DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 74 TIDAK BOLEH BERCERAI


__ADS_3

"Aku bisa membeli semua itu karena kerja kerasku sendiri, Laras. Bukan dari uang Galang!" Rusdi masih mencoba mengelak, sementara Nalendra menggelengkan kepalanya, kedua tangan pria tampan itu sudah mengepal erat.


'Rasanya aku ingin sekali menghajar pria tua itu. Brengsek!' Nalendra mengeraskan rahangnya.


"Bekerja keras? Memangnya apa yang Paman kerjakan selama ini?"


"Kau!"


"Selama ini Paman hanya seorang pengangguran. Pekerjaan paman hanya makan dan tidur saja. Kenapa tiba-tiba Paman bisa pindah keluar kota dan membeli rumah mewah di sana? Selama ini aku tidak pernah mencurigai Paman. Karena aku pikir Paman benar-benar bekerja dan akhirnya bisa sukses." Laras menjeda ucapannya.


"Namun, setelah semua kebenaran terungkap, aku baru tahu kalau uang yang Paman gunakan untuk membeli rumah, mobil, juga beberapa aset lain yang Paman miliki sekarang adalah uang milikku dan Ruby!" seru Laras dengan gemetar. Apalagi, saat mengingat nominal uang yang diberikan Galang untuknya.


Sementara Rusdi terdiam, laki-laki itu terlihat sedikit gugup, tetapi masih bisa menutupinya.


"Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah saat aku tahu kalau ternyata mertuaku juga dalang di balik pembuatan rekening palsu itu. Asal Paman tahu, aku sudah menyimpan semua bukti kejahatan Paman juga Ibu Ningsih!"


"Aku tidak pernah melakukan kejahatan, Laras, jadi sebaiknya kau jangan mengada-ada. Aku bahkan tidak tahu tentang rekening palsu itu. Memangnya rekening siapa yang palsu?" Lagi lagi Rusdi mencoba mengelak. Pria itu benar-benar tidak tahu diri karena tetap tidak mau mengakui kesalahannya.


"Galang sudah menceritakan semuanya padaku tentang uang itu, Paman. Uang yang Galang kirim berjumlah sangat besar. Namun, sayangnya aku tidak pernah sepeser pun menikmati uang itu!"

__ADS_1


Kata-kata Laras membuat kedua mata lelaki setengah tua itu membulat. Rusdi begitu terkejut, merasa tidak percaya kalau Galang sudah mengetahui semuanya.


"Setelah semua bukti kejahatan Paman dan Bu Ningsih terkumpul, aku sendiri yang akan melaporkan kalian ke polisi!"


"Laras!" Rusdi mengangkat tangannya, bermaksud ingin menampar Laras. Namun, sebelum tangan itu mendarat di wajah cantik Laras, sebuah tangan besar sudah terlebih dahulu mencekal tangan Rusdi.


Nalendra dengan sorot mata tajam menatap penuh amarah pada Rusdi.


'Berani-beraninya kau menyentuh wanitaku!' batin Nalendra.


"Jangan kau coba-coba menyentuh Laras, pria tua! Atau kau akan berhadapan denganku!" Sorot mata Nalendra berkilat penuh amarah, membuat Rusdi bergidik. Pria itu Meringis saat Nalendra dengan sengaja memelintir tangannya. Wajahnya memerah menahan sakit.


"Sebaiknya kau cepat pergi dari sini, sebelum aku melakukan sesuatu yang lebih dari ini!" Nalendra melepaskan cekalan tangannya pada Rusdi.


"Brengsek!" Rusdi menatap Nalendra sambil meringis kesakitan.


"Laras, cepat serahkan semua berkas pernikahanmu dengan Galang! Kalau tidak, aku akan menyuruh semua warga kampung datang ke sini!" ancam Rusdi pada Laras.


"Laras tidak akan memberikan apa pun yang kau minta, Pria tua. Jadi, sebaiknya kau cepat pergi dari sini!" Nalendra mengeraskan rahangnya.

__ADS_1


"Sebaiknya kau tidak usah ikut campur urusanku dengan Laras. Lagipula, bukankah kau ini majikannya Laras?" Rusdi kembali menatap Nalendra tanpa rasa takut. Dia tidak menyadari kalau dia sudah menggali kuburannya sendiri dengan menantang Tuan Muda Nalendra.


"Aku tidak akan memberikan apa yang Paman minta, karena aku sangat membutuhkan berkas itu untuk menggugat cerai Mas Galang!"


"Kamu tidak boleh bercerai dengan Galang, Laras!" teriak Rusdi.


"Kenapa aku tidak boleh bercerai dengan Mas Galang? Lagipula, bukankah ini yang kalian inginkan selama ini? Kalian sengaja membuat rencana licik untuk memisahkan aku dengan Mas Galang, tapi kenapa sekarang kalian tidak ingin aku bercerai dengan Mas Galang?"


Rusdi terdiam, tidak mampu menjawab kata-kata Laras, karena semua ucapan perempuan itu memang benar. Awalnya Rusdi dan Ningsih memang ingin sekali memisahkan Galang dengan Laras.


Namun, saat melihat kebaikan Galang pada Laras walaupun mereka sudah menghasut Galang dengan mengatakan semua kejelekan Laras, membuat Rusdi dan Ningsih akhirnya merubah rencana mereka.


Mereka berdua tidak lagi menginginkan mereka bercerai setelah tahu kalau Galang ternyata mentransfer uang yang begitu banyak setiap bulannya pada Laras.


"Kamu tidak boleh bercerai dengan Galang, Laras! Kalau tidak-"


"Bukankah Paman sudah mengumpulkan warga untuk menggerebek rumah ini? Setelah semua warga datang dan menganggap Tuan Nalendra berselingkuh denganku, maka perceraianku dengan Mas Galang akan lebih mudah! Jadi, anggap saja kalau Paman sendiri yang telah menyebabkan aku bercerai dengan Mas Galang!"


.

__ADS_1


By: Nazwatalita


Jangan lupa ikuti terus ceritanya. Like, komen, hadiah, dan votenya ya, biar Author tambah semangat updatenya 🙏


__ADS_2