
"Mereka ada disini," gumam Laras. Tubuhnya mendadak gemetar seketika.
Hilang sudah kegembiraan yang sesaat dia rasakan saat menerima perhatian Nalendra yang tiba-tiba saja malam ini terasa begitu manis terhadapnya.
Tetapi Nalendra justru menarik tangannya menuju sepasang insan yang akan memasuki sebuah VIP room tak berapa jauh dari VIP room yang mereka pesan.
"Nadine!" teriak Nalendra.
Perempuan itu menoleh. Perempuan itu sedikit kaget saat melihat kembarannya ternyata berada di sana juga.
"Ale, sini!" tegur Nadine.
Wanita berparas cantik itu mengamati penampilan saudara kembarnya yang terlihat sangat rapi.
"Dan kamu, Laras!" Dia terpekik saat melihat penampilan Laras pun tak kalah elegan dengan dirinya.
"Ya ampun, kamu cantik sekali, Laras. Wah ... kalian ini benar-benar pasangan yang sangat serasi," pujinya tulus.
"Tadi saat aku pergi, bukankah kalian sedang bekerja? Kok kenapa tiba-tiba muncul di sini?" Berondongan pertanyaan dan keheranan Nadine membuat ekspresi wajahnya terkesan lucu.
"Hai, Nadine! Suka-suka kami dong!" ujarnya tak mau kalah.
"Bener, kan Laras?" Nalendra melirik wanita cantik di sampingnya.
"Biasa, sekali-sekalilah kami bersenang-senang, tidak hanya berkutat dengan urusan pekerjaan. Memangnya kami robot?" ketus Nalendra. Sudut matanya menangkap perubahan di wajah suami adik kembarnya itu.
Wajah tampan Galang mendadak berubah masam melihat istri pertamanya dibawa oleh laki-laki lain, dan sialnya laki-laki lain itu adalah saudara kembar istri keduanya.
__ADS_1
"Hahaha ..." Nadine tertawa.
"Kalau begitu selamat bersenang-senang. Oh, iya, bagaimana kalau kita double date saja? Kebetulan ini restoran adalah restoran Galang, jadi kita bebas di sini. Iya, kan, Sayang?"
Ini sebenarnya adalah keputusan sepihak, bukan pernyataan yang meminta persetujuan Galang sebagai suaminya.
"Iya, boleh, Sayang ...." Laki-laki itu berusaha menguasai diri dari rasa cemburunya.
"Ini adalah restoranku. Kalian bebas disini. Silakan menikmati makanan lezat di sini dan bersenang-senanglsh!" ujarnya.
Sebenarnya Laras agak kaget saat mengetahui siapa pemilik restoran ini. Dia tidak menyangka suaminya sudah sesukses ini. Dia memiliki restoran yang begitu megah. Galang memang pernah menceritakan kalau dia memiliki puluhan restoran, tetapi dia tidak menyangka restoran yang dimilikinya adalah restoran besar dan semewah ini.
"Pantas saja kamu memilih Nadine, Mas," gumamnya dalam hati. "Bahkan sampai sempat berusaha menyingkirkanku dari rumah tempatku mengais rezeki."
"Ternyata sedemikian dahsyat pengaruh perempuan itu dalam mengantarmu ke gerbang kesuksesan!" Laras membatin.
Dia kembali meraih tangan Laras dan mengecupnya sesaat. Kecupan lembut yang menggoda Laras untuk menyunggingkan sebuah senyuman manis.
"Tunggu!" seru Galang. Tiba-tiba saja lelaki itu teringat akan sesuatu. Niatnya dinner malam ini dengan Nadine.
Dia sudah menyiapkan kejutan spesial untuk istrinya tercinta dan dia merencanakan momen itu dilewati hanya berdua, bukan berempat.
"Sayang, kamu lupa ya? Malam ini akan ada kejutan spesial untuk kamu? Dan momen itu hanya untuk kita berdua." Galang mengingatkan.
"Astaga!" seru Nadine.
"Aduh, maaf ya, Ale. Aku lupa kalau malam ini Mas Galang memiliki kejutan spesial!" Nada suaranya terdengar sangat menyesal.
__ADS_1
Nalendra terlihat agak kecewa.
"Yaah! Tadi kamu yang menawari double date, kok sekarang tawaranmu di cabut kembali?" protes Nalendra.
"Tidak apa-apa, Ale. Kita bisa dinner malam ini di VIP room yang sudah kamu pesan," bujuk Laras menengahi.
Nalendra mengangguk-angguk. "Iya, kamu benar, Laras. Sebaiknya kita segera masuk."
Lelaki itu segera melangkah menjauh. Dia menarik tangan Laras dan masuk ke VIP room yang sudah dipesannya.
Galang mengepalkan tangan, tetapi hanya sesaat. Galang lantas menyadari keputusannya yang mengajak dinner Nadine malam ini adalah salah.
Dia malah bertemu sang istri pertama yang tengah berdua dengan laki-laki lain, di dalam ruangan tertutup pula. Hanya berdua! Entah apa yang mereka lakukan di sana. Namun, dari gestur tubuh Nalendra dia bisa menangkap kesan bahwa laki-laki sangat menyukai istri pertamanya itu.
Caranya menatap Laras dan perlakuan manis itu sungguh membakar hati Galang.
"Nalendra sialan! Tunggu pembalasanku!"
"Takkan pernah kubiarkan Laras jatuh ke tanganmu!"
.
.
By: Jannah Zein
Mampir yuk! Di karya keren milik temen aku nih!
__ADS_1