
Setelah beberapa bulan berlalu ....
Akhirnya palu pun diketuk dan resmilah sudah Laras menyandang status janda. Di satu sisi dia merasa sedih, karena bagaimanapun, dia dan Galang sudah menjalani pernikahan ini, tapi di sisi lain dia lega karena semua drama ini berakhir.
Laras bersyukur karena Galang menuruti perintahnya untuk tidak datang ke pengadilan, hingga proses gugatan cerainya berlangsung cepat.
Percayalah! Tak ada seorang wanita pun yang menginginkan sebuah perceraian. Namun, jika sebuah pernikahan itu tidak sehat yang berujung hanya menyakiti salah satu pihak, maka perceraian adalah solusi yang terbaik. Apa boleh buat.
Laras menyalami para hakim dan mengucapkan terima kasih, lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan sidang.
Di luar, ibu, Ruby, Annisa dan Nalendra menyambutnya. Perempuan tua itu bahkan memeluknya erat.
"Selamat ya, Sayang. Sekarang kamu sudah bebas," ujar ibunya.
"Tapi status ini ...." Laras tak melanjutkan ucapannya.
"Statusmu akan segera berubah, Laras. Percayalah," sela lelaki tampan itu tersenyum penuh arti.
Laras mengangkat kepalanya. "Terima kasih atas semua bantuan mu, Ale," ujarnya.
Selama beberapa bulan terakhir ini, Nalendra memang selalu membantunya dalam hal apapun. Perusahaan pun di pegang oleh Tuan Chandra. Sementara ia hanya menangani pekerjaan yang bisa dilakukan dari jarak jauh. Lelaki ini pun sangat sabar menghadapi Laras dan putrinya. Dia selalu memberi support saat dia merasa dunia ini tak adil untuknya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita sekarang makan siang, terus jalan-jalan?" tawar Nalendra.
"Boleh, sahut Laras.
"Sekalian merayakan kebebasan Laras," imbuh ibunya sembari tertawa yang membuat Laras harus mencubit lengan tua itu.
Ibunya mengaduh. "Aww ... sakit, Laras!"
"Mama jangan macam-macam!" sergah perempuan muda itu.
Perempuan tua itu hanya tertawa. Dia menatap Nalendra penuh arti. Keduanya berpandangan sejenak. Sebagai wanita tua yang kenyang makan asam garam kehidupan, tentu saja dia mengerti akan semua perhatian yang diberikan oleh laki-laki tampan yang belakangan sangat akrab dengan putri dan cucunya itu.
Hati tuanya senantiasa berharap semoga kedepannya Laras dan laki-laki tampan itu akan segera bersatu. Dia melihat sendiri bagaimana baiknya lelaki itu pada putri dan cucunya, terlepas soal dia adalah pria kaya raya. Baginya, kekayaan hanyalah bonus, yang penting anak dan cucunya bahagia.
Sepanjang perjalanan, hanya celotehan Ruby yang mendominasi. Sesekali Laras menjawab dengan senyum, apalagi saat gadis kecil itu menanyakan tentang janji Nalendra untuk membawanya ke Jakarta dengan menggunakan pesawat pribadi.
"Kapan kita berangkat ke Jakarta? Ruby ingin naik pesawat pribadi punya Daddy."
"Sebentar lagi, Nak. Mama harus mengurus kepindahan sekolahmu dulu. Nanti kamu akan sekolah di Jakarta, kan?" ujar Laras meminta pengertian gadis kecil itu.
"Jadi Ruby harus pindah sekolah dong?" Tiba-tiba saja wajahnya menjadi muram.
__ADS_1
"Iya, kan Ruby akan tinggal di Jakarta sama Mama." Laras menangkap perubahan yang terjadi di wajah putihnya
"Yeah... jadi Ruby akan kehilangan teman-teman dan ibu guru," keluhnya.
"Nanti Ruby akan mendapatkan teman dan ibu guru baru di Jakarta," celutuk Nalendra tanpa mengalihkan pandangannya. Dia tetap fokus ke depan menatap jalanan.
"Benarkah itu Daddy? Apakah teman-teman dan ibu gurunya baik?"
"Anak baik pasti akan mendapatkan teman-teman dan ibu guru yang baik pula," sahut Laras.
Mata polos itu bergerak-gerak. Binar matanya seperti berlian yang berkilauan. "Aku senang mendapatkan teman-teman dan ibu guru yang baru!"
Tak terasa mereka sudah sampai di depan restoran. Nalendra keluar lebih dulu. Dia membuka pintu mobil untuk Laras dan meraih tubuh mungil Ruby, menggendongnya dengan penuh kasih sayang. Sementara Laras, ibu dan Annisa mengiringinya di belakang.
Nalendra memesan tempat VIP untuk mereka. Setelah reservasi tempat, mereka langsung menuju sebuah bilik kecil tempat mereka makan makan siang sekaligus merayakan selesainya urusan Laras dan Galang.
.
By: Jannah Zein
Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya, teman-teman 🙏
__ADS_1
Mampir juga ke karya temen aku yuk!