DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 55 HAMIL 2


__ADS_3

"Maksud Dokter, Nadine hamil?"


Dokter Citra mengangguk sambil tersenyum. Membuat semua orang yang ada dalam ruangan itu ikut tersenyum bahagia.


"Ya, Tuhan, akhirnya ...." Nyonya Aline mendekati Nadine, dia sangat bahagia mendengar kabar kehamilan putrinya.


"Sebentar lagi Mommy punya cucu." Nyonya Aline memeluk sang putri.


"Selamat, Sayang ...."


"Terima kasih, Mom." Nadine menatap Nyonya Aline dengan kedua mata berkaca-kaca perempuan itu menangis haru, tidak menyangka kalau akhirnya apa yang diimpikannya terwujud. Nadine mengusap perutnya yang masih rata. Perempuan itu tersenyum bahagia.


Nalendra bangkit dari duduknya, pria itu mendekati Nadine, kemudian memeluknya. Memberikan selamat pada saudara kembarnya itu.


"Selamat ya, Nad, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu."


"Terima kasih, Al, aku bahagia banget! Setelah sekian lama, akhirnya dia hadir disini." Nadine mengusap perutnya sambil tersenyum, membuat Nalendra ikut tersenyum, merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Nadine.


"Galang pasti senang mendengar kabar ini."


Mendengar nama Galang disebut, senyum di wajah Nalendra langsung memudar.

__ADS_1


"Dari tadi, aku tidak bisa menghubungi Galang, nomor ponselnya tidak aktif." Nadine menatap Nalendra.


"Kenapa Galang tidak pulang bersamamu? Bukankah biasanya kalian pulang bersama?"


"Suami tercintamu itu mungkin masih ada kerjaan di kantor. Tadi aku dan Laras pulang duluan sebelum dia pulang. Iya, kan, Laras?"


"I-iya, Tuan." Laras tersenyum canggung saat mendengar ucapan Nalendra. Pria itu memberi isyarat lewat kedua matanya.


Melihat Nadine yang begitu mencintai suaminya, membuat Nalendra mengingat semua kata-kata yang diucapkan oleh Galang saat di kantor.


Galang benar, Nadine sangat mencintainya. Seandainya saat ini, Nalendra mengatakan sesuatu yang buruk tentang Galang pada Nadine, sudah dipastikan, adik kembarannya itu pasti tidak akan mempercayainya.


Nalendra mengehembuskan napas panjang.


Pandangan mata Nalendra beralih menatap Laras yang saat ini sedang tersenyum. Melihat perempuan itu, Nalendra kembali teringat pada Galang.


'Bisa-bisanya pria itu ingin memiliki keduanya.' Nalendra mengepalkan tangannya, saat mengingat semua ucapan Galang.


Laras menatap Nadine yang sedang tersenyum bahagia. Ujung hatinya berdenyut nyeri. Dulu, aku juga sangat bahagia saat aku tahu kalau aku sedang hamil. Saat itu aku ingin sekali mengabari Mas Galang tentang kehamilanku.


Namun, sayangnya pria itu tidak bisa dihubungi. Laras sudah berkali-kali menanyakan kabar tentang Galang pada ibu mertuanya, juga pada saudara Galang yang lainnya, tetapi di antara mereka tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan suaminya. Bahkan yang lebih menyedihkan, sang ibu mertua begitu kejam menyuruh Laras menggugurkan kandungannya.

__ADS_1


Laras tersenyum getir, 'Kau pasti sangat senang saat mendengar istrimu sedang hamil, Mas." Laras menghembuskan napas panjang, berusaha menetralkan perasaannya.


'Tapi, bukannya itu lebih baik? Kehamilan Nona Nadine bisa menjadi alasan untukku agar aku bisa segera bercerai dengan Mas Galang.'


Kemarin, Laras sudah menelepon ibu juga adiknya. Perempuan itu kemudian menceritakan semuanya pada sang ibu. Tentang pertemuannya dengan Galang dan juga tentang pernikahan Galang dengan Nadine. Awalnya Laras ragu menceritakan semuanya pada ibunya di kampung.


Kondisi ibu yang mempunyai penyakit jantung, menjadi alasan yang kuat bagi Laras untuk menutupi semua masalahnya dari sang ibu.


Mendengar cerita Laras, ibu dan adiknya akhirnya setuju saat Laras mengungkapkan keinginannya untuk bercerai dengan Galang.


Laras mendekati Nadine, perempuan itu memeluk Nona majikan sekaligus madunya itu dengan senyum mengembang di bibirnya. Perempuan itu memberikan selamat pada Nadine. Sementara di dalam hati, Laras mati-matian menjaga perasaannya. Dia bahkan terus tersenyum, menyembunyikan kesedihannya.


Semua tingkah laku Laras tak luput dari perhatian Nalendra. Entah mengapa, tiba-tiba Nalendra merasa tidak enak melihat raut kesedihan perempuan itu. Meskipun Laras berusaha menutupinya, tetapi Nalendra bisa menangkap kalau perempuan itu saat ini sedang menahan perasaannya.


Mungkin karena saat ini Nalendra sudah tahu kalau Laras adalah istrinya Galang. Kalau seandainya rahasia itu belum terbongkar, pasti sampai saat ini pun Nalendra tidak akan pernah tahu, kalau selama ini Laras menyimpan luka sendirian.


.


By: Nazwatalita


Maaf telat updatenya. Ini aja sambil ngantuk nulisnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya 🙏


__ADS_2