
Nalendra masih menatap penuh amarah pada Galang. Sementara Galang langsung terdiam.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu dan Laras adalah sepasang suami istri. Bahkan kalian memainkan sandiwara kalian dengan baik. Akting kalian sangat bagus, dengan pura-pura tidak saling mengenal!"
"Brengsek!"
Sekali lagi Nalendra memukul wajah Galang. Pria itu meringis sambil mengusap bibirnya yang berdarah.
Sementara Nalendra masih terbakar amarah. Pria itu kemudian kembali memukul Galang. Namun, kali ini Galang tidak tinggal diam. Kedua pria itu kemudian saling memukul satu sama lain.
Nalendra kembali melayangkan tinjunya. Pria itu terengah-engah menahan emosinya.
"Lepaskan Laras juga Nadine. Orang sepertimu tidak pantas untuk mereka berdua!"
Galang menatap kakak iparnya itu dengan napas terengah. Pria itu sangat terkejut mendengar perkataan Nalendra.
'Melepaskan mereka berdua? Yang benar saja?'
Galang menggelengkan kepalanya.
"Aku mencintai Nadine, aku tidak akan melepaskannya!"
Jawaban Galang membuat Nalendra semakin garang. Pria itu masih mencengkeram baju Galang.
"Kau mencintai adikku tapi tidak mau melepaskan Laras. Apa kau sedang berharap bisa memiliki keduanya?" Nalendra mencibir ke arah adik iparnya itu.
"Aku sungguh terkejut saat mengetahui laki-laki yang Laras bilang sedang berjuang di luar negeri untuk mencukupi dia dan keluarganya itu adalah kamu! Perempuan itu selain pintar bersandiwara, tetapi juga sangat pandai berbohong!"
Galang menatap kedua netra penuh amarah milik Nalendra.
__ADS_1
'Jadi, Laras mengatakan pada Nalendra kalau aku sedang di luar negeri dan mencari nafkah untuknya?'
"Lepaskan mereka berdua, karena laki-laki tidak bertanggung jawab seperti kamu tidak pantas untuk mereka!" Nalendra kembali mengulangi perkataannya.
"Aku tidak akan melepaskan Nadine, karena aku mencintainya!"
Ya! Galang memang tidak akan melepaskan Nadine. Perempuan itu adalah perempuan yang juga dia cintai. Apalagi, Nadine adalah pewaris CNI grup, meskipun tidak sepenuhnya. Namun, dibalik itu semua, Galang memang benar-benar jatuh cinta pada perempuan itu.
Nadine adalah perempuan baik. Dialah yang selama ini menemaninya saat dirinya dalam keadaan terpuruk, karena merasa patah hati setelah mengetahui kabar Laras yang telah mengkhianatinya.
Bodohnya dia begitu percaya dengan keluarganya yang telah menjelekkan Laras tanpa menyelidikinya terlebih dahulu.
Seandainya saat itu dia tidak mempercayai begitu saja semua ucapan mama dan juga keluarganya yang lain, mungkin saat ini dia pasti bahagia bersama Laras.
Dia mungkin tidak akan pernah bertemu dengan Nadine, kalaupun bertemu, Galang pasti tidak akan membiarkan Nadine jatuh cinta padanya, karena bagaimanapun, saat itu dia memiliki Laras sebagai istrinya.
Mengingat semua keluarganya, emosi Galang seketika naik. Semalam dia baru saja mendapatkan informasi tentang keluarganya yang selama ini sudah membohonginya.
Galang juga baru mengetahui tentang nomor rekening palsu yang ternyata dibuat oleh sang ibu dan pamannya sendiri. Selama ini, merekalah yang telah menikmati uang yang seharusnya menjadi milik Laras.
Galang benar-benar tidak menyangka, kalau keluarganya sendiri yang telah tega memisahkan dirinya dengan Laras.
"Kalau kau memang tidak mau melepaskan Nadine, lepaskan Laras. Dia sudah cukup menderita karena perbuatanmu!"
Galang menatap Nalendra yang masih menatap dirinya penuh amarah. Dalam hati ia mencibir.
'Melepaskan Laras?'
Galang menggeleng pelan.
__ADS_1
"Aku juga tidak akan melepaskan Laras!"
"Heh! Apa maksudmu? Kau tidak mau melepaskan Nadine dan kau juga tidak mau melepaskan Laras? Maksudnya kau ingin menjadikan mereka berdua sebagai istrimu? Apa kau gila?"
"Apa kau tidak memikirkan perasaan adikku juga Laras?"
"Dasar brengsek kau, Galang!"
"Kau pikir kau sudah merasa hebat sampai kau ingin menjadikan mereka berdua sebagai istrimu? Sebaiknya kau jangan bermimpi, Galang!"
"Aku dan keluargaku, tidak akan pernah membiarkan kamu memiliki Nadine selama kau masih bersama Laras!"
"Kau sangat tahu siapa mertuamu, bukan? Mereka tidak akan segan-segan membunuhmu jika sampai mereka tahu kau telah menghianati putri tercintanya!"
Galang tampak terkejut mendengar ucapan Nalendra. Bagaimana dia bisa lupa siapa mertuanya?
"Tinggalkan Laras, lepaskan perempuan itu!"
Galang masih menggelengkan kepalanya.
Bagaimana mungkin dia melepaskan Laras? Sementara saat ini dia sedang berusaha agar Laras mau menerima dirinya kembali?
.
By: Nazwatalita
Kira-kira Galang ini enaknya diapain ya?😡😡
Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya teman-teman 🙏
__ADS_1