan penuh amarah.


"Aku hanya menyuruh Nalendra untuk memilih, bukan pergi dari perusahaan!" Suara Nyonya Aline tak kalah tinggi.


"Kamu terlalu percaya diri, Aline! Apa kau pikir Nalendra akan menurutimu?"


"Kau sangat tahu siapa putramu, Aline. Dia bahkan bisa berdiri sendiri tanpa kita. Tanpa perusahaan CNI pun, dia masih bisa mendirikan perusahaan sendiri. Apa kau melupakan fakta itu?" Tuan Chandra semakin tersulut emosi mendengar ucapan istrinya.


Dia sungguh tidak mengerti jalan pikiran perempuan yang dicintainya itu.


"Nalendra sudah dewasa, Aline. Dia berhak menentukan jalannya sendiri."


"Kita, sebagai orang tua hanya perlu mendukung dia. Apa kau tidak ingin melihat dia bahagia?"

__ADS_1


"Justru karena aku ingin dia bahagia karena itu tidak mau dia bersama Laras!" Nyonya Aline masih tetap bersikeras.


"Memangnya kenapa kalau dia memilih Laras? Bukankah dia perempuan baik? Dia juga bekerja dengan baik di perusahaan. Perempuan itu bahkan sangat profesional!"


"Dad, apa kau lupa? Perempuan itu telah merebut kebahagiaan Nadine!"


Tuan Chandra menggeleng, mendengar ucapan istrinya.


"Jadi kamu masih berpikir kalau Laras itu yang telah menghancurkan kebahagiaan Nadine?"


"Aline, apa kau lupa? Kaulah orang yang pertama kali menyetujui hubungan Nadine dengan Galang tanpa menyelidikinya dulu?"


"Tapi sekarang, kau menyalahkan orang lain yang sama-sama menjadi korban bajingan itu?


By: Nazwatalita


Maaf ya, teman-teman baru sempat update.


Kepoin juga karya temanku yuk!


Judul : Hei Gadis Berkacamata


Author: Putri Nilam Sari


Blurb


Perjalanan Eisha si gadis berkacamata dalam merubah penampilan dan menggapai impiannya dibantu Adnan seorang pria misterius dan bersikap dingin serta bermasalah di lingkungan nya.


Namun benih cinta yang tumbuh diantara mereka belum sempat mekar karena kesalahpahaman dan kejadian tak terduga.


Hingga Pertemuan tak disangka kembali memulai kisah yang belum usai, namun bagaimana dengan takdir yang memberikan kejutan bagi mereka, akankah kisah mereka berakhir bahagia??

__ADS_1


__ADS_2