DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 39 CEMBURU


__ADS_3

"Tentang Kita?"


"Apa aku tidak salah dengar?"


"Laras ...."


"Di antara kita sudah tidak ada lagi tentang kita, Mas. Semua sudah berakhir semenjak kau memutuskan menikahi perempuan lain, meninggalkan aku dan Ruby.


"Sudah cukup lima tahun aku menunggumu seperti orang bodoh. Sudah cukup selama ini ...." Laras menghentikan ucapannya, ketika rasa sakit menghantam relung hatinya .


"Bodohnya aku, karena selama ini aku selalu memperhatikanmu dan juga menangisimu. Aku selalu berdoa semoga kamu baik-baik saja di manapun kamu berada, dan ternyata, Tuhan mengabulkan semua doaku juga ibuku."


"Sampai sekarang, kamu terlihat baik-baik saja, bahkan kamu juga terlihat jauh lebih baik daripada kami."


"Selama lima tahun itu, apakah kau pernah mengingat aku sekali saja, Mas? Mengingat kalau aku adalah istrimu? Mengingat semua janjimu untuk membahagiakan aku?"


Laras menatap Galang dengan kedua mata berkaca-kaca. Sebisa mungkin dia menahan agar air matanya tidak tumpah. Cukup sudah dia menangisi pria itu.


Galang mendekati Laras, mencoba meraih perempuan itu ke dalam pelukannya. Semua ucapan perempuan itu membuat dadanya terasa sesak. Hatinya berdenyut nyeri, apalagi ketika melihat perempuan itu menangis.


Setelah mengetahui sedikit kebenaran yang terungkap lewat orang suruhannya, dalam hati Galang terbersit rasa bersalah pada Laras. Selama ini dia sangat membenci perempuan itu karena mempercayai semua ucapan keluarganya tentang Laras.


"Pergilah, Mas! Jangan temui aku lagi, apalagi di sini, di kamar ini! Memangnya kau tidak takut kalau tiba-tiba ada orang yang memergokimu masuk ke sini?"


"Aku akan pergi setelah aku bicara denganmu, Laras!"


"Jangan keras kepala! Keluar dari sini, Mas!"


"Apa kau sengaja ingin semua orang tahu, kalau kau ada di sini sekarang? Kau ingin semua orang curiga?"

__ADS_1


"Besok temui aku saat jam makan siang."


"Aku tidak mau menemuimu!"


"Temui aku besok, atau aku akan memakanmu malam ini!"


"Mas!"


"Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu, Laras. Temui aku besok di kantor!"


"Di kantor? Apa kau sudah gila?"


"Terserah! Pokoknya temui aku besok di kantor!"


Galang mendekati Laras, membuat perempuan itu melangkah mundur. Laras takut, kalau tiba-tiba Galang kembali kehilangan kendali seperti malam itu.


"Mas!"


"Sebentar saja, Laras. Hanya sebentar ...."


Galang memeluk perempuan itu dengan erat. Seandainya apa yang dikatakan oleh orang suruhannya itu benar, berarti selama ini Galang sudah salah paham terhadap Laras.


Seandainya benar perempuan ini tidak bersalah, alangkah bodohnya dia karena selama bertahun-tahun dia membiarkan perempuan yang menjadi penghuni hatinya ini menderita.


'Aku akan menyelidiki semuanya, sampai kebenaran itu terungkap. Setelah itu, aku janji aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi, Laras!'


'Aku akan menebus semua kesalahanku selama beberapa tahun ini.'


Galang semakin mempererat pelukannya, sementara Laras, perempuan itu terdiam merasakan hangatnya pelukan laki-laki yang pernah mengisi hidupnya.

__ADS_1


Namun pelukan hangat itu kini tak berarti lagi baginya. Rasa cinta dan rasa rindu yang dulu pernah dia rasakan seolah sirna. Kini, yang ada hanya rasa sakit yang menjalar sampai ke sudut hatinya.


Pria ini adalah pria yang sangat dicintainya, tetapi pria ini juga yang sudah menggoreskan luka begitu dalam di hatinya.


"Pergilah! Jangan sampai ada orang yang melihatmu di sini. Demi demi kebaikanmu!"


Galang melepaskan pelukannya saat mendengar ucapan Laras.


Pria itu menatap lekat wajah cantik Laras.


"Bisakah kau tidak terlalu dekat dengan dia?"


"Aku cemburu melihatmu begitu mesra dengan dia, bisakah kau tidak terlalu dekat dengannya? Bagaimanapun, kamu adalah istriku, aku masih berhak melarang mu, Laras!"


"Jangan bicara omong kosong! Sedari tadi kau menyebutku istri, memangnya selama ini kau menganggap aku ini istrimu?"


Galang terdiam. Kata-kata yang baru saja dia susun, tertelan kembali di tenggorokannya.


"Pergilah! Jangan sampai benar-benar ada orang yang memergokimu di sini!"


Pria itu berbalik, segera membuka pintu dengan pelan, kemudian melangkah mengendap-endap meniggalkan kamar Laras. Langkahnya terhenti saat tiba-tiba di sebelah kamar Laras terdengar suara pintu terbuka.


*


*


By: Nazwatalita


Jangan lupa ikuti terus ceritanya ya, dukung author dengan cara like, komen, hadiah dan votenya 🙏

__ADS_1


__ADS_2