DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 68 KEKESALAN NINGSIH


__ADS_3

"Apa? Keluarga Chandra mengusirmu?" teriak perempuan tua itu seraya menatap tajam ke arah Galang. Tak peduli dengan penampakan sang putra yang babak belur setelah dihajar oleh Tuan Chandra, mertuanya.


"Semua sudah terungkap, Ma dan tak ada gunanya lagi aku berada di rumah itu." Galang mengusap wajahnya kasar. Dia meringis saat jemarinya menyentuh bagian yang terluka.


"Kamu harus bujuk Nadine agar dia mau tetap bersamamu, apalagi dia kan sedang hamil!" ujar Ningsih. Dia menangkap kehamilan Nadine sebagai peluang untuk Galang bisa bersama kembali dengan putri tuan Chandra itu.


"Mama pikir akan semudah itu?" ejek Galang, mencemooh cara berpikir ibunya yang dianggapnya sangat primitif.


"Nadine itu bukan Laras, Ma. Nadine bukan wanita miskin yang menggantungkan hidup dari kita dan bisa kita perlakukan seenaknya seperti mama memperlakukan Laras dulu. Nadine itu wanita kaya raya dan dengan kekayaan keluarganya, bisa saja dia mendepakku, lalu menikah dengan laki-laki lain untuk memberi status kepada anaknya!"


Ningsih terdiam. Perempuan tua itu kemudian duduk menghadap putranya. "Lalu apa yang akan kamu lakukan kedepannya?"


"Tidak ada, Ma, untuk sementara aku tinggal di rumah ini."


"Tidak masalah. Tetapi bagaimana hubunganmu dengan Nadine? Kamu harus bisa segera membuat Nadine menjadi istrimu kembali?" desak Ningsih. Dia tidak mau kehilangan menantu kaya raya itu.


"Aku sudah bilang, itu tidak akan mudah, karena mereka semua sudah tahu rahasia yang aku sembunyikan selama ini. Bahkan sekarang Laras dan Nalendra pulang ke kampung untuk mengurus perceraian Galang dengan Laras," ujar Galang. "Aku tidak bisa mencegah mereka."


"Jadi mereka turut campur?" Mata Ningsih melotot. Dia sangat terkejut.

__ADS_1


Galang tersenyum pahit. "Nalendra yang turut campur karena dia sangat menginginkan aku bercerai dari Laras."


"Apa hubungannya Nalendra dengan Laras?" tanya Ningsih.


"Nalendra menyukai Laras, Ma," ujar Galang.


Ningsih berdecih. "Buruk sekali selera keluarga Chandra? Masa iya menyukai pembantu sendiri? Memangnya tidak ada lagi wanita lain yang bisa menarik hati Nalendra?"


"Atau, jangan-jangan hubungan mereka sudah jauh?" Ningsih menduga-duga.


Mendengar ucapan ibunya, sontak Galang kembali tersulut emosinya. Dia teringat hasutan demi hasutan yang dilontarkan Ningsih selama ini kepadanya selama lima tahun terakhir.


"Tapi nyatanya Laras menggugat cerai kamu, kan? Itu pasti karena dia bermaksud untuk menjadi bagian keluarga Chandra!" balas Ningsih tak mau kalah.


"Bukan Laras yang bermaksud ingin masuk ke dalam keluarga Chandra, tetapi Nalendra yang menyukai Laras. Laras tidak sepertiku, Ma. Aku juga tidak sejahat Mama yang berambisi ingin menjadi orang kaya dalam waktu singkat!" sarkas Galang.


"Kamu menyindir Mama?" bentak Ningsih.


"Aku mengatakan hal yang sebenarnya, Ma. Kemarin Mama, kan yang paling mendukung hubunganku dengan Nadine? Karena apa? Karena Nadine adalah pewaris CNI grup. Iya, kan?"

__ADS_1


"Mama tidak juga puas dengan pencapaian yang didapat olehku, dengan puluhan restoran yang sudah kumiliki." Suara Galang tercekat, tenggorokannya terasa kering.


"Sudahlah, Ma, aku lelah. Aku butuh istirahat dan aku butuh menyendiri." Galang bangkit dari tempat duduk dan segera berlalu dari tempat itu.


***


Sepeninggal Galang, Ningsih duduk terpaku di sofa ruang tamu. Suasana rumah itu sepi. Hanya ada mereka berdua, Ningsih dan Galang. Dua pembantu perempuannya tengah berada di belakang, asyik dengan pekerjaannya masing-masing. Sementara Mira, anak sulungnya tengah mengantar anaknya ke sekolah.


"Aku harus bertindak. Aku tidak rela melihat perempuan itu masuk ke dalam keluarga konglomerat Chandra, sementara anakku mereka usir begitu saja," ucap Ningsih dalam hati. Hatinya dipenuhi oleh kebencian.


"Ini pasti gara-gara Laras! Pasti Laras yang sudah mengadu domba keluarga itu, sehingga akhirnya rahasia itu terbongkar.


Laras pasti berniat masuk ke dalam keluarga Chandra. Pasti dia yang sudah merayu Nalendra. Pasti dia yang telah membuat anak laki-laki keluarga Candra itu jatuh hati padanya, menyukainya. Pasti perempuan itu yang sudah berusaha menghancurkan Galang!" Ningsih mengumpat dalam hati, mengucapkan sumpah serapah.


Tak mau terlalu larut dalam pikirannya, perempuan tua itu segera mengambil ponsel kemudian mendial nomor Rusdi, adiknya.


.


By:Jannah Zein

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya 🙏


__ADS_2