DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 116 PENGAKUAN NALENDRA


__ADS_3

"Daddy!" Teriakan Ruby membuat keduanya tersenyum.


"Apa kabar Putri Daddy yang cantik?" sontak Nalendra membungkukkan badan, menangkap tubuh bocah kecil itu dan menggendongnya.


"Tumben Daddy dan Mama pulang cepat? Biasanya malam baru sampai?"


Keduanya berpandangan melempar senyum penuh arti.


"Itu karena pekerjaan Daddy dan Mama udah selesai. Ruby senang, kan kalau Mama pulang lebih cepat?" ujar Nalendra.


"Iya, Sayang. Sebenarnya bukan selesai, tapi pekerjaan Mama dan Daddy bisa dikerjakan di rumah. Gitu ya, Dad?" Laras mengerling penuh arti kepada lelaki itu, salah mengingatkan kepadanya pada pekerjaan mereka yang sebenarnya masih menumpuk akibat kabur dari kantor hari ini.


"Oh, gitu ya?" kejar Ruby sembari memainkan kerah kemeja lelaki dewasa yang tengah menggendongnya.


"Ayo masuk dulu, Ale," ajak Laras.


Mereka masuk berbarengan ke ruang tamu. Terlihat sesosok perempuan tua yang tengah duduk di sofa.


"Selamat sore, Bu," sapa Nalendra sopan.


"Selamat sore, Nak. Duduklah!" Perempuan itu tersenyum. Nalendra menurunkan Ruby dari gendongannya.


"Yuk, sekarang Ruby bantu Mama membuatkan minuman buat Daddy ya," ajak Laras.


"Asyik!" Gadis kecil itu tertawa senang. Dia menyeret ibunya melangkah menuju dapur.

__ADS_1


***


Suasana di ruang tamu tampak canggung. Berkali-kali Nalendra menelan ludahnya, menatap Bu Marni yang terlihat santai duduk di sofa.


"Ada apa, Nak?" tegur perempuan tua itu. Dia mengerutkan kening, menangkap kegelisahan dari gestur tubuh laki-laki muda di hadapannya.


"Bu, aku menyukai putri ibu dan ingin menikahinya," ujar Nalendra.


"Itu soal pribadi, Nak. Ibu ini hanya orang tua dan yang bisa menjawab itu hanya Laras. Apalagi Laras kan janda."


"Iya, Bu. Aku hanya ingin ibu merestui."


"Ibu selalu merestui setiap laki-laki baik yang menyayangi Putri Ibu. Tetapi kamu harus tahu, Laras itu janda dan sudah punya anak pula. Memangnya kamu mau menikah dengan janda? Kamu kan belum pernah menikah?" ujar Bu Marni.


"Tidak ada masalah buatku, Bu, mau janda atau masih perawan, lagi pula aku sendiri sudah tidak perjaka lagi," ujar Nalendra dengan wajah menunduk.


"Maaf, Bu, aku pernah tinggal lama di luar negeri. Ibu tahu, pergaulan di luar negeri sana sangat bebas. Hanya yang kuat iman yang bisa tahan dan imanku tidak sekuat itu."


Nalendra sengaja berterus terang tentang dirinya yang sebenarnya. Dia tidak mau calon mertuanya itu mengetahuinya di kemudian hari dari orang lain.


"Apakah Laras tahu dengan masa lalumu?" tanya bu Marni. Perempuan itu menatap lurus Nalendra.


"Tahu, Bu, tetapi dia belum memberikan jawaban yang pasti, mau atau tidak menikah denganku," jawabnya.


"Ibu tidak bisa membantu banyak, karena yang menjalani itu Laras. Ibu bisa menerima kamu apa adanya, tetapi tidak tahulah kalau Laras. Yang penting kedepannya, kalaupun kalian menikah, maka setialah hanya kepada istrimu!"

__ADS_1


"Itu pasti, Bu. Sejak aku mengenal Laras, aku tidak pernah lagi melakukan hal itu," ujarnya.


"Ibu pegang janjimu, Nak. Janji seorang laki-laki."


Perempuan tua itu mendesah. Sebenarnya dia memang agak kaget dengan penuturan lelaki muda di hadapannya itu. Akan tetapi, dia salut akan kejujurannya. Tidak gampang mengakui bahwa dia sudah bukan lagi perjaka, apalagi di hadapan calon mertua.


"Sebenarnya lelaki ini anak baik. Mungkin sewaktu di luar negeri dia terbawa dengan teman-temannya," gumam perempuan tua itu dalam hati.


"Kalau memang kamu berniat serius, berjuanglah, Nak. Ibu hanya bisa membantu membujuk Laras, tetapi tidak bisa memaksanya untuk menerimamu. Dia sudah pernah merasakan pahit getirnya sebuah pernikahan, jadi ibu membiarkannya memilih jodohnya sendiri."


"Aku mengerti, Bu."


Perempuan itu tersenyum. Dia mengalihkan pandangannya pada putrinya yang tengah mendekat sembari membawa sebuah nampan.


.


By: Jannah Zein


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya, teman-teman 🙏


Sambil nunggu up, kalian mampir dulu ke karya temen aku yang super keren ini yuk!


Author : Novi putri ang


Judul: Kembaranku Maduku

__ADS_1


Melati Atmaja dan Mawar Atmaja adalah saudara kembar yang terpisah sejak mereka kecil. Mereka dipertemukan kembali setelah dewasa. Diam-diam Mawar mencintai Rafael suami dari kakak kembarnya sendiri. Melati yang di anggap mandul dan tidak bisa memberi keturunan selalu dihina oleh ibu mertuanya. Hingga Mawar merebut suami kakaknya dan didukung oleh ibu mertuanya, karena saat itu Mawar sedang mengandung anak Rafael, setelah mereka melakukan hubungan terlarang itu. Bagaimana kisah hidup Melati selanjutnya, setelah saudara kembarnya menjadi penghancur rumah tangga dalam hidupnya?


Penasaran kan? Yuk merapat ...!


__ADS_2