DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 38 TENTANG KITA


__ADS_3

Laras dan Nalendra sudah sampai di rumah. Laras langsung pergi menuju kamarnya, begitupun Nalendra. Perempuan itu melihat jam di ponselnya. Sudah hampir jam dua belas malam.


Setelah makan malam tadi, Nalendra mengajaknya jalan-jalan sebentar. Baru mereka pulang ke rumah. Pria itu bercerita tentang banyak hal, termasuk kehidupannya saat di luar negeri.


Laras melangkah menuju kamar mandi. Perempuan itu membersihkan tubuhnya, menghilangkan penat. Beberapa menit kemudian, Laras keluar dari kamar mandi. Langkahnya terhenti saat dia melihat siapa yang saat ini berada di atas ranjangnya.


"Mas Galang ...." Laras segera menutupi tubuhnya yang hanya terbalut dengan handuk dengan kedua tangannya.


"Keluar, Mas, ngapain kamu ke kamarku?"


"Memangnya kenapa? Ada larangannya gitu, suami masuk ke kamar istrinya sendiri?"


"Jangan gila, kamu, Mas. Ini sudah malam!"


"Justru karena sudah malam, makanya aku ke sini. Kalau siang hari, mana bisa aku ke sini?"


Galang menatap Laras dengan penuh hasrat. Apalagi, saat ini Laras hanya memakai handuk yang melekat pada tubuhnya. Menyadari tatapan Galang, Laras segera mengambil baju dalam lemari, kemudian kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti baju.


"Segera keluar dari sini, Mas!" ucap Laras sebelum masuk ke kamar mandi. Namun, Galang hanya tersenyum menanggapi ucapan Laras. Galang kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang Laras.


Kedua matanya menatap langit-langit kamar. Ingatannya kembali pada saat ketemu Laras di restoran tadi. Perempuan itu begitu cantik, bahkan tidak kalah cantik dengan Nadine.


Laras, gadis desa yang dinikahinya hampir enam tahun yang lalu kini sudah berubah menjadi perempuan yang sangat cantik. Laras memang cantik, tetapi kali ini penampilannya sudah berubah, tidak seperti dulu lagi. Kini, perempuan itu bahkan sudah pandai berdandan.


Galang menghela napas panjang, Rasa bencinya pada perempuan itu perlahan terkikis, apalagi saat dia mendapatkan kabar dari orang suruhannya.


Pria itu memperlihatkan rumah Laras dan juga isi di dalamnya. Semuanya masih sama seperti dulu, saat dia meninggalkan rumah itu. Orang suruhannya itu bahkan sempat berbicara dengan ibu mertuanya, adiknya Laras dan juga ....

__ADS_1


Galang menepuk dadanya yang terasa sesak. Orang suruhannya itu mengirimkan video rekaman pembicaraannya bersama keluarga Laras di sana. Termasuk dengan gadis kecil berusia lima tahun yang wajahnya begitu mirip dengannya.


Gadis kecil yang selama ini dia sangkal keberadaannya. Benarkah gadis kecil itu adalah putrinya? Buah cintanya bersama Laras? Kalau benar anak itu adalah anaknya Laras, lalu foto yang dikirimkan paman Rusdi itu anak siapa? Apa benar anak itu adalah anak Andika? Pria yang dituduhkan paman dan ibunya sebagai pria selingkuhan Laras?


Jika benar Laras menerima uang milyaran yang dia berikan, perempuan itu pasti sekarang sudah hidup mewah. Punya rumah bagus dan bisa hidup lebih baik dari sebelumnya. Namun, ternyata perempuan itu selama ini tidak pernah menerima uang sepeser pun darinya. Lantas, siapa orang yang telah berani membohongiku dengan memberikan rekening palsu atas nama Laras?


"Apa mungkin itu perbuatan Paman Rusdi? Bukankah dulu dia yang memberikan nomer rekening itu padanya?" Galang mengepalkan tangannya.


Laras keluar dari kamar mandi dan ia mendapati suaminya kembali berbaring di atas ranjang.


"Mas, Kenapa kamu masih di sini? Ini sudah malam Mas, keluar!"


Galang terbangun dari tidurnya, netranya menatap perempuan cantik di depannya. Bayangan saat Nalendra mencium dan menggandeng tangan Laras tiba-tiba terlintas. Kedua tangannya mengepal menahan amarah.


"Mas, keluar! Aku mohon ...."


"Mas, kamu sudah gila, ya? Apa kamu memang sengaja biar semua orang tahu siapa kamu sebenarnya? Apa kamu ingin mereka tahu tentang Kita?" Laras mati-matian menahan kekesalannya.


"Aku bisa saja membongkar semuanya Mas, aku bisa saja mengatakan pada semua orang tentang rahasia kita. Apa memang itu yang Mas Galang inginkan? Membongkar rahasia pernikahan kita di depan semua orang? Di depan keluarga ini?"


Galang menatap sang istri dengan tajam.


"Coba saja kalau kau berani! Aku akan menghancurkan hidupmu seandainya kamu berani membongkar semuanya di depan keluarga ini."


"Kalau begitu jangan temui aku lagi!"


"Kamu tidak ingin bertemu denganku, tapi kamu sangat senang berduaan dengan pria lain. Laras, kamu harus ingat, kamu itu masih istriku! Istriku!" Galang memperingatkan Laras akan statusnya.

__ADS_1


"Kamu juga pasti belum lupa, kalau kamu akan menceraikan aku setelah pernikahanmu dengan Nona Nadine!"


Laras tak kalah tajam menatap pria itu.


"Tapi kenapa sampai sekarang kamu belum juga menceraikan aku? Bukankah kau sudah bahagia bersamanya? Lalu kenapa kau masih menahanku?"


"Aku mengurungkan niatku untuk menceraikan kamu!"


"Apa?!"


Laras menatap Galang tak percaya.


"Apa maksudmu, Mas? Kamu-"


"Laras, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, ini sangat penting. Aku ingin kita bicara tentang kita."


"Tentang kita?"


"Apa aku tidak salah dengar?"


.


.


By: Nazwatalita


Ikutin terus kelanjutannya yuk, teman-teman ....

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya ya 🙏


__ADS_2