
Laras keluar dari kamarnya. perempuan itu terlihat sangat cantik. Dia memakai dress panjang yang sangat pas di tubuhnya. Meski gaun itu tertutup, tetapi tetap tidak bisa menyembunyikan keindahan tubuh perempuan itu.
Rambut panjangnya sengaja dia biarkan tergerai. Laras memiliki rambut hitam bergelombang, membuat kecantikan perempuan itu semakin bertambah. Jangan lupakan riasan wajah yang semakin mempercantik wajah cantiknya.
Benar-benar sempurna!
Laras tampil berbeda malam ini, karena dia tidak ingin Tuan mudanya itu kembali mengejeknya.
Laras ingin menunjukkan pada Nalendra kalau dia juga bisa tampil cantik, dan tidak akan mempermalukan pria menyebalkan itu.
Bi Minah menggelengkan kepalanya, merasa takjub melihat Laras yang begitu cantik dan terlihat berbeda malam ini.
"Laras, kamu cantik sekali. Bibi sampai hampir saja tidak mengenalimu." Bi Minah menatap perempuan itu dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Terima kasih, Bi." Laras menyunggingkan senyum.
Sementara, tidak jauh dari mereka, Eneng menatap Laras dengan kesal.
'Perempuan sialan! Ilmu apa yang sebenarnya dia pakai, sampai Tuan Nalendra begitu perhatian dan takluk padanya?'
"Kamu mau pergi kemana, Laras?"
"Tuan Nalendra mengajakku makan malam di luar, Bi." Laras menatap Bi Minah dengan rasa bersalah. Pasalnya, malam ini dia sudah meminta Bi Minah memasak masakan kesukaannya.
"Maaf, ya, Bi, aku nggak bisa nolak permintaan Tuan Nalendra."
"Tidak apa-apa. Kamu harus ingat, permintaan Tuan Muda itu perintah, kamu jangan membantah. Nanti kamu sendiri yang susah." Bi Minah tersenyum sambil menatap Laras yang terlihat kesal.
"Bibi benar, tadi saja dia mengancam akan memotong gajiku kalau aku tidak ikut dia makan malam di luar," sungut Laras dengan bibir mengerucut. Sementara Bi Minah tertawa.
"Kalau kamu tidak merayu Tuan Muda duluan, aku yakin, Tuan Muda tidak akan begitu baik terhadapmu!" Eneng dengan wajah penuh iri menatap Laras yang begitu cantik malam ini.
'Sialan! Dia bahkan sudah terlihat seperti Nona Nadine. Memakai baju mewah dan berdandan sangat cantik.'
__ADS_1
"Inget Laras, sebaik apapun Tuan Nalendra padamu, kamu tetap hanya pembantu di rumah ini. Jadi sebaiknya kamu sadar dengan posisimu!"
"Apa maksudmu, Neng?" Laras menatap perempuan itu dengan tajam.
Mulut perempuan ini memang sangat tajam dan selalu mengatakan hal-hal yang menyakitkan. Namun, kali ini kata-katanya benar-benar membuatnya sangat kesal.
Baru saja Laras ingin mengatakan sesuatu pada Eneng, suara teriakan Nalendra menghentikannya.
"Laras! Kenapa kau lama sekali? Kalau dalam waktu lima menit kau belum juga siap, aku benar-benar akan memotong gajimu!" Nalendra berteriak dari atas tangga.
Nalendra bersedekap menatap perdebatan asisten rumah tangganya. Dia bahkan dengan jelas mendengar semua hinaan yang terlontar dari mulut sang asisten rumah tangga yang biasa dipanggil Eneng.
"Laras! Apa kau benar-benar ingin aku memotong gajimu?" teriak Nalendra lagi, saat dia melihat perempuan itu belum beranjak dari hadapan Eneng.
Mendengar Tuan Mudanya kembali berteriak, Laras segera beranjak dari hadapan Eneng dengan perasaan kesal. Kedua tangannya bahkan sudah terkepal, ingin memberikan pelajaran pada perempuan itu.
'Dasar julid! Seneng banget bikin mood orang hancur!'
'Sialan!'
"Siapa yang ngiri, Bi?"
"Kamulah! Siapa lagi? Jangan kamu kira Bibi nggak tahu kelakuan kamu sama Laras selama ini, Neng. Kalau Bibi mau, Bibi bisa laporin kamu sama Nyonya besar."
"Bibi ...." Perempuan itu berubah cemas mendengar ancaman Bi Minah.
Dia sangat tahu, kalau Bi Minah adalah orang kepercayaan Nyonya besar. Semua kata-katanya pasti akan dituruti oleh Tuan dan Nyonya besar di sini.
"Jaga sikapmu, Neng. Jangan sampai Tuan Muda atau Nyonya Aline, melihat sendiri kelakuanmu pada Laras!"
"Ba-baik, Bi."
****
__ADS_1
Nalendra menatap tak berkedip pada Laras. perempuan ini benar-benar mengikuti perintahnya. Laras terlihat sangat cantik dengan gaun malam yang dia berikan kemarin siang.
Nalendra memang sengaja membeli beberapa gaun malam untuk Laras, karena dia tahu, asisten pribadinya ini pasti tidak mempunyai gaun untuk acara-acara dinner.
Sedangkan perempuan itu sekarang adalah asisten pribadinya, yang nantinya akan berada di sampingnya saat ada pertemuan-pertemuan penting, seperti jamuan makan dan sebagainya.
Membelikan baju memang bukan tugas Nalendra, apalagi Laras hanyalah seorang asisten rumah tangga yang berubah menjadi asisten pribadinya.
Namun, entah mengapa, Nalendra merasa kalau perempuan itu begitu spesial di hatinya, sehingga pria itu rela seandainya harus melakukan sesuatu yang membuat perempuan di sampingnya ini terlihat lebih baik.
Apalagi, saat melihat perempuan cantik ini tersenyum. Rasanya ....
Tiba-tiba ucapan sang mommy saat dia berpamitan tadi kembali terngiang.
"Ingat Nalendra, kamu jangan melebihi batas. Laras itu istri orang, jangan sampai kamu jatuh cinta sama dia," goda Nyonya Aline.
Perempuan itu tertawa, saat melihat reaksi putranya.
Namun, jantung Nalendra justru berdebar saat mendengar ucapan perempuan yang sudah melahirkannya itu.
'Sepertinya, aku memang benar-benar sudah jatuh cinta sama dia, Mom ....'
.
.
By: Nazwatalita
Gemes aku sama Nalendra. Kira-kira, bagaimana reaksi Galang saat melihat istri pertamanya itu terlihat cetar membahana dan digandeng sama pria lain ya?!
Ikutin terus kelanjutannya, jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya ya 🙏
Mampir yuk teman-teman di novel teman aku ini.
__ADS_1