DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 119 GUGATAN CERAI


__ADS_3

Rusdi meringkuk dalam sel sambil meremas rambutnya. Kepalanya tertunduk. Rasa marah dan dendam menjadi satu.


Kata-kata Santi yang baru saja menemuinya, masih terngiang jelas di telinganya.


"Dasar perempuan sialan! Bisa-bisanya kau minta cerai saat aku di penjara seperti ini!" teriak Rusdi pada istrinya saat perempuan itu tiba-tiba meminta cerai.


Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba saja perempuan itu datang membawa kabar buruk untuk dirinya.


Bagaimanapun, Santi adalah perempuan yang sangat dicintainya. Dari dulu, dia rela melakukan apa saja demi membahagiakan perempuan itu.


Bahkan dia sampai rela bekerja sama dengan Ningsih agar dia bisa memperbaiki kehidupannya dan memberikan kemewahan pada istrinya itu.


"Aku masih normal, Mas. Aku tidak mungkin menunggumu keluar dari sini selama bertahun-tahun!" Suara Santi juga tak kalah tinggi.


"Gara-gara dirimu, sekarang kita sudah kehilangan semuanya."


"Kau menyalahkan aku?"


"Tentu saja semua salahmu! Memangnya aku harus menyalahkan siapa lagi?"


"Kalau bukan karena kebodohanmu menculik anak Laras, nasib kita tidak mungkin seperti ini," lanjut Santi. Deru napasnya naik turun menahan emosi.


"Anak-anak kita sudah pergi. Sekarang, aku juga tidak punya penghasilan, bahkan untuk makan sehari-hari." Santi menatap geram pada Rusdi.


"Kenapa kau tidak meminta pada Mbak Ningsih?"


"Mbak Ningsih? Kau pikir, kakak tercintamu itu mau menolong kita?" Santi tertawa mendengar ucapan Rusdi.


"Apa kau tahu? Aku berulang kali meminta tolong padanya, tapi jangankan menolong kita, dia malah memaki kebodohanmu karena berurusan dengan bosnya Laras!"


"Kau pasti bohong! Mbak Ningsih tidak mungkin diam begitu saja karena bagaimanapun, apa yang aku lakukan adalah atas perintahnya!"


"Terserah padamu saja, mau percaya atau tidak, yang jelas, aku ingin bercerai denganmu secepatnya!"


"Santi!" Kedua tangan Rusdi mengepal, menahan amarah.


"Keputusanku sudah bulat, Mas. Aku tetap ingin bercerai denganmu!"


"Aku tidak akan pernah menceraikanmu, Santi, tidak akan pernah!"


"Kalu begitu biar aku yang akan menggugat cerai dirimu," ucap Santi tanpa rasa takut.

__ADS_1


"Kau ...!"


Seorang petugas mendatangi mereka.


"Waktu berkunjung selesai."


Santi bangkit dari duduknya.


"Santi."


"Aku tetap pada keputusanku, Mas. Aku ingin bercerai!"


Rusdi menatap perempuan yang sudah bertahun-tahun menjadi istrinya itu.


Perempuan itu melangkah keluar, sementara Rusdi ditemani petugas itu kembali ke sel tahanan.


Lamunan Rusdi buyar saat tiba-tiba teman satu selnya tiba-tiba terlibat baku hantam. Pria itu menepi ke pinggir sel, tidak ingin terlibat dengan urusan mereka.


Cukup sudah masalah yang sedang menimpanya sekarang. Dia tidak mau menambahnya lagi.


***


Nadine menatap kedua orang tuanya dengan tatapan tak percaya. Dia sungguh tidak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya pada Galang. Pria yang sampai saat ini masih sah menjadi istrinya.


Tuan Chandra menghembuskan napas panjang.


"Daddy tidak menghancurkan usaha Galang, Daddy hanya menolong para investor agar mereka tidak merugi."


"Apa bedanya, Dad? Itu sama saja Daddy mempengaruhi para investor untuk menarik kerja samanya dengan Galang." Nadine masih merasa tidak terima dengan keputusan sang ayah yang telah sengaja membuat Galang bangkrut.


Bagaimanapun bencinya Nadine terhadap pria itu, tetap saja dia tidak pernah menginginkan kejadian yang buruk terhadap Galang.


"Usaha Galang hancur karena ulah ibunya sendiri. Ibunya terlalu serakah. Perempuan itu, selama ini diam-diam menggelapkan uang restoran sampai miliaran rupiah."


"Apa?" Nadine terlihat kaget.


"Bukan hanya ibunya, orang-orang kepercayaannya pun ikut berkhianat dengan bekerja sama dengan ibunya Galang."


Nadine menutup mulutnya. Merasa tak percaya dengan ucapan Tuan chandra.


"Beberapa restoran tidak beroperasi, karena terlilit banyak hutang."

__ADS_1


"Galang sudah menjual seluruh aset miliknya untuk membayar hutang dan membayar gaji karyawan. Dia bahkan sudah menjual apartemen." Tuan Chandra menatap sang putri tercintanya yang terlihat sangat terkejut.


Pria paruh baya itu memeluk Nadine. Merasa prihatin dengan nasib putrinya.


"Semua ini kesalahan Daddy. Harusnya dari awal Daddy menyelidiki dulu siapa Galang, sebelum memutuskan untuk menikahkan kalian."


"Bukan salah Daddy. Semuanya salahku, karena aku terlalu mempercayai pria itu." Nadine mengusap perut buncitnya.


Usia kandungannya sudah menginjak delapan bulan. Galang, sang ayah dari si bayi, beberapa kali masih menampakkan diri di depan gerbang untuk menemuinya. Namun, seperti biasanya, perempuan itu tidak mau menemui pria itu.


Rasa sakit karena perbuatan pria itu tidak bisa menghilang begitu saja. Dua hari kemarin, dia sudah memutuskan mengatakan semuanya pada Galang, kalau dia tidak ingin lagi bertemu dengan pria itu.


Nadine memilih menjauh dan tidak ingin bertemu dengan pria itu. Cukup sudah selama beberapa bulan ini dia tenggelam dalam rasa sakit yang disebabkan oleh pria itu.


Kini, dia harus bangkit. Demi dirinya dan demi anak yang ada dalam kandungannya.


"Aku akan menggugat cerai Galang, setelah anak ini lahir."


.


By: Nazwatalita


Segala sesuatu pasti akan ada hukum sebab akibat. Setiap orang yang berbuat baik pasti akan dibalas dengan kebaikan pula. Begitupun sebaliknya, setiap kejahatan yang kalian tanam, suatu saat pun akan kalian tunai.


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya, teman-teman.


Bantu Author juga ya, semoga karya ini bisa diminati banyak orang.


Terima kasih 🥰


Baca juga karya temen Author yang satu ini yuk! Dijamin keren. Tapi kalian mesti siapin tisu yang banyak, karena karya ini mengandung banyak bawang.


MALENA


Blurb


"Pergi! Jangan sentuh aku! Pergi!


Malena, gadis yang mengalami trauma psikis akibat diperkosa saat usianya beru 10 tahun. Dia bagaikan mayat hidup selama hampir 3 tahun setelah kejadian itu. Hanya kata-kata itulah yang keluar dari mulutnya jika dia melihat orang asing terutama laki-laki.


Orang tua Malena berjuang sekuat tenaga untuk kesembuhan putrinya, hingga memutuskan pindah dari Napoli ke Firenze.

__ADS_1


Akankah Malena sembuh total dari traumanya? Akankah Malena bertemu dengan laki-laki yang mampu menghilangkan traumanya?



__ADS_2