DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 34 APA KAU MERINDUKAN SUAMIMU?


__ADS_3

Laras menekan perasaannya saat melihat sepasang suami istri itu terlihat begitu mesra. Meskipun dia sudah mencoba untuk melupakan Galang, tetapi, tetap saja masih ada rasa nyeri terselip di sudut hatinya.


Walau bagaimanapun, Galang adalah orang yang pernah berarti di dalam hidupnya. Pria itu adalah pria yang menjadi penghuni hatinya selama bertahun-tahun. Bohong! Kalau Laras tidak merasa sakit hati.


"Ada apa, Laras?" Nalendra memperhatikan wajah Laras yang tiba-tiba berubah, sesaat setelah Galang dan Nadine pergi.


Laras tergagap mendengar pertanyaan Nalendra.


"Tidak ada apa-apa, Tuan."


Laras memaksakan senyumnya.


"Kenapa? Kau iri melihat mereka berdua?"


"Maksud, Tu-Tuan?"


"Melihat Nadine dan suaminya."


"Aku saja sangat iri. Mereka sangat mesra, mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi."


Nalendra menatap Laras dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Tuan benar, mereka pasangan yang sangat serasi." Laras ikut tersenyum.


'Tapi sayang, kebahagiaan mereka diatas penderitaan orang lain. Aku dan Ruby, juga ibuku. Sampai sekarang aku bahkan belum berani bercerita pada ibu tentang Mas Galang.'


Laras menatap bos tampannya itu. Kemudian kembali menyelesaikan pekerjaannya. Begitupun Nalendra yang langsung kembali serius dengan pekerjaannya.


Malam ini, mereka mengerjakan pekerjaan mereka di ruang tamu, atas permintaan Nalendra.


"Laras, apa kau tak merindukan suamimu? Kamu bilang, sudah lama suamimu itu sudah lama tidak pulang kan?"


Laras menatap Nalendra, "Kenapa tiba-tiba Tuan Muda menanyakan itu?"


"Hanya bertanya. Bukankah kamu bilang, suami kamu itu sudah bertahun-tahun tidak pulang? Makanya aku bertanya, apa kau merindukannya atau tidak."


"Aku sangat penasaran. Bukankah, orang saling mencintai itu seharusnya tidak berpisah?"


"Keadaanlah yang membuat kita berpisah, Tuan. Suamiku pergi karena ingin berjuang untuk memperbaiki kehidupan kami."


Nalendra mengangguk mengerti.


Namun dalam hati, dia berharap Laras akan menjawab lain.


'Seandainya Tuan tahu, kalau Galang itu juga suamiku.'


Laras menatap Nalendra yang saat ini sedang menatapnya.


'Entah sampai kapan aku akan menyembunyikan semua rahasia ini. Aku tidak bisa membayangkan seandainya kalian tahu, kalau Galang adalah suamiku.'

__ADS_1


"Setelah pekerjaan kita selesai, aku akan mengajakmu makan malam di luar."


"Hah?"


Nalendra tersenyum saat melihat keterkejutan Laras.


"Hanya makan malam, Laras, kamu tidak keberatan bukan?"


"Kita bisa sekalian jalan-jalan kalau kamu mau. Kamu belum pernah jalan-jalan kan selama bekerja di sini?"


Laras menggeleng pelan.


'Bagaimana mau jalan-jalan, kalau hampir setiap hari kau memberiku banyak sekali pekerjaan? Bahkan meski di hari libur sekalipun!'


Laras mencibir dalam hati. Perempuan itu menatap Nalendra yang saat ini sedang menatapnya.


"Tidak usah mengumpat, aku sangat tahu apa yang sedang kau pikirkan sekarang!"


Nalendra menempelkan ujung jari telunjuknya di kening Laras.


"Memangnya apa yang sedang aku pikirkan? Sok tahu!"


"Aku tahu, kau pasti sedang berpikiran jelek tentang aku."


"Tidak, Tuan!"


"Ish, siapa yang bohong?" Laras tersenyum lebar, padahal dalam hati dia membenarkan.


Sejenak Nalendra terpesona melihat Laras. Perempuan di depannya ini benar-benar cantik. Apalagi, saat sedang tersenyum.


'Rasanya, aku ingin sekali menarik bibir seksi itu ke dalam mulutku.'


'Sial!'


'Ingat, Ale, dia itu istri orang!'


"Tuan, kenapa Tuan tidak segera menyelesaikan pekerjaan Tuan? Katanya mau mengajakku makan malam?"


Nalendra terbangun dari lamunannya.


"Apa kamu sudah selesai?"


"Sudah!"


Laras menyerahkan beberapa berkas pada Nalendra. Pria tersenyum, saat dia memeriksanya satu persatu.


"Bagus! Semakin lama, kamu semakin banyak kemajuan."


"Terima kasih, Tuan."

__ADS_1


"Bersiaplah! Kita makan malam di luar."


"Memangnya pekerjaan Tuan sudah selesai?"


"Sudah! Pekerjaanku sudah selesai dari tadi."


"Hah?"


Nalendra tersenyum melihat Laras.


"Sudah! Buruan sana!" Nalendra mengusir Laras dari hadapannya."


Laras bangkit dari duduknya. Sedikit kesal karena si bos tampannya itu ternyata mengerjainya.


Laras mengambil tas kerja Nalendra, juga laptop yang sudah tertutup di hadapan Nalendra.


"Jangan lupa dandan yang cantik, jangan malu-maluin aku!"


"Kalau begitu nggak usah jadi pergi saja, daripada nanti aku bikin malu Tuan Muda!" kesal Laras.


"Kalau nggak jadi, aku akan memotong gajimu bulan ini!"


"Tuan! Mana bisa begitu?"


"Bisalah! Kamu lupa, kalau aku ini Bosmu?"


"Iya. Sangat tahu! Bos menyebalkan!" Laras mengerucutkan bibirnya. Kemudian segera berlalu dari hadapan Tuan Mudanya dengan kesal. Perempuan itu pergi ke ruang kerja Nalendra dengan mulut menggerutu.


Sementara Nalendra tertawa.


'Perempuan itu benar-benar menggemaskan!'


Nalendra beranjak menujunya kamarnya.


Sementara tanpa mereka sadari, Neng, sang asisten rumah tangga, memperhatikan interaksi mereka berdua sambil mengepalkan kedua tangannya.


'Sialan, kau, Laras!"


.


.


By: Nazwatalita


Ikutin terus kelanjutannya ya, jangan lupa dukung author dengan cara like, komen, dan votenya ya 🙏


Sambil nunggu up mampir di sini dulu yuk!


__ADS_1


__ADS_2