DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 140 PERNIKAHAN


__ADS_3

Gara-gara keinginan Nalendra yang terus merengek, akhirnya mau tidak mau pernikahan Laras dan Nalendra pun dipercepat.


Semua orang yang terlibat dalam persiapan pernikahan itu bekerja keras agar acara pernikahan putra pewaris CNI grup itu berjalan lancar meskipun persiapannya hanya dalam waktu yang sangat singkat.


Dua minggu mempersiapkan pernikahan yang mewah bukanlah hal yang mudah. Namun, mereka mencoba profesional dengan pekerjaan mereka.


Nalendra tersenyum saat dia melihat Laras berdiri di depannya dengan gaun pengantin yang melekat pada tubuhnya.


Laras terlihat sangat cantik memakai gaun itu.


Mereka berdua saat ini sedang berada di butik. Besok adalah hari pernikahan mereka.


"Gara-gara kamu, semua orang jadi repot." Wajah Laras terlihat cemberut.


"Biar saja. Sekali-kali bikin orang susah." Nalendra tertawa melihat Laras yang terlihat kesal.


Kini, gantian Nalendra yang mencoba tuxedo untuk pernikahannya besok.


Laras memang benar, semua orang kalang kabut gara-gara pernikahan mereka dipercepat.


Termasuk gaun pengantin yang dipakai Laras yang akhirnya dipercepat juga pembuatannya.


Untung saja hasilnya tetap sempurna.


"Bagaimana? Apa aku terlihat tampan?" Nalendra mengedipkan matanya.


"Iya, kau memang selalu tampan."


"Terima kasih, Sayang ...."


****


Aula hotel bintang lima itu disulap menjadi dekorasi pengantin yang sangat mewah dan elegan.


Setelah proses ijab kabul selesai, Laras dan Nalendra duduk di pelaminan menjadi raja dan ratu.


Tamu undangan satu persatu mulai naik ke pelaminan memberikan selamat pada kedua pasangan pengantin itu.


Nalendra terlihat begitu gagah dan tampan. Begitupun Laras yang terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang dipakainya.


Pernikahan Laras dan Nalendra disiarkan langsung di media. Hampir seluruh stasiun televisi menayangkan acara pernikahan mereka.


Mereka berdua terlihat sangat bahagia. Nalendra dan Laras tak berhenti tersenyum, apalagi saat para tamu undangan secara bergantian mengucapkan selamat pada kedua pasangan itu.


Selain mengundang para kolega bisnis mereka, Nalendra juga mengundang seluruh karyawan di perusahaannya tanpa terkecuali.


Laras dan Nalendra ingin berbagi kebahagiaan bersama mereka semua.


Bi Minah menangis haru saat dia berada di depan Laras mengucapkan selamat atas pernikahan Laras dan tuan mudanya.


Laras memeluk Bi Minah.


"Terima kasih ya, Bi."


"Selamat ya, Non. Bibi tidak menyangka kalau-"


"Panggil Laras saja, Bi."

__ADS_1


"Mana bisa begitu, sekarang Non Laras adalah Nona muda saya," jawab Bi Minah.


"Baiklah, terserah Bibi saja." Mereka kembali berpelukan.


Di belakang Bi Minah, beberapa asisten rumah tangga keluarga Chandra juga ikut memberikan selamat. Termasuk Eneng, asisten rumah tangga paling julid di rumah besar itu.


Laras memang sengaja mengundang semua orang tanpa melihat kasta. Di perusahaan Nalendra, semua pegawai dari kalangan atas sampai bawah pun diwajibkan hadir dalam pernikahan mereka.


Nalendra dan Laras ingin berbagi kebahagiaan bersama mereka semua tanpa terkecuali.


"Sayang ... kamu cantik banget hari ini," bisik Nalendra.


"Memang biasanya aku nggak cantik?"


"Biasanya juga cantik. Tapi hari ini lebih cantik dari biasanya."


Nalendra menatap Laras yang kini tersenyum padanya.


"Lihat kamu cantik begini, aku jadi nggak sabar ingin makan kamu."


Laras berdecak sebal mendengar ucapan Nalendra. Entah kenapa, yang ada di otak pria ini hanya itu saja yang dipikirkan.


Sementara Nalendra tertawa kecil melihat wajah cemberut Laras.


"Aku sangat bahagia karena akhirnya aku bisa memilikimu secara sah. Aku mencintaimu, istriku."


Nalendra menggenggam erat tangan Laras.


Nalendra benar-benar tidak menyangka kalau kehidupannya akan berubah drastis setelah kepulangannya ke tanah air.


Saat masih di luar negeri, Nalendra tidak pernah berpikir kalau dia akan menikah secepatnya ini.


Pria itu pernah berpikir, kenapa kita harus menikah kalau tanpa menikah pun kita bisa memuaskan hasrat kita terhadap perempuan?


Sungguh pemikiran yang sangat salah. Namun, dia tidak pernah menyadarinya.


Setelah pulang ke Indonesia dan bertemu Laras, dia baru tahu rasanya benar-benar mencintai dan akhirnya mengetahui alasan kenapa orang-orang memutuskan untuk menikah.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena kamu cuma sudah menerimaku apa adanya. Maafkan aku seandainya aku bukanlah yang pertama bagimu."


"Apa kamu lupa, kalau aku juga bukan yang pertama untukmu? Aku bahkan sudah punya Ruby."


Resepsi pernikahan itu semakin lama semakin meriah. Beberapa artis tanah air ikut hadir memeriahkan acara pernikahan Laras dan Nalendra.


Tamu undangan datang silih berganti. Acara demi acara berlangsung dengan meriah.


Nalendra dan Laras tak berhenti tersenyum. Seluruh keluarga Laras sangat bahagia, terutama Ibu Marni yang sedari tersenyum sambil sesekali menitikkan air mata haru.


Perempuan paruh baya itu berdoa, semoga setelah pernikahan ini, Laras bahagia.


Tidak ada air mata dan kesedihan seperti dulu.


'Semoga kamu bahagia, Nak.'


Tak jauh berbeda dengan Ibu Marni, Annisa pun tak kalah terharu melihat sang kakak yang selama ini berjuang untuk dirinya dan keluarga, kini tersenyum bahagia bersama orang yang dicintainya.


"Tante, mama cantik sekali. Ruby ingin juga jadi pengantin kaya mama." Gadis kecil itu tak berhenti menatap Nalendra dan Laras yang duduk di pelaminan dengan senyum terpancar di wajah mereka.

__ADS_1


Sementara itu, di tempat lain.


Semua orang yang tinggal di kampung Laras gempar, saat melihat pernikahan Laras yang ditayangkan langsung serempak hampir di semua stasiun televisi nasional.


Mereka ikut terharu dan bahagia saat melihat wajah Laras, Ibu Marni, Annisa,juga Ruby yang terlihat jelas di layar televisi mereka.


Mira tersenyum saat melihat wajah Laras terlihat begitu cantik di layar televisi yang sedang mereka tonton saat ini.


Sementara Ningsih terus mengomel, merasa tidak terima dengan nasib baik Laras dan keluarganya.


"Harusnya Mama yang ada di sana. Bukan Marni!" serunya kesal.


"Kalau Laras tidak mengacaukan pernikahan Galang, saat ini yang ada di pelaminan itu pasti Galang dan Nadine."


Ningsih terus mengomel sambil menatap layar televisi bututnya.


"Sudah saatnya Laras dan keluarganya bahagia, Ma. Laras pantas bahagia setelah semua penderitaan yang dia alami akibat perbuatan Mama dan paman Rusdi."


Ningsih hanya melirik Mira dengan ekor matanya. Wajahnya terlihat kesal.


***


Galang menatap tak berkedip televisi layar datar di depannya.


Wajahnya tersenyum tipis.


'Seandainya aku bisa mengulang waktu, aku pasti akan menebus semua kesalahan yang pernah aku perbuat padamu, Laras.'


'Semoga kamu bahagia, Laras. Terima kasih karena sudah mau menjaga putri kita hingga dia tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cantik seperti dirimu.'


Galang menatap lekat wajah cantik Laras pada layar datar itu. Bukan hanya wajah Laras, tetapi juga wajah Ruby yang saat ini sedang tersenyum di pangkuan Annisa.


"Semua sudah terjadi. Tidak ada gunanya lagi kamu terus menyesalinya."


Sang mantan asisten pribadi Galang yang kini tinggal bersama


Galang memulai usahanya yang baru, menepuk bahu mantan bosnya itu.


"Kamu harus semangat! Masa lalu memang tidak bisa diulang. Namun, kamu punya waktu di masa depan untuk memperbaiki semua kesalahan yang pernah kamu lakukan."


.


Maaf sayang-sayangku, baru sempat update. Awal puasa begini sibuk banget di dunia nyata.


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya 🙏


Jangan lupa juga, baca karya Author keren yang satu ini. Dijamin bikin baper.


Judul: Mengejar Cinta Guru Tampan


Author: Ponn Ponn


Nayra baru saja putus dengan sang pacar justru dipertemukan dengan seorang pria tampan yang menjadi guru baru di



sekolahnya.

__ADS_1


Nayra lama-kelamaan mulai jatuh Cinta dengan sang guru, walau umur mereka bedah jauh, tapi Nayra tidak peduli dengan itu, dia tetap akan terus mengejar Cintanya dengan sang guru tampan tersebut.


Akankah Cinta Nayra diterima? Atau justru Cintanya tersebut akan bertepuk sebelah tangan.


__ADS_2