
Nadine menatap tak percaya pada pria di depannya. Tawanya langsung lepas.
"Kamu gila!"
"Sudah aku bilang, aku gila selama bertahun-tahun karenamu."
Nadine berdecak sebal. Perempuan itu kemudian menyingkirkan tubuh Azka dan keluar dari ruangan sempit itu.
"Nadine!"
Azka mengejar perempuan cantik itu.
"Kita baru saja bertemu. Jadi tidak usah mengatakan omong kosong!"
"Nadine. Apa yang aku katakan itu benar. Aku-"
"Nona, baru saja Nyonya besar telepon, kalau Baby Aurell menangis terus." Eneng, sang asisten rumah tangga yang ikut dengannya, memberitahu.
"Apa?" Nadine merasa kaget. Wajahnya berubah panik saat mendengar ucapan Eneng.
"Kita pulang sekarang, Neng."
"Iya, Non, tapi-"
"Tapi apa?"
"Mang Udin baru saja pergi disuruh Nyonya pulang duluan."
"Kok bisa?"
"Setelah Mang Udin pergi, Nyonya telepon, kalau Nona Aurell rewel."
"Ya sudah, kita naik taksi saja."
Nadine bergegas, tetapi langkahnya dihadang oleh Azka.
"Ada apa?"
"Anakku dari tadi nangis di rumah. Aku harus segera pulang."
__ADS_1
"Apa?"
"A-anak?" Azka sangat terkejut mendengar ucapan Nadine.
"Ja-jadi ... kamu sudah menikah?"
"Ceritanya panjang."
"Ayo, Neng. Kita pulang!"
"Bentar, Nad. Biar aku antar!"
"Tapi-"
"Jangan menolak. Kamu sedang buru-buru, kan?"
Nadine mengangguk.
"Ayo!" Nadine mengikuti langkah lebar Azka. Azka yang melihat Nadine tertinggal di belakangnya, meraih tangan perempuan itu dan menggandengnya erat.
Nadine tak menolak. Perempuan itu menatap Azka yang melangkah terburu-buru menuju mobilnya.
Meskipun sangat penasaran, Azka hanya terdiam sambil fokus pada kemudi.
Setelah sekian lama menunggumu, ternyata Tuhan mempertemukan kita dalam keadaan yang berbeda.
Apakah ini akhir dari penantian aku selama ini?
****
Galang baru saja pulang dari restoran. Setelah mandi, pria itu menghempaskan tubuh lelahnya di atas ranjang.
Semenjak bangkrut dan berpisah dengan Nadine, Galang memulai lagi usahanya dari nol. Laki-laki itu kini membuka warung makan kecil-kecilan yang dia kelola bersama mantan asisten pribadinya.
Tidak seperti restoran mewah yang dulu pernah di milikinya.
Puluhan restoran mewah miliknya gulung tikar tanpa tersisa satupun. Bahkan sampai sekarang, Galang masih mencicil hutang yang disebabkan oleh Ningsih.
Kini, Galang tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana.
__ADS_1
Galang sengaja memilih rumah kecil itu agar dia bisa menghemat pengeluarannya.
Galang memejamkan matanya. Terlintas bayangan wajah Laras saat perempuan itu melangsungkan pernikahannya dengan Nalendra.
Dia sungguh tidak menyangka kalau perempuan yang dicintainya itu akhirnya menikah dengan Nalendra. Pria yang dulu pernah menjadi kakak iparnya.
Galang menghembuskan napas panjang. Menyesal, sudah tidak ada gunanya lagi. Semua kejadian yang dialaminya adalah masa lalu yang tidak akan terulang lagi.
Galang meraih ponselnya. Membuka video pernikahan Laras yang kini tersebar di dunia maya.
Nalendra adalah orang yang tepat untukmu, semoga kamu bahagia ....
Ingatannya bukan hanya tertuju pada Laras, tetapi juga pada Nadine, istri keduanya.
Saat pernikahan Laras digelar, seluruh keluarga Chandra juga disorot, termasuk Nadine yang terlihat cantik dengan senyuman mengembang di bibirnya.
Perempuan itu tersenyum dengan menggendong bayi. Bayi prempuan yang merupakan darah dagingnya.
Hati Galang berdenyut nyeri saat mengingat dirinya yang tak bisa melihat putrinya bahkan merawat bayi mungil itu sebagai seorang ayah.
Selain Nadine, di layar ponsel itu dia juga melihat keluarga Laras .
Galang juga melihat Ibu Marni yang tersenyum dengan penuh haru. Anisa yang tersenyum bahagia dan gadis kecil berusia sekitar enam tahun yang terlihat cantik dan wajahnya sangat mirip dengannya.
"Ruby ...." Air mata Galang menetes saat melihat gadis kecil itu.
"Maafkan Papa, Nak. Papa terlalu pengecut untuk menemui kamu," ucap Galang lirih sambil mengusap layar ponselnya yang sedang menayangkan pernikahan Laras seminggu yang lalu.
Pernikahan Laras dan Nalendra adalah pernikahan paling fenomenal. Hampir seluruh media menayangkan resepsi pernikahan mewah itu.
Andai aku tidak egois, aku pasti tidak akan kehilangan keduanya.
Galang terus memandangi layar ponselnya. Sesekali bibirnya mengulas senyum. Ikut bahagia menyaksikan kedua mantan istri dan kedua putrinya tersenyum bahagia.
Semoga kalian semua bahagia ....
By: Nazwatalita
Jangan lupa like, komen, hadiah dan Votenya ....
__ADS_1