
"Si-si-siapa ini?
Tangannya gemetar memegang ponsel istrinya.
Bagaimana mungkin?
Foto-foto yang dikirim oleh pamannya sangat jauh berbeda dengan foto Ruby yang ada di ponsel Laras. Anak itu benar-benar mirip dengannya sementara foto yang di kirimkan oleh pamannya kemarin mirip dengan lelaki yang selama ini dikabarkan oleh ibunya sebagai selingkuhan Laras.
Lelaki itu terdiam, tetapi beberapa detik kemudian dia mengambil ponsel dari saku celananya.
"Ini adalah foto yang kemarin dikirimkan oleh pamanku," ucap Galang. Dia menyodorkan ponselnya.
Beruntung kemarin malam dia hanya menghapus foto tersebut dari galerinya saja, tetapi file tersebut tetap ada di tong sampah sehingga dia bisa memulihkannya.
Laras memperhatikan foto itu baik-baik. Dia teringat dengan seorang anak kecil yang selama ini menjadi di teman main putrinya. Ya, itu adalah Dea!
"Iya, aku ingat sekarang!" pekik Laras tertahan. Anak ini adalah Dea. Dia teman main Ruby dan Ayah Dea itu adalah Andika," jelasnya.
"Andika itu adalah selingkuhanmu, kan?" sinis Galang. Dia menarik ponselnya.
"Selingkuhan?" bantah Laras. "Sejak kapan aku punya selingkuhan, Mas? Kenapa kamu tidak mau mempercayaiku?"
"Andika itu sudah menikah dan istrinya adalah Widi, teman kita juga. Kamu ingat nggak, teman SMA aku yang namanya Widi? Dea itu anak mereka. Ya, jelas saja kalau dia itu mirip Andika, karena anak itu memang anaknya Andika."
"Lagipula, tidak mungkin aku berhubungan dengan Andika, tidak mungkin, Mas. Aku tidak akan pernah sudi melakukan perbuatan terkutuk itu!" Laras masih berteriak sambil menatap Galang.
__ADS_1
Perempuan itu kemudian merebut kunci pantry dari tangan Galang, kemudian bergegas membuka pintu. Dia keluar dari tempat itu dengan berlari kecil.
Tujuannya sekarang adalah sebuah toilet. Tidak mungkin kembali ke ruang kerja Nalendra dengan penampilan seperti ini. Wajahnya terlihat berantakan akibat menangis.
Laras menerobos masuk ke dalam toilet, kemudian mengunci pintunya rapat-rapat. Sejenak dia bersandar di dinding yang dingin, mencoba menata perasaannya.
Perempuan itu mulai menghela napasnya, kemudian menghembuskannya pelan-pelan. Begitu hingga berulang kali sampai perasaannya lebih tenang. Kemudian dia mulai membasuh wajahnya.
Laras keluar dari toilet yang keadaan yang lebih baik.
'Ingat, Laras! Tujuan kamu ke sini adalah bekerja, demi masa depan putrimu. Jangan jadikan kejadian di pantry tadi menggoyahkan hatimu. Kamu tidak boleh menuruti keinginan suamimu untuk resign!'
Laras semakin mempercepat langkahnya menuju ruang kerja yang tinggal beberapa puluh langkah lagi.
"Maaf, Tuan, saya baru saja dari toilet. Tiba-tiba perut saya sakit. Maaf, saya agak lama." Laras beralasan.
"Ohh ...." Nalendra mengangkat wajahnya sekilas. "Ya sudah, silahkan melanjutkan pekerjaanmu."
*****
Galang memasuki ruang kerjanya dengan hati yang dongkol. Dia benar-benar tak habis pikir. Sejak Laras menjadi asisten pribadi dan akrab dengan Nalendra, tiba-tiba saja perempuan itu berubah. Tidak seperti Laras yang ditemuinya pertama kali di rumah Nadine. Dia terlihat lemah dan takut terhadapnya.
Secepat inikah Nalendra mencuci otaknya, sehingga wanita itu berubah menjadi istri pembangkang?
Lihatlah, barusan Laras meninggalkannya sendirian di pantry, tak peduli apakah dia sudah menyelesaikan bicaranya atau tidak.
__ADS_1
"Laras ...!" Laki-laki itu menggeram. Dia mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
Untung saja asistennya bekerja di ruangan yang berbeda, sehingga dia sendirian di ruangan ini. Tak ada yang tahu perubahan yang terjadi pada wajahnya. Rahang yang mengeras dan wajah yang merah padam.
'Tapi tunggu! Bukankah perbedaan foto Ruby yang dimiliki oleh paman dan Laras itu merupakan sesuatu yang aneh?' Galang memijat dahinya.
'Aku harus cari tahu!'
Galang mengeluarkan ponsel, kemudian segera men-dial nomor sang paman.
"Paman, aku ingin menanyakan sesuatu," ujar Galang setelah panggilannya tersambung.
"Ada apa Galang?"
.
By: Jannah Zein
Selamat Tahun Baru buat kalian semua. Semoga di tahun ini, semua mimpi yang tertunda kalian di tahun kemarin tercapai ya ....
Jangan lupa ikutin terus ceritanya ya, dukung Authornya dengan cara like, komen, dan Votenya ya 🙏🙏🙏
Sambil menunggu up, kalian boleh intip karya temen aku yang nggak kalah keren ....
__ADS_1