
Laras dan Nalendra masuk terlebih dahulu ke dalam hotel bersama ruby diikuti oleh Nadine suaminya dan juga Aurel.
Kedua keluarga kecil melangkah dengan sesekali tersenyum membalas orang-orang yang menyapanya.
Langkah mereka terhenti saat ada beberapa kolega bisnis Nalendra dan Azka menyapa mereka.
Laras menatap dekorasi pengantin yang terlihat mewah dan sangat elegan. Pandangannya tertuju pada kursi pelaminan.
Di sana, dia melihat sosok pria yang pernah menjadi masa lalunya terlihat sangat tampan dan gagah.
Senyuman tidak pernah lepas dari wajah tampannya. Apalagi, saat beberapa tamu undangan menyalaminya memberikan selamat.
Di samping pria itu berdiri seorang wanita yang sangat cantik dengan gaun pengantin yang melekat pada tubuhnya.
Tak berbeda dengan Galang, wanita itu pun terlihat sangat cantik dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah cantiknya.
Laras tersenyum, hari ini adalah pernikahan Galang. Sang mantan suami yang pernah mengkhianatinya.
Galang mengalami kebangkrutan setelah berpisah dengan Nadine. Pria itu kembali berjuang dari nol, hingga akhirnya, beberapa tahun kemudian Galang kembali bangkit.
Kerja keras Galang selama ini membuahkan hasil. Kini, pria itu kembali menjadi pengusaha yang sangat sukses di bidang kuliner.
Galang kembali memiliki puluhan restoran yang tersebar di ibukota dan kota-kota besar lainnya.
Galang dipertemukan dengan seorang perempuan cantik bernama Amara.
Seorang model terkenal yang bertahun-tahun tinggal di luar negeri. Amara adalah pelanggan setia di restoran Galang.
Gadis itu jatuh cinta untuk pertama kalinya saat bertemu dengan Galang.
Amara, gadis cantik yang awalnya tergila-gila dengan Rayyan Bagaskara, pengusaha muda yang sukses, pemilik kafe yang tersebar di seluruh kota besar di negaranya. (Baca kisah Rayyan di Cinta Karmila)
Setelah ditolak mentah-mentah oleh Rayyan, Amara yang patah hati kembali ke luar negeri dan kembali membangun karirnya di sana.
Sampai akhirnya, setelah kembali pulang ke negaranya, Amara bertemu dengan Galang. Pria mandiri yang ternyata adalah seorang duda beranak dua dan parahnya, kedua anak itu lahir dari istri yang berbeda.
Kegagalan cinta dan penyesalan Galang di masa lalu, membuat pria itu menutup diri dengan yang namanya cinta.
Pria itu hanya memikirkan bagaimana biar dia bisa bangkit dan kembali sukses membangun usahanya.
Namun, hal itu tidak membuat Amara patah semangat. Pengalaman saat dirinya ditolak Rayyan, membuat gadis itu menjadi gadis tidak tahu malu yang terus berjuang mendapatkan cinta Galang.
Amara bahkan rela meninggalkan karirnya sebagai model hanya demi mengejar sang duda impian, hingga beberapa tahun kemudian, Galang pun luluh.
Sang duda impian itu akhirnya takluk saat Amara dengan penuh percaya diri melamarnya.
"Ayo, Sayang, kita ke sana." Lamunan Laras buyar saat mendengar suara Nalendra.
Pria itu menggenggam tangan Laras, menyunggingkan senyum di wajah tampannya, kemudian mengajak Laras menuju pelaminan.
Di pelaminan, terlihat Ruby yang sudah terlebih dahulu berada di sana. Memeluk sang ayah dan peri cantiknya ( Julukan untuk Amara).
Amara adalah salah satu orang yang membuat Ruby tertarik menjadi model. Gadis kecil yang sebentar lagi menginjak remaja itu bahkan sudah beberapa kali ikut pemotretan menjadi model cilik dadakan bersama Amara.
Tak jauh berbeda dengan Laras. Nadine pun menatap Galang dengan tatapan tak terbaca.
Perempuan itu, sampai sekarang bahkan masih mengingat bagaimana pria itu membohonginya dan menjadikannya sebagai perempuan jahat karena telah merebut pria itu dari Laras, istri pertama Galang.
Nadine menatap Azka yang menggenggam tangannya.
"Sayang, ayo kita ke sana." Nadine mengangguk. Perempuan yang sedang hamil empat bulan itu kemudian mengikuti langkah suaminya.
Bibirnya tertarik membentuk senyuman. Apalagi saat melihat Aurell yang kini terlihat merusuh di depan ayahnya.
Gadis kecil itu duduk di pangkuan sang ayah yang saat itu sedang menyalami tamu undangan yang sedang memberinya selamat.
"Putrimu itu benar-benar!" Azka tertawa mendengar gerutuan istri cantiknya.
"Kenapa dia harus meniru kamu sih? Malu-maluin aja tahu nggak!"
"Tenang, Sayang. Itu belum seberapa. Aku akan bikin anak kedua kita lebih konyol-"
Nadine menutup mulut suaminya.
"Coba saja kalau berani! Aku tidak mau anakku bersikap bodoh dan tidak tahu malu seperti kamu!"
"Cukup Aurell saja yang-"
"Ya Tuhan ...."
Nadine hampir saja memekik kaget saat melihat Aurell yang saat ini berada dalam gendongan Galang.
__ADS_1
Mantan suaminya itu terlihat kesusahan saat menyalami para tamu undangan karena Aurell dengan tidak tahu malu bergelayut manja di pinggang ayahnya.
Di sebelah Galang terlihat Nalendra yang sedang merayu agar Aurell turun dari gendongan ayahnya. Namun, gadis itu terlihat enggan.
"Buruan ambil anakmu," bisik Nadine dengan kesal.
"Siap, Bos!" Azka tersenyum manis. Sementara Nadine langsung cemberut sambil menahan malu saat tiba-tiba suami gokilnya itu mencium bibirnya di saat semua orang memperhatikannya.
Ya Tuhan ... kenapa suami dan anak sama saja kelakuannya?
Nadine menggeleng pelan. Wajah cantiknya merona, apalagi saat beberapa orang mengomentari perbuatan Azka yang menciumnya di depan umum.
"Romantis banget suaminya." Nadine hanya menanggapi dengan senyuman saat mereka semua berkomentar.
Nadine melanjutkan langkahnya menuju pelaminan. Dalam hati dia menggerutu kesal.
Aurell tumbuh besar bersama Azka. Pria tengil yang memaksa menikah dengannya setelah pertemuan pertama mereka.
Meskipun Aurell bukanlah darah daging Azka. Namun gadis kecilnya itu kelakuan seratus persen mirip dengan Azka.
Keinginan Azka untuk menikahi Nadine semakin menggebu saat mengetahui kalau Nadine adalah seorang janda beranak satu.
Mereka menikah setelah Aurell berumur dua tahun. Pria menyebalkan itu akhirnya berhasil menaklukkan hati Nadine. Cewek manja berkuncir kuda yang membuatnya tergila-gila dari jaman SMA.
Laras dan Nalendra mengucapkan selamat pada Galang dan Amara setelah Azka berhasil menggendong putri cantiknya.
"Selamat ya, Mas. Semoga kamu bahagia."
"Terima kasih." Galang menatap Laras. Mantan istri pertamanya.
Wajah tampannya tersenyum.
"Bahagia untukmu juga dan semua keluargamu."
Laras tersenyum sambil melepaskan jabatan tangannya. Perempuan itu berganti mengucapkan selamat pada Amara kemudian memeluknya.
"Selamat ya, Lang."
Nalendra juga menjabat tangan Galang. Pria itu memeluk tubuh Galang, laki-laki yang dulu pernah menjadi saingannya untuk mendapatkan Laras.
Kini, di antara mereka sudah tidak ada lagi permusuhan. Semua pertikaian di masa lalu sudah menjadi kenangan.
"Dad, jangan macam-macam!" teriak Aurell saat Azka dengan wajah tersenyum menarik paksa bocah kecil itu dari gendongan Galang.
Darah dagingnya yang terpaksa ia tinggalkan setelah lahir karena Nadine memutuskan untuk bercerai dengannya.
Amara pun tersenyum melihat tingkah Aurell.
"Sayang, kenapa putrimu tidak mirip sama sekali denganmu?" bisik Amara.
"Kamu seperti es batu, sementara kedua putrimu-"
"Diamlah! Atau aku akan memaksamu masuk ke kamar hotel dan memakanmu sekarang juga!"
"Hah?" Amara menatap tak percaya mendengar ucapan suaminya.
"Sejak kapan es batu berubah mesum?"
"Sejak aku bertemu perempuan tidak tahu malu sepertimu!"
Galang mendaratkan ciuman di pipi Amara, membuat perempuan cantik dengan gaun pengantin itu merona. Amara bahkan langsung melupakan amarahnya saat pria yang kini sudah menjadi suaminya itu kembali berbisik di telinganya.
"Aku sudah tidak sabar ingin memakanmu sekarang juga."
Selain pada Nadine, Galang juga berterima kasih pada Laras dan Nalendra yang telah merawat Ruby dan mengizinkannya bertemu dengan putri cantiknya saat ini beranjak remaja.
Pria itu sangat bersyukur karena dua perempuan cantik yang pernah menjadi bidadari di hatinya itu mau memaafkan perbuatannya di masa lalu.
"Kalian datang?"
Galang tersentak kaget saat mendengar istrinya berteriak. Perempuan itu menutup mulutnya, merasa tidak enak saat semua orang memperhatikannya.
Di depan mereka, kelima pasangan fenomenal di tahun ini melangkah mendekati pelaminan.
Lima pria tampan dan juga lima perempuan cantik dengan menggandeng putra dan putrinya menjadi pusat perhatian semua orang.
Semua tamu undangan tidak menyangka kalau mereka akan bertemu dengan kelima pengusaha muda sukses yang sangat terkenal akhir-akhir ini.
Mereka adalah Rayyan Bagaskara dan Karmila, beserta kedua putrinya. Pasangan Alvin dan Sharla, Noah dan Sherly dengan anak-anak mereka yang masih balita.
Mereka adalah putra dan putri serta menantu keluarga Bagaskara.
__ADS_1
Radith dan Anggun juga putra tampannya tak ketinggalan, Refan dan juga Rosa bersama buah hatinya. Mereka adalah sahabat baik Amara.
(Baca kisah seru dan kebucinan mereka di Cinta Karmila)
Amara memeluk mereka satu persatu. Namun, saat dia ingin memeluk para pria tampan itu, Galang segera menghalanginya.
"Jangan peluk-peluk pria lain!"
Rayyan dan teman-temannya tertawa, sementara Amara terlihat cemberut.
Namun, senyum Amara kembali terbit saat melihat putra-putri sahabatnya yang terlihat imut dan sangat menggemaskan.
Amara mengusap perutnya sambil tersenyum, membuat Rayyan dan yang lainnya saling berpandangan.
"Jangan bilang kalau kamu hamil duluan?"
"Heh! Jaga bicara kalian!" seru Amara tidak terima. Sementara wajah tampan Galang memerah mendengar ucapan sahabat istrinya itu.
Karmila mencubit pinggang Rayyan, membuat pria tampan itu meringis sambil tersenyum manis.
"Maaf, Sayang, aku keceplosan!"
Wajah Karmila cemberut melihat kelakuan suaminya.
****
Resepsi pernikahan itu semakin lama semakin meriah. Ratusan tamu undangan hadir silih berganti.
Beberapa artis ibukota yang sedang naik daun ikut memeriahkan acara pernikahan Galang.
Semua orang tersenyum bahagia.
Termasuk Ibu Marni dan Annisa yang ikut hadir dalam acara itu.
Mira dan suaminya juga tersenyum bahagia.
Mereka kini tinggal bersama Galang. Suami Mira saat ini bekerja di restoran Galang.
Meskipun sebagai karyawan biasa, tetapi dia sangat bersyukur karena setelah semua kesalahan yang diperbuat oleh mertuanya dan juga istrinya, Galang masih mau berbaik hati menerima mereka kembali.
Sementara, Ningsih tidak terlihat. Perempuan jahat itu saat ini terbaring lemah di atas ranjang dengan seluruh tubuh yang sudah tidak bisa digerakkan.
Ningsih jatuh di kamar mandi sesaat setelah dia merutuki pernikahan Laras dan Nalendra.
Ningsih tidak terima saat melihat pernikahan Laras dan Nalendra. Saat wanita itu sedang dikuasai oleh amarah karena tidak hati-hati, perempuan itu terjatuh di kamar mandi dan langsung mengalami stroke.
Kini, Ningsih bagai mayat hidup yang hanya bisa terbaring di ranjang.
Tak jauh berbeda dengan Ningsih, Rusdi yang sudah kehilangan istri dan anaknya, kini kembali masuk penjara setelah beberapa bulan keluar karena kasus penculikan Ruby.
Pria itu kembali terlibat kejahatan yang akhirnya membuat dirinya kembali masuk dalam jeruji penjara.
Laras menatap satu persatu orang-orang yang disayanginya.
Kebahagiaan memenuhi ruang hatinya.
"Aku mencintaimu." Suara Nalendra berbisik lirih.
"Aku juga mencintaimu, Ale. Terima kasih karena sudah memberiku banyak kebahagiaan."
TAMAT
Akhirnya ... benar-benar Tamat!
Terima kasih buat kalian yang selalu setia membaca karya ini.
Lope-lope yang banyak buat kalian.
Jangan lupa kunjungi novel aku yang lainnya ya ....
MATI RASA, CINTA KARMILA, DENDAM, karya nazwa talita.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Aku juga mau buat pengumuman buat kalian nih!
Aku punya grup Club Baca lho!
Di sana kita baca bareng bersama Author dan reader.
Yang mau gabung boleh follow akun aku di Noveltoon ini ya. Nanti aku kasih nomor telepon buat masuk ke grup.
__ADS_1
Yuk Gabung! Siapa tahu ada salah satu Author kesayangan kalian di sana 🥰